Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Waspada Longsor Gunung Sari Ulu Masuk Zona Siaga! Fenomena La Nina Menguat Dampaknya Curah Hujan di Balikpapan Meningkat

Arya Kusuma • Jumat, 5 Desember 2025 | 10:22 WIB

Pemantauan titik rawan longsor di Gunung Sari Ulu, Area yang telah mengalami longsor ditutup terpal untuk mencegah longsor susulan.
Pemantauan titik rawan longsor di Gunung Sari Ulu, Area yang telah mengalami longsor ditutup terpal untuk mencegah longsor susulan.

Balikpapan TV – Jumat, 5 Desember 2025, Hai Cess! Memasuki musim penghujan yang makin intens di Balikpapan, perhatian bubuhan warga kini tertuju pada kawasan yang kerap masuk daftar rawan bencana, salah satunya Kelurahan Gunung Sari Ulu (GSU).

Kontur berbukit, permukiman yang berdiri di lereng, dan hujan yang stabil sejak akhir November membuat wilayah ini masuk kategori risiko tinggi longsor. Kondisi ini membuat pemantauan lapangan diperketat oleh pemerintah kelurahan, para ketua RT, relawan Katana, hingga warga yang setiap hari tinggal di area curam.

Situasi ini tidak untuk ditakuti, tapi dipahami. Ada langkah-langkah kecil yang bisa membantu menjaga keselamatan bubuhan warga. Itu sebabnya peringatan dini terus digaungkan agar ikam tetap waspada Cess!

Mengapa Gunung Sari Ulu kini masuk sorotan potensi longsor

Kawasan Gunung Sari Ulu memiliki topografi yang berlapis dan permukiman yang menempel lereng. Kondisi ini membuat area tersebut mudah terpengaruh curah hujan tinggi. Lurah Gunung Sari Ulu, Rendra Hermawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta ketua RT, relawan, dan warga untuk menaikkan kewaspadaan sejak intensitas hujan meningkat di awal Desember. Menurutnya, pemantauan rutin harus dilakukan karena potensi longsor meningkat seiring tanah yang makin jenuh air.

Rendra menyampaikan bahwa pihaknya sudah mengaktifkan kanal komunikasi darurat, mulai dari rapat koordinasi hingga grup WhatsApp. “Kami mengimbau kepada ketua RT dan seluruh stakeholders kelurahan serta masyarakat melalui rapat koordinasi rutin.

Saat hujan turun, kami juga memberikan imbauan melalui grup WhatsApp agar ketua RT segera memonitor wilayahnya masing-masing,” ujarnya. Dari penjelasan itu, terlihat bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci mempertahankan tingkat keamanan warga.

Baca Juga: Cek Lingkungan! Pemkab PPU Ingatkan Warga Jaga Drainase dan Bersihkan Parit di Musim Hujan untuk Hadapi Ancaman Banjir

Apa saja tanda awal longsor yang harus diwaspadai warga GSU

Dalam pola mitigasi bencana, warga menjadi garda depan. Rendra memaparkan bahwa ada beberapa tanda yang wajib dikenali sejak dini, seperti retakan tanah yang mendadak muncul, suara gemuruh halus, hingga perubahan kondisi tanah di sekitar dinding atau pondasi rumah. Semua itu menunjukkan tanah mulai bergerak, walau kecil, namun bisa berkembang cepat.

“Jika melihat kondisi seperti itu, warga diminta segera mencari lokasi yang aman untuk menyelamatkan diri dan keluarga. Setelahnya, laporkan kepada ketua RT, relawan Katana, kelurahan, atau BPBD Kota Balikpapan untuk penanganan cepat,” jelasnya. Melihat kondisi ini, kesadaran bubuhan warga menjadi unsur utama agar proses evakuasi dan pelaporan dapat berjalan efisien Cess!

Bagaimana peran ketua RT dan relawan Katana di musim hujan ini

Ketua RT menjadi titik pusat koordinasi di level paling dekat dengan warga. Mereka bertugas memantau kondisi lingkungan, memastikan aliran drainase tidak tersumbat, serta memperingatkan warga agar tidak beraktivitas di area curam atau tebing saat hujan deras. Selain itu, relawan Katana ikut bergerak dalam pemantauan titik-titik rawan serta memberi edukasi singkat kepada warga.

Rendra menekankan pentingnya kontrol pembangunan. Ia mengingatkan agar warga tidak mendirikan bangunan di area berisiko. Pembangunan yang tidak mempertimbangkan kontur tanah justru bisa melemahkan struktur tanah dan membahayakan lingkungan sekitar.

Di GSU, terdapat sekitar 20 titik rawan longsor yang kini berada di bawah perhatian intens. Karena itu, kerja sama pemerintah, ketua RT, relawan, dan warga menjadi bagian penting dari upaya mencegah kerugian Cess!

Mengapa Kalimantan Timur masuk musim hujan panjang hingga Juni 2026

Kondisi cuaca Kaltim tahun ini tidak biasa. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, menjelaskan bahwa tren curah hujan memang meningkat pada Desember. Namun keberadaan siklon tropis beberapa waktu lalu sempat menurunkan curah hujan di wilayah tengah Kaltim. Meski begitu, wilayah utara seperti Berau masih dilanda hujan tinggi.

Kukuh menambahkan bahwa potensi La Niña tetap perlu dicermati. “La Niña dapat meningkatkan suplai uap air di wilayah Indonesia, termasuk Kaltim. Akibatnya, intensitas hujan pada musim penghujan tahun ini bisa bertambah,” ujarnya.

BMKG terus memperbarui prakiraan mulai musiman, bulanan, dasarian, hingga potensi ekstrem yang bisa diinfokan tiga hari sebelumnya. Pada kondisi tertentu, bahkan peringatan dapat diberikan 1–3 jam lebih awal, sehingga warga dapat bersiap Cess!

Bagaimana prakiraan cuaca Balikpapan beberapa minggu ke depan

Prakirawan BMKG Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan, Idham Chalid, menyampaikan bahwa dalam sepekan ke depan, sebagian daerah di Kaltim tetap berpotensi diguyur hujan. Intensitasnya cenderung ringan, tetapi pada tanggal tertentu bisa meningkat menjadi sedang hingga lebat, terutama di wilayah utara seperti Mahakam Ulu. Ia menegaskan bahwa puncak hujan Balikpapan masih berlangsung pada Desember–Januari.

Idham menjelaskan bahwa musim hujan di Kaltim memang panjang, mengingat wilayah ini berada di garis ekuator. “Musim kemarau di Kaltim rata-rata hanya sekitar tiga bulan, kecuali saat ada pengaruh iklim kuat seperti El Niño pada 1997,” ujar Riza Arian Noor dari BMKG APT Pranoto Samarinda. Dengan kondisi ini, kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi harus dijaga sampai pertengahan Juni 2026 Cess!

Ringkasannya: Gunung Sari Ulu kini masuk fokus karena kondisi topografi dan meningkatnya intensitas hujan. Warga diminta memahami tanda-tanda awal longsor, menjaga drainase, menghindari area curam, serta mengikuti imbauan ketua RT dan relawan.

BMKG memprediksi musim hujan panjang sampai Juni 2026, dengan beberapa wilayah berpotensi mengalami cuaca ekstrem. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang waspada Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

Apa tanda awal longsor yang harus dikenali?
Retakan tanah, suara gemuruh kecil, dan perubahan kondisi tanah di sekitar rumah.

Kapan puncak hujan Balikpapan terjadi?
Umumnya pada Desember hingga Januari.

Siapa yang harus dihubungi jika ada potensi longsor?
Ketua RT, relawan Katana, kelurahan, atau BPBD.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#BMKG Balikpapan #Musim Hujan Kaltim #Titik rawan longsor #Rendra Hermawan #Gunung Sari Ulu