Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

IRT Jadi Tersangka Pembunuhan Ketua RT di Balikpapan, Korban Dibuang ke Laut

Rizkiyan Akbar • Minggu, 14 Desember 2025 | 08:24 WIB

Tersangka yang ditetapkan Polsek Balikpapan Barat dalam dugaan kasus pembunuhan Ketua RT 02 Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan.
Tersangka yang ditetapkan Polsek Balikpapan Barat dalam dugaan kasus pembunuhan Ketua RT 02 Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan.

Balikpapan TV - Hai Cess! Misteri meninggalnya RH (47), Ketua RT 02 Kelurahan Baru Ulu, akhirnya menemui titik terang. Pria yang sempat dilaporkan hilang selama tiga hari itu ternyata menjadi korban dugaan pembunuhan. Polisi menetapkan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SM (43) sebagai tersangka. Peristiwa ini terjadi di kawasan Balikpapan Barat, tepatnya di lingkungan permukiman atas air, wilayah yang selama ini dikenal guyub dan saling mengenal satu sama lain.

Awalnya, banyak bubuhan mengira kejadian ini murni musibah. RH diduga terpeleset lalu jatuh ke kolong rumah saat malam hari. Namun, penyelidikan polisi berbicara lain. Fakta demi fakta muncul, membuka tabir kejadian yang membuat warga Baru Ulu terdiam. Adakah yang luput dari perhatian selama ini Cess?

Bagaimana misteri kematian Ketua RT Baru Ulu akhirnya terungkap?

Kasus ini mulai bergerak serius setelah jenazah RH ditemukan warga pada Selasa (25 November 2025) sekitar pukul 00.00 WITA. Lokasinya di kolong rumah warga, Gang Jembatan Empat, Kelurahan Baru Ulu. Penemuan itu langsung menghebohkan lingkungan sekitar. Wajar saja, RH dikenal sebagai sosok Ketua RT yang aktif dan mudah ditemui.

Sebelum ditemukan meninggal, RH sempat dinyatakan hilang selama tiga hari. Keluarga dan warga melakukan pencarian mandiri. Informasi terakhir menyebutkan korban sempat berada di Masjid Al Ula, Balikpapan Barat. Dari situ, jejaknya menghilang. Dugaan awal yang berkembang di masyarakat menyebut RH terpeleset dan jatuh ke laut di bawah rumah panggung.

Namun, keluarga korban tidak tinggal diam. Mereka melaporkan kehilangan ke polisi dan meminta autopsi setelah jenazah ditemukan. Dari sinilah penyelidikan mulai naik level. Polisi mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa lokasi, dan mengamankan bukti awal. Langkah-langkah ini menjadi pintu masuk untuk mengurai misteri yang semula tampak sederhana, namun ternyata jauh lebih kompleks.

Baca Juga: Update Resmi Petugas Terkait Aksi Kejahatan Dengan Kekerasan di Depan Kantor Pos Sepinggan Balikpapan

Apa hasil autopsi yang mengubah arah penyelidikan polisi?

Kunci penting kasus ini terletak pada hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik RSUD Kanujoso Djatiwibowo. Autopsi mengungkap bahwa RH meninggal akibat mati lemas. Temuan unsur air di paru-paru korban menunjukkan bahwa saat berada di laut, korban masih dalam kondisi bernapas.

Kapolsek Balikpapan Barat, AKP Sukarman Sa’run, menjelaskan bahwa hasil tersebut menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk menaikkan perkara dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

“Kesimpulannya, ketika berada di laut korban masih dalam kondisi bernapas. Fakta inilah yang menjadi dasar kuat bagi kami untuk menaikkan perkara ke tahap penyidikan hingga akhirnya menetapkan tersangka,” ujarnya, Jumat (12 Desember 2025).

Fakta medis ini sekaligus mematahkan dugaan awal bahwa korban meninggal akibat kecelakaan biasa. Ada rangkaian peristiwa sebelum korban berada di laut. Polisi pun memperluas pemeriksaan saksi dan menelusuri aktivitas terakhir korban. Dari sinilah, benang merah mulai terlihat jelas. Bagi warga sekitar, informasi ini cukup mengejutkan, karena kasus yang tadinya dianggap musibah ternyata mengarah pada dugaan tindak pidana serius.

Siapa tersangka SM dan apa kronologi versi penyidik?

SM (43), seorang ibu rumah tangga, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan keterangan kepada penyidik, peristiwa bermula pada Sabtu (22 November 2025) sekitar pukul 21.30 WITA. Saat itu, RH datang ke rumah SM. Tidak ada kecurigaan awal, karena korban dikenal oleh warga sekitar.

Menurut AKP Sukarman Sa’run, pelaku mengaku korban sempat mencium wajahnya. Tak lama kemudian, korban mendadak meregang dan lemas.

“Pelaku mengungkapkan bahwa korban sempat mencium wajahnya. Namun tidak berselang lama, korban tiba-tiba meregang lalu tubuhnya melemas, kondisi korban saat itu bikin SM panik,” tuturnya.

Pelaku kemudian membaringkan korban di lantai bawah tempat tidur. Saat dicek, korban tidak merespons, nadinya tidak berdenyut, tidak bernapas, dan matanya tidak bereaksi. Dalam kondisi takut ketahuan, sekitar pukul 23.00 WITA, pelaku membuang jenazah korban melalui jendela rumah. Saat itu air laut sedang pasang. Kronologi ini menjadi bagian penting dalam penyidikan, meski polisi tetap mencocokkan dengan bukti lain yang ada.

Barang bukti dan saksi apa saja yang diperiksa polisi?

Untuk memperkuat perkara, Polsek Balikpapan Barat mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya hasil autopsi dan rekaman CCTV yang berkaitan dengan pergerakan korban sebelum dinyatakan hilang. Rekaman ini membantu penyidik memverifikasi keterangan tersangka dan saksi.

Selain itu, polisi juga memeriksa beberapa saksi kunci. Mereka adalah AR (55), SY (38), dan SF (54). Pemeriksaan saksi dilakukan untuk menggali aktivitas korban, hubungan sosial di sekitar lokasi, serta memastikan kronologi kejadian sesuai dengan fakta lapangan.

Langkah ini penting agar perkara berdiri di atas bukti yang kuat. Polisi menegaskan bahwa penetapan tersangka tidak dilakukan secara terburu-buru. Semua tahapan dilalui berdasarkan penyelidikan yang ditingkatkan ke penyidikan, didukung bukti ilmiah dan keterangan yang saling menguatkan. Proses ini menjadi contoh bahwa setiap laporan warga tetap diproses secara profesional, adakah yang luput pasti ditelusuri.

Apa pelajaran penting bagi warga dari kasus ini?

Kasus meninggalnya RH menyisakan duka mendalam, sekaligus pelajaran penting bagi warga Balikpapan Barat dan sekitarnya. Lingkungan yang selama ini terasa aman dan saling mengenal ternyata tetap menyimpan potensi persoalan serius. Kesadaran kolektif menjadi kunci.

Bagi bubuhan, ada beberapa hal sederhana yang bisa dipetik:

1. Segera laporkan ke pihak berwajib jika ada anggota keluarga atau tetangga yang hilang dalam waktu tidak wajar.

2. Jangan ragu meminta pemeriksaan lanjutan jika ada kejanggalan pada suatu peristiwa. Itu sudah terbukti dalam kasus ini, ketika permintaan autopsi membuka fakta sebenarnya.

3. Jaga komunikasi dan kepedulian di lingkungan sekitar. Ketua RT, warga, dan aparat memiliki peran masing-masing. Ketika semua saling peduli, potensi kejadian serupa bisa ditekan.

Yuk, bagikan juga informasi yang benar ke bubuhan ikam supaya tidak muncul spekulasi liar yang justru memperkeruh suasana.

Peristiwa ini menegaskan bahwa kebenaran pada akhirnya akan terungkap melalui proses hukum yang teliti. Dari dugaan musibah hingga penetapan tersangka, semua berjalan berdasarkan bukti dan fakta.

Jika ikam merasa informasi ini penting, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang paham dan lebih waspada di lingkungan masing-masing Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa penyebab kematian RH menurut hasil autopsi?

RH dinyatakan meninggal akibat mati lemas, dengan temuan unsur air di paru-paru korban.

2. Di mana jenazah RH ditemukan warga?

Jenazah ditemukan di kolong rumah warga di Gang Jembatan Empat, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat.

3. Siapa yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini?

Polisi menetapkan SM (43), seorang ibu rumah tangga, sebagai tersangka dugaan pembunuhan.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#balikpapan #pembunuhan #ketua rt #irt #Baru Ulu