Balikpapan TV - Hai Cess! Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan makin tancap gas menyiapkan layanan penerbangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
Semua pihak kumpul dalam satu forum besar—Airport Security Committee (ASC) ke-VI dan Facilitation Committee (FAL) ke-II—membahas keamanan, kelancaran, hingga strategi antisipasi lonjakan penumpang.
Penasaran seperti apa dinamika dan strateginya? Yuk, lanjut baca sampai habis, Cess!
Kenapa rapat ASC dan FAL ini penting untuk persiapan Nataru 2025?
Rapat yang dilaksanakan empat kali setahun untuk ASC dan dua kali setahun untuk FAL ini bukan sekadar agenda rutin. Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk memastikan seluruh ekosistem bandara bergerak seirama, apalagi saat Nataru pergerakan pesawat dan penumpang dipastikan meningkat. General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Novi Hantoro, menegaskan fokusnya pada kesiapan layanan yang aman, selamat, lancar, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
Iwan mengajak seluruh stakeholder untuk meningkatkan kerja sama, komunikasi, dan kewaspadaan.
“Kerja sama lintas sektor jadi kunci utama untuk memastikan layanan angkutan udara berjalan aman, selamat, lancar, dan nyaman bagi semua pengguna. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi, komunikasi, serta kewaspadaan dalam menghadapi periode Nataru 2025 ini,” ujarnya, Rabu (10 Desember 2025).
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Bandara SAMS Sepinggan ini dihadiri pula oleh perwakilan CEO Regional VI PT Angkasa Pura Indonesia Agus Sina, perwakilan Lanud Dhomber Balikpapan Kapten Nur Hidayat, dan Otoritas Bandara Wilayah VII Muhammad Arif. Bubuhan pemangku kepentingan ini memastikan setiap sektor tahu perannya masing-masing jelang puncak mobilitas musiman.
Baca Juga: Kakorlantas Tinjau Kesiapan Operasi Nataru 2025 di Kaltim, ETLE Jadi Sorotan Serius!
Apa saja hal strategis yang dibahas dalam rapat koordinasi ini?
Dalam pembahasannya, Iwan memaparkan sejumlah poin penting yang menjadi fokus bersama. Mulai dari ketersediaan personel, kesiapan fasilitas terminal, apron, hingga kondisi sisi udara yang akan memengaruhi ritme operasional di musim puncak. Selain itu, keandalan peralatan navigasi, pengaturan slot time, manajemen pergerakan pesawat, hingga layanan keamanan dan prosedur mitigasi cuaca ekstrem turut menjadi sorotan.
Semua elemen ini disampaikan secara deduktif agar mudah dipahami dan langsung mengarah pada inti persoalan. Langkah-langkah tersebut bertujuan meminimalisir potensi hambatan yang bisa memengaruhi kelancaran alur penumpang dan perputaran bagasi. Dalam konteks bandara yang menjadi pintu masuk Kalimantan Timur, kesiapan semacam ini menjadi unsur vital.
Bubuhan stakeholder yang hadir juga sepakat bahwa pengelolaan antrian—baik di pemeriksaan keamanan maupun di area bagasi—harus berjalan luwes. Dalam kondisi terminal ramai, ketepatan ritme pelayanan sangat menentukan kenyamanan. Di sinilah nilai kolaborasi lintas sektor terasa nyata. Semua bergerak selaras, ikam tahu sendiri, kalau masing-setiap jalan sendiri bisa runyam Cess.
Bagaimana Bandara SAMS mempersiapkan posko terpadu jelang puncak perjalanan Nataru?
Iwan memaparkan satu langkah nyata yang telah diputuskan: pembukaan Posko Terpadu Angkutan Udara Nataru 2025/2026. Posko ini akan beroperasi selama 21 hari, mulai 15 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026. Dengan adanya posko tersebut, segala informasi operasional dapat dipantau secara terpusat dan respons cepat dapat dilakukan ketika diperlukan.
Posko ini akan menjadi pusat koordinasi seluruh sektor yang berkaitan dengan arus transportasi udara. Semua pihak bisa berkoordinasi secara cepat, tepat, dan terbuka. Di masa puncak, pengendalian arus informasi sangat menentukan kualitas pelayanan. Ini adalah salah satu alasan kenapa posko terpadu sangat krusial, terutama bagi bandara yang melayani mobilitas regional dan nasional sekaligus.
Bagi ikam yang sering bepergian, punya gambaran soal posko ini tentu memberi rasa lebih tenang. Karena kalau ada perubahan jadwal, kondisi cuaca, atau dinamika operasional lain, respons dari posko akan jauh lebih cepat. Bandara berupaya memastikan setiap perjalanan tetap mulus meski suasana periode liburan biasanya rame luar biasa.
Apa harapan Bandara SAMS terhadap penyelarasan prosedur dan evaluasi operasional?
Iwan juga menyampaikan bahwa forum koordinasi ini bukan hanya soal kesiapan menjelang Nataru, tetapi juga momentum untuk menyelaraskan prosedur operasional yang telah berjalan. Ia berharap semua pihak dapat mengevaluasi pelaksanaan fasilitas dan prosedur FAL yang telah diterapkan sebelumnya.
“Saya berharap kita bisa mengevaluasi pelaksanaan fasilitas dan prosedur FAL yang sudah berjalan, mulai dari aspek keamanan, keselamatan, pelayanan, hingga efisiensi operasional. Kita juga perlu membahas berbagai isu strategis yang dapat memengaruhi kelancaran operasi penerbangan, baik di sisi udara maupun darat. Dari situ, kita dapat menetapkan rekomendasi serta rencana tindak lanjut yang jelas, sehingga setiap hasil diskusi bisa diterapkan secara terukur dan konsisten oleh seluruh pihak terkait,” tegasnya.
Saat forum seperti ini berlangsung, bubuhan pemangku kepentingan membuka diskusi tanpa jarak. Membahas isu yang muncul di lapangan secara apa adanya agar solusi yang dirumuskan benar-benar terukur. Logikanya, kalau akar permasalahan ketahuan lebih awal, langkah perbaikan bisa langsung dijalankan sebelum Nataru tiba Cess.
Baca Juga: 5 Ruas Jalan Tol Gratis Saat Libur Nataru 2025, Salah Satunya Ada di Kaltim!
Siapa saja bubuhan stakeholder yang hadir dan bagaimana kontribusinya?
Kegiatan ini dihadiri oleh banyak pihak yang memegang peran masing-masing dalam menjaga kelancaran operasional bandara. Komandan Rayon Militer 0905-03, Kapolsek KP3 Bandara, perwakilan Badan Intelejen Negara, perwakilan Polresta Balikpapan, Basarnas Kota Balikpapan, Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, petugas CIQ (Custom, Immigration, Quarantine), BMKG, Balai Karantina Kesehatan, hingga stakeholder internal bandara turut hadir.
Keterlibatan banyak instansi ini menunjukkan bahwa pengelolaan bandara bukan sekadar urusan satu lembaga. Semua pihak punya kontribusi yang menentukan. Ada yang memastikan keamanan, ada yang mengelola navigasi, ada yang memantau cuaca, dan ada yang mengatur lalu lintas darat menuju terminal. Semua bekerja dalam satu harmoni operasional.
Dengan lengkapnya bubuhan stakeholder, koordinasi bisa berjalan tegas dan selaras. Setiap unit memahami perannya masing-masing dan apa yang harus dipersiapkan menjelang puncak liburan. Inilah gambaran kolaborasi yang membuat penerbangan di Balikpapan tetap andal dan nyaman di mata masyarakat.
Seluruh rangkaian rapat ASC dan FAL di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan ini memperlihatkan komitmen kuat dalam memastikan keamanan dan kelancaran operasional jelang periode Nataru. Mulai dari persiapan personel, fasilitas navigasi, hingga pembentukan posko terpadu, semuanya dirancang untuk menghadirkan pelayanan terbaik bagi para pengguna jasa.
Yuk bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya banyak yang semakin paham bagaimana bandara menyiapkan berbagai langkah penting jelang musim puncak perjalanan Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apa fokus utama rapat ASC dan FAL di Bandara SAMS?
Fokusnya adalah memastikan kesiapan operasional, keamanan, dan layanan bandara menghadapi peningkatan perjalanan saat Nataru.
2. Kapan Posko Terpadu Nataru beroperasi?
Posko berlangsung selama 21 hari, mulai 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
3. Siapa saja pihak yang terlibat dalam rapat koordinasi ini?
Mulai dari Angkasa Pura Indonesia, TNI AU, Polri, BMKG, Basarnas, Karantina, hingga stakeholder internal bandara turut hadir.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.