Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Balikpapan Targetkan Pengurangan Sampah 50 Persen, DLH Ingatkan Warga Lakukan Ini!

Rizkiyan Akbar • Rabu, 10 Desember 2025 | 19:44 WIB

Alat berat mengeruk tumpukan sampah di TPA Manggar, Balikpapan.
Alat berat mengeruk tumpukan sampah di TPA Manggar, Balikpapan.

Balikpapan TV - Hai Cess! Pengurangan sampah di Balikpapan kembali jadi perhatian besar tahun ini. Pemerintah pusat memberi target baru: pengurangan sampah 50 persen, setelah sebelumnya kota ini berhasil mencapai angka 30 persen sesuai RPJMN.

Kondisi ini menyentuh langsung aktivitas warga, lingkungan, dan ritme hidup kota Minyak yang setiap hari menghasilkan sampah dari rumah tangga sampai ke fasilitas umum.

Nah, biar ikam makin paham apa yang sebenarnya terjadi di lapangan, yuk kita ulik pelan-pelan Cess!

Baca Juga: Aksi Petugas Tindak Puluhan Kendaraan di Kawasan Tertib Lalu Lintas Balikpapan

Apa tantangan utama Balikpapan dalam mencapai target pengurangan sampah 50 persen?

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menegaskan bahwa kenaikan target dari 30 persen menjadi 50 persen bukan hal yang bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah daerah.

“Terus terang, upaya mengurangi sampah hingga 50 persen tidak mungkin tercapai kalau hanya mengandalkan kerja pemerintah daerah,” tegasnya. Artinya, tantangan besarnya ada pada pola partisipasi.

Pemerintah bisa menggerakkan regulasi dan fasilitas, tapi sumber sampah paling besar muncul dari rumah tangga. Itu yang membuat capaian tak bisa naik dari angka 30 persen. Selama masyarakat belum benar-benar ikut turun tangan, target akan tetap berat dicapai Cess.

Di lapangan, masalah utamanya adalah minimnya gerakan pemilahan sampah dari rumah. Masih banyak warga yang belum membiasakan memilah sebelum membuang. Padahal inilah fondasi gerakan pengurangan sampah.

“Kalau membahas soal sampah, kuncinya memang ada di hulu, yakni pada gerakan masyarakat sebagai sumber utamanya,” tambahnya.

Mengapa partisipasi masyarakat jadi kunci pengurangan sampah di Balikpapan?

Faktanya begini: sampah dari sumber rumah tangga adalah volume terbesar. Kalau masyarakat tidak ikut memilah sejak awal, TPA Manggar akan terus menerima sampah tanpa henti.

Pemerintah memang mengatur area tengah dan hilir, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga mengolah sampah. Tapi untuk pengurangannya? Kuncinya tetap ada di masyarakat.

Sudirman kembali menegaskan perlunya gerakan massif dari setiap warga kota untuk menahan laju sampah masuk ke TPA. Pemilahan sederhana di rumah bisa membuat alur pengelolaan jauh lebih efisien dan tidak membebani petugas lapangan yang setiap hari berjibaku dengan setoran sampah yang terus bertambah.

Di sisi lain, pola buang langsung tanpa pemilahan membuat sampah yang seharusnya bernilai malah hilang nilai. Plastik, kertas, dan anorganik lain yang semestinya bisa masuk jalur daur ulang malah bercampur dengan sampah dapur. Itu yang mempercepat penuhnya TPA Manggar.

Inilah kenapa suara DLH bahwa “pengurangan harus dari rumah tangga” sebenarnya adalah peringatan keras bahwa semuanya dimulai dari dapur rumah masing-masing Cess.

Seberapa besar peran rumah tangga dalam menekan jumlah sampah ke TPA Manggar?

Peran rumah tangga itu sangat besar. Bahkan sangat menentukan. Sudirman menjelaskan bahwa pemilahan cukup dilakukan dalam dua kategori saja: organik dan anorganik. Tidak perlu sampai tujuh jenis seperti praktik luar negeri. Tidak perlu terlalu rumit. Yang penting ada gerakan nyata setiap hari dari rumah.

Sampah organik bisa menjadi kompos dan media tanam yang bermanfaat untuk lingkungan rumah. Sementara sampah anorganik bisa menjadi barang bernilai ekonomi seperti kertas, plastik, dan beberapa jenis logam. Ketika dua kategori ini dipisah, sisa residu yang benar-benar harus masuk TPA akan jauh lebih sedikit.

Jika setiap keluarga mau melakukan langkah sederhana ini, alur kerja pemerintah di area tengah dan hilir akan jauh lebih ringan. Pengurangan sampah 50 persen pun bukan hal mustahil.

“Jika langkah itu dijalankan bersama antara masyarakat dan pemerintah, Insyaallah pengurangan sampah tersebut dapat terwujud lebih cepat,” kata Sudirman.

Masalahnya, hingga kini belum semua warga terlibat penuh. Masih banyak rumah tangga yang menganggap pemilahan sampah itu repot dan tidak mendesak. Padahal, inilah kunci percepatan.

Baca Juga: Puluhan Ribu Pekerja Proyek RDMP Balikpapan Bakal di PHK, Ada Apa?

Adakah alasan mengapa target pengurangan sampah sulit tercapai tahun ini?

Ada, dan cukup jelas: tidak semua masyarakat terlibat. Sudirman menyebut langsung bahwa kurangnya peran rumah tangga adalah kendala terbesar.

Pemerintah sudah menyediakan fasilitas. Sistem pengangkutan berjalan. Unit pengolahan ada. Namun tanpa pemilahan awal, semua mekanisme itu jadi berat.

Padahal, target 50 persen tahun ini butuh tambahan 20 persen pengurangan lagi dari capaian sebelumnya. Naiknya dua puluh persen ini hanya mungkin jika masyarakat ikut bergerak bersama. Tanpa itu, angka tidak berubah.

Kenyataannya, budaya memilah sampah belum menjadi kebiasaan sehari-hari. Banyak yang membuang campur begitu saja, dari dapur sampai halaman. Itu menyebabkan setoran sampah ke TPA Manggar terus tinggi. Karena itu, DLH mengajak warga ikut aktif, meski hanya dengan satu langkah: mulai memilah sampah dari dapur rumah sendiri Cess.

Lalu langkah apa yang bisa ikam lakukan untuk bantu Balikpapan capai target 50 persen?

Ikam bisa mulai dari hal paling sederhana: buat dua tempat sampah di rumah. Satu untuk organik, satu untuk anorganik. Organik bisa langsung diolah menjadi pupuk tanaman pekarangan. Anorganik bisa dikumpulkan lalu diberikan ke bank sampah, pengepul, atau dikelola bersama RT.

Dengan langkah kecil itu sudah ikut menyumbang pengurangan sampah sebelum sampai ke TPA. Dan kalau bubuhan ikam di rumah juga menerapkan hal yang sama, gerakannya akan besar sekali dampaknya untuk kota.

Tips kecil yang bisa diterapkan

1. Simpan kantong khusus untuk plastik atau botol yang bisa dijual.

2. Sediakan wadah kompos kecil untuk sisa dapur.

3. Ajak anak-anak rumah belajar memilah sampah sambil bermain.

4. Laporkan jika ada titik penumpukan sampah di lingkungan sekitar.

Balikpapan sudah berada di jalur yang benar setelah berhasil menahan 30 persen sampah. Tapi untuk mencapai 50 persen, peran masyarakat adalah kunci utamanya. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian. Sumber sampah paling besar datang dari rumah, dan di sanalah langkah penting harus dimulai.

Kalau merasa artikel ini bermanfaat, bagikan ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang sadar pentingnya pemilahan sampah, biar Balikpapan makin bersih Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa saja langkah paling mudah untuk mulai mengurangi sampah di rumah

Cukup pisahkan sampah organik dan anorganik, lalu olah organik menjadi kompos atau media tanam.

2. Mengapa pemilahan sampah dianggap sangat penting di Balikpapan

Karena pemilahan menentukan jumlah sampah yang masuk ke TPA Manggar dan mempermudah proses pengolahan.

3. Adakah fasilitas dari pemerintah untuk mendukung pengurangan sampah

Ada. Pemerintah menyediakan fasilitas pengangkutan, pengumpulan, dan pengolahan sampah di area tengah dan hilir.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#pengurangan sampah #balikpapan #Rumah tangga #tpa manggar #DLH