Balikpapan TV - Minggu, 7 Desember 2025, Hai Cess! Warga Kampung Baru akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, aliran air bersih yang dulu sering mampet kini mulai mengalir lebih stabil setelah adanya tambahan sumber air baku dari revitalisasi sumur bor Baru Ulu.
Sumur dengan kapasitas sekitar 12 liter per detik itu resmi aktif dan sudah dirasakan manfaatnya oleh warga, terutama rumah-rumah yang selama ini sulit terjangkau layanan air.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Dirut Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin, yang menegaskan bahwa aliran air kini tersalurkan lebih baik dan menjadi harapan baru bagi warga sekitar.
Biar ceritanya makin lengkap, yuk lanjut baca sampai akhir, Cess! Ada banyak hal menarik dan update penting seputar peningkatan layanan PTMB untuk Balikpapan Barat.
Baca Juga: Hadiah Rp100 Juta! Festival Dayung Manggar 2025 di Balikpapan Dibuka, Buruan Daftar!
Apa Dampak Revitalisasi Sumur Bor Baru Ulu bagi Warga Kampung Baru?
Revitalisasi sumur bor di Baru Ulu membawa efek nyata bagi warga yang sebelumnya hanya bisa mengandalkan pasokan air dengan tekanan rendah. Kini, air mengalir lebih stabil dan dapat dimanfaatkan secara lebih merata di wilayah terdampak.
Menurut Dirut PTMB Yudhi Saharuddin, “Sumur bor ini sudah kembali aktif dan manfaatnya mulai dirasakan warga sekitar, sekaligus menjadi tambahan signifikan bagi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Baru."
Sumur bor yang bertempat di LPM Baru Ulu menyuplai air baku ke IPA Kampung Baru dan berpotensi menambah debit hingga kapasitas maksimal 20 liter per detik.
Dukungan dari PUPR SDA Provinsi Kaltim serta kerja sama dengan Korem 091/ASN ikut mendorong percepatan proses revitalisasi yang rampung pada akhir Oktober.
Seberapa Besar Tambahan Debit Ini Memperkuat Layanan Air?
Tambahan 20 liter per detik ini bukan angka kecil untuk pasokan air di Balikpapan Barat. Dengan bertambahnya suplai, tekanan air bisa meningkat dan menjangkau lebih banyak rumah yang selama ini sulit terlayani.
Tahap sebelum pengoperasian penuh meliputi pemasangan jaringan listrik serta sosialisasi kepada warga sekitar, sehingga masyarakat paham apa saja yang akan berubah saat sumur aktif. Setelah itu, dilakukan pengecekan kualitas air dan pumping test.
Yudhi menyampaikan bahwa langkah ini penting untuk memastikan debit dan mutu air tetap aman dan layak digunakan pelanggan. Semua prosedur tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi pelayanan air bersih PTMB.
Apa Strategi PTMB untuk Mengoptimalkan IPA Kampung Baru?
Saat ini, IPA Kampung Baru baru memproduksi sekitar 20 liter air per detik. Padahal, kapasitas optimalnya bisa mencapai 50 liter per detik. PTMB pun memasang target besar supaya potensi ini bisa tercapai.
Rencana penambahan Surat Izin Pemanfaatan Air (SIPA) sebesar 50 liter per detik dari Waduk Manggar menjadi langkah utama. Suplai ini nantinya akan disalurkan ke IPA Kampung Baru agar produksinya meningkat.
Dengan adanya tambahan itu, kapasitas pelayanan diperkirakan bisa mencapai 2.797 hingga 3.607 sambungan rumah (SR). Ini jadi langkah penting untuk mengatasi masalah distribusi air yang selama ini dialami warga Balikpapan Barat.
Apakah Akan Ada Pembukaan Sambungan Rumah Baru?
Jika suplai air baku terpenuhi, PTMB memastikan akan membuka SR baru.
“Pembukaan sambungan baru di wilayah Kampung Baru direncanakan mulai awal tahun depan,” ujar Yudhi. Target tersebut sejalan dengan peningkatan infrastruktur pasokan air yang sedang digenjot.
Saat ini wilayah pelayanan IPA Kampung Baru baru mencakup sekitar 7 persen wilayah Balikpapan Barat dengan total 1.457 SR. Jika satu SR mewakili lima jiwa, maka ada sekitar 7.275 warga yang sudah terlayani. Masuknya suplai baru tentu membuka peluang untuk memperluas layanan hingga ribuan warga lainnya.
Apa Perbaikan Lain yang Dilakukan PTMB di Balikpapan Barat?
Selain menambah sumber air baku, PTMB juga melakukan perbaikan teknis di lapangan. Salah satunya adalah perbaikan pipa bocor di wilayah Batu Arang yang kerap mengganggu distribusi.
Tak hanya itu, beberapa sumur bor di wilayah lain seperti Bukit Cinta, Kampung Damai, Telagasari, dan Gunung Tembak juga kembali diaktifkan.
Pemanfaatan air permukaan di Salok Api Balikpapan Timur turut membantu diversifikasi suplai air baku. Yudhi menyebut, “Pelayanan air bersih seharusnya sudah membaik,” meski ia mengakui adanya gangguan sementara akibat proses perbaikan pipa yang masih berlangsung.
Baca Juga: Pelaku Usaha Wajib Pasang Palet! Pemkot Balikpapan Ingatkan Sanksi Tembus Rp2 Miliar
Tips Singkat Agar Aliran Air di Rumah Lebih Optimal
1. Pastikan instalasi pipa rumah bebas kebocoran agar tekanan tidak turun.
2. Gunakan tandon sebagai antisipasi jika ada gangguan distribusi.
3. Bersihkan filter keran secara berkala agar aliran tetap lancar.
4. Laporkan segera jika mendapati aliran tidak wajar di wilayahmu melalui layanan resmi PTMB.
Secara garis besar, tambahan suplai air baku dari sumur bor Baru Ulu membawa angin segar bagi warga Kampung Baru dan sekitarnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan dari revitalisasi sumur, peningkatan kapasitas IPA, hingga perbaikan jaringan pipa, PTMB berusaha menghadirkan layanan air bersih yang lebih layak untuk Balikpapan Barat.
Kalau Ikam merasa info ini bermanfaat, yuk bagikan artikel ini ke bubuhanmu, Cess! Agar mereka juga update soal layanan air bersih di Balikpapan Barat.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Kenapa air di beberapa wilayah masih belum stabil?
Karena PTMB masih melakukan perbaikan pipa dan penyesuaian jalur distribusi setelah masuknya sumber air baru.
2. Apakah sumur bor Baru Ulu akan terus dioperasikan?
Ya, sumur bor ini diproyeksikan mendukung suplai IPA Kampung Baru secara berkelanjutan.
3. Kapan pembukaan SR baru dimulai?
Direncanakan awal tahun depan jika suplai air baku dari Waduk Manggar sudah masuk.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.