Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pelni Pastikan Tiket Calo di Pelabuhan Semayang Balikpapan Tidak Bisa Digunakan!

Rizkiyan Akbar • Selasa, 16 Desember 2025 | 18:15 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, suasana Pelabuhan Semayang, Balikpapan, terasa lebih padat dari biasanya. Area terminal yang luas, bangku tunggu yang penuh, serta koper dan kardus yang berseliweran menjadi pemandangan harian. Di tengah antusiasme masyarakat untuk mudik, muncul persoalan klasik yang kembali bikin resah, praktik percaloan tiket kapal laut yang kian terasa menjelang puncak arus Nataru.

Fenomena ini bukan sekadar cerita lama yang terulang, tapi berdampak langsung ke calon penumpang. Tiket resmi sulit diperoleh, jadwal kapal belum pasti, sementara waktu terus berjalan. Nah, ikam pasti penasaran bagaimana kondisi di lapangan, siapa saja yang terdampak, dan apa langkah yang sudah diambil pihak terkait. Yuk, lanjut baca sampai akhir Cess!

Baca Juga: IRT Jadi Tersangka Pembunuhan Ketua RT di Balikpapan, Korban Dibuang ke Laut

Kenapa praktik calo tiket kembali marak di Pelabuhan Semayang?

Praktik percaloan muncul ketika kebutuhan perjalanan meningkat, sementara ketersediaan tiket resmi terbatas. Di Pelabuhan Semayang, kondisi ini terasa jelas menjelang Nataru. Banyak calon penumpang datang sejak pagi, bahkan rela menunggu berhari-hari, hanya untuk memastikan bisa naik kapal menuju kampung halaman. Di celah inilah calo mulai bergerak, menawarkan tiket dengan harga lebih tinggi.

Situasi makin rumit karena jadwal kedatangan kapal yang belum tentu pasti. Ketidakpastian ini membuat calon penumpang berada di posisi sulit. Mereka harus memilih antara menunggu tanpa kepastian atau membeli tiket lewat perantara agar bisa segera berangkat. Pilihan yang serba terpaksa, pahamlah ikam.

Praktik ini juga kerap terjadi di jam-jam sepi, saat pengawasan tidak terlalu ketat. Meski aparat rutin berjaga, calo memanfaatkan momen tertentu untuk menawarkan jasanya kepada penumpang yang terlihat kelelahan dan terdesak waktu.

Bagaimana dampaknya bagi calon penumpang yang hendak mudik?

Dampak paling terasa tentu pada biaya perjalanan. Harga tiket rute Balikpapan–Maumere yang biasanya berada di kisaran Rp400 ribu, melonjak hingga Rp750 ribu per orang jika dibeli lewat calo. Kenaikan ini jelas memberatkan, apalagi bagi penumpang yang bepergian bersama keluarga.

R, salah satu calon penumpang tujuan Maumere, merasakan langsung situasi ini. Ia mengaku sudah menunggu hingga empat hari di pelabuhan demi bisa berangkat. Karena tiket resmi sulit didapat, ia akhirnya membeli lewat calo meski dengan harga jauh lebih mahal.

“Karena tiket resmi susah banget didapat, kami terpaksa beli lewat calo demi bisa segera berangkat,” ujarnya.

Bagi banyak penumpang, pulang kampung bukan sekadar perjalanan biasa. Ada rindu keluarga dan momen kebersamaan yang dinanti. Dalam kondisi seperti ini, mereka memilih mengalah demi bisa tiba di tujuan, meski harus merogoh kocek lebih dalam, nah’ itu sudah.

Apa kata Pelni soal tiket calo dan risiko gagal berangkat?

PT Pelni menegaskan bahwa seluruh penjualan tiket kini hanya dilakukan secara daring. Tidak ada jalur lain yang diakui sebagai penjualan resmi.

Kepala Kantor Cabang Pelni Balikpapan, Ridwan Mandali, menyatakan bahwa tiket dari calo hampir dipastikan tidak bisa digunakan karena pemeriksaan dilakukan berlapis.

“Pemeriksaan dilakukan berlapis: mulai dari check-in, boarding, hingga naik ke kapal, bahkan di garbarata semuanya dicek. Jadi, penumpang dengan nama berbeda atau tanpa tiket tidak akan bisa lolos—kami pastikan mereka tidak bisa berangkat,” tegasnya.

Pelni juga bekerja sama dengan petugas pengamanan, Pelindo, dan tim internal untuk memastikan validitas tiket sejak pintu masuk terminal. Imbauan terus disampaikan agar masyarakat tidak tergiur calo, karena risiko kerugian jauh lebih besar jika tiket tidak sesuai data resmi.

Langkah apa yang dilakukan polisi untuk menekan aksi percaloan?

Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang meningkatkan pengawasan menjelang puncak arus mudik. Imbauan dipasang di berbagai titik strategis, mulai dari ruang tunggu hingga area depan pelabuhan.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang, AKP Hari Purnomo, menegaskan bahwa pembelian tiket sebaiknya hanya melalui kanal resmi Pelni.

“Kemarin, pihak Polsek sudah memasang imbauan di ruang tunggu maupun di area depan. Mereka mengingatkan, pembelian tiket sebaiknya dilakukan langsung melalui Pelni, jangan lewat calo,” pungkasnya. Polisi juga melakukan patroli dan pengintaian rutin di area pelabuhan.

Untuk operasi Nataru, sebanyak 15 personel diturunkan dan dibagi dalam tiga shift. Petugas ditempatkan dari pintu masuk hingga ruang tunggu penumpang. Meski calo kerap beraksi di celah waktu tertentu, polisi menegaskan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran.

Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham dan tidak terjebak calo Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

1. Apakah tiket kapal laut di Pelabuhan Semayang masih bisa dibeli langsung?
 
Saat ini penjualan tiket resmi hanya melalui kanal daring Pelni.
 
2. Apa risiko membeli tiket lewat calo?
 
Tiket berpotensi tidak valid dan penumpang bisa gagal berangkat saat pemeriksaan.
 
3. Kapan pengawasan di pelabuhan diperketat?
 
Pengawasan ditingkatkan menjelang dan selama periode libur Natal dan Tahun Baru.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Kapal penumpang milik PT PELNI saat bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan.
Kapal penumpang milik PT PELNI saat bersandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Editor : Arya Kusuma
#kapal #balikpapan #calo #pelabuhan semayang #pelni #tiket