Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Hadirkan Ruang Sehat Setiap Kecamatan di Balikpapan Perkuat Konsep Kota Ramah Warga

Arya Kusuma • Kamis, 4 Desember 2025 | 11:15 WIB

Taman 3 Generasi kota Balikpapan ramah anak dan lansia dengan jalur landai, area teduh, dan aktivitas warga yang hidup.
Taman 3 Generasi kota Balikpapan ramah anak dan lansia dengan jalur landai, area teduh, dan aktivitas warga yang hidup.

Balikpapan TV - Kamis, 04 Desember 2025, Hai Cess! Dorongan pemerataan taman kota di setiap kecamatan Balikpapan kembali menguat setelah anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Doris Eko Rian Desyanto, menegaskan bahwa ruang terbuka hijau sudah menjadi kebutuhan dasar warga, bukan sekadar tempelan tata kota. Sorotan ini mengalir seiring penekanannya bahwa taman harus ramah segala usia dan berfungsi sebagai ruang aman bagi anak hingga lansia.

Kalimat-kalimat Doris memantik perhatian publik. Di tengah laju kota yang makin padat, isu taman inklusif terasa segar sekaligus mendesak. Banyak bubuhan Balikpapan yang merasakan hal sama. Mereka ingin taman dekat rumah, mudah dijangkau, dan aman untuk keluarga. Nah, dari sinilah cerita ini mengalir Cess.

Mengapa pemerataan taman kota penting untuk kualitas hidup warga 

Pemerataan taman kota di seluruh kecamatan menjadi titik awal terciptanya kota yang layak huni. Doris menegaskan bahwa tanpa distribusi yang merata, konsep kota ramah keluarga hanya tinggal slogan. Ia menyampaikan bahwa ruang terbuka hijau bukan pelengkap, tetapi kebutuhan dasar untuk berolahraga, berinteraksi, hingga menjaga kesehatan mental. Kondisi ini terasa nyata di kecamatan pinggiran, di mana akses ke taman masih terbatas, sementara kebutuhan warga makin tinggi.

Bila taman hanya terpusat di tengah kota, warga dari kawasan padat penduduk harus menempuh jarak jauh hanya untuk menikmati udara segar. Hal ini, menurut Doris, menciptakan ketimpangan pengalaman ruang publik. Ia menyuarakan bahwa seluruh warga, termasuk mereka yang tinggal di daerah pinggir, “berhak merasakan kualitas ruang terbuka yang sama,” sebuah pandangan yang ia ulang dalam banyak forum. Inilah dasar dari urgensi pemerataan taman: ruang hijau sebagai infrastruktur sosial, bukan simbol dekoratif semata.

Baca Juga: Transformasi Sektor Informal Retribusi PKL Berpeluang Jadi Pendapatan Berkelanjutan, Dongkrak PAD Lewat Pengelolaan Transparan

Apa saja syarat taman kota ramah segala usia menurut Doris

Dalam pandangan Doris, taman kota harus didesain inklusif sejak awal. Ia menilai jalur pedestrian yang rata, aman, serta ramah kursi roda dan stroller wajib hadir. Bangku perlu tersebar di banyak titik, sementara area olahraga, area santai, dan area bermain anak harus dipisahkan namun tetap menyatu secara visual agar interaksi antargenerasi tetap terjaga. Dedikasi rancangan ini memastikan seluruh warga dapat menikmati ruang tanpa hambatan.

Selain desain fisik, fasilitas pendukung seperti pencahayaan memadai, area teduh, toilet bersih, rambu informasi, serta jalur landai untuk penyandang disabilitas merupakan hal pokok. Bagi orang tua lanjut usia dan pengguna kursi roda, keberadaan pegangan tangan, permukaan lantai tidak licin, dan titik istirahat berjarak wajar menjadi penentu apakah taman benar-benar dapat diakses. “Tanpa fasilitas-fasilitas itu, taman hanya tampak hijau saja, tetapi sebenarnya tidak ramah kelompok rentan,” ujar Doris dalam salah satu pembahasan.

Ruang Hijau Jadi Kebutuhan Dasar Balikpapan
Ruang Hijau Jadi Kebutuhan Dasar Balikpapan

Mengapa taman kota perlu melibatkan warga sejak tahap perencanaan 

Doris menilai pelibatan warga sebagai fondasi keberhasilan taman. Warga tiap kecamatan memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada wilayah padat keluarga muda yang memerlukan area bermain luas, sementara kawasan dengan banyak lansia lebih membutuhkan area refleksi dan kebugaran ringan. Proses musyawarah kelurahan hingga uji publik desain harus digelar terbuka agar taman benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, tanpa dialog intens, taman berpotensi hanya menjadi proyek formalitas. Rancangan indah tetapi tidak sesuai kebutuhan lokal kerap berujung pada taman sepi. Partisipasi warga akan menambah rasa memiliki serta mendorong penggunaan taman secara berkelanjutan. Bubuhan di tiap kecamatan bisa memberi pandangan mengenai aktivitas yang relevan, termasuk kegiatan komunitas, edukasi lingkungan, atau program kreatif untuk anak-anak Cess.

Bagaimana indikator taman kota ramah anak ditentukan di Balikpapan

Indikator taman anak ditetapkan bukan hanya dari jumlah wahana. Doris menegaskan bahwa taman ramah anak harus menjadi perpanjangan ruang belajar dan ruang tumbuh. Kuncinya terletak pada kemudahan akses, keterlibatan anak dalam merencanakan, hingga evaluasi fasilitas. Anak diberi ruang menyampaikan pendapat mengenai permainan, aturan area bermain, hingga program aktivitas rutin.

Selain itu, keamanan menjadi syarat utama. Area bermain perlu dipisahkan dari lalu lintas kendaraan, pencahayaan harus terang, titik buta perlu diminimalkan, dan pagar pelindung perlu dipasang di sisi berbatasan jalan. Ia menyebut fasilitas darurat seperti P3K, rambu evakuasi, serta pengawasan petugas sebagai unsur penting. Di sisi kenyamanan, area teduh, vegetasi cukup, serta kualitas udara yang baik mendukung kesehatan anak. Kebersihan taman, terutama toilet dan pengelolaan sampah, turut menentukan apakah sebuah taman benar-benar layak bagi anak Cess.

Apa kunci keberlanjutan taman kota agar tetap hidup jangka panjangdi berbagai daerah menurun

kualitasnya setelah masa peresmian berlalu. Menurut Doris, hal ini tak boleh terjadi di Balikpapan. Komitmen perawatan jangka panjang adalah kunci, mulai dari pemeliharaan vegetasi, perbaikan fasilitas bermain, hingga pengecekan rutin pencahayaan. Ia menyarankan agar pemerintah menggandeng komunitas lokal dalam program penjagaan berkala agar taman menjadi “halaman bersama”.

Keberhasilan taman dinilai dari tingkat pemanfaatannya. Taman yang ramai tidak hanya pada awal pembukaan, tetapi konsisten digunakan untuk kegiatan sekolah, komunitas, hingga aktivitas keluarga disebut sebagai taman yang “hidup”. Selain menjadi ruang publik, taman yang dikelola baik akan memperkuat kohesi sosial, memperluas ruang belajar, serta membentuk budaya kota yang sehat. Semua itu bisa terwujud bila pemeliharaan dilakukan terencana dan inklusif Cess.

Pemerataan taman kota dan pembangunan taman ramah anak adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Taman harus merata, aman, nyaman, inklusif, serta benar-benar menjawab kebutuhan warga. Tugas pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan agar ruang hijau ini tetap hidup dan memberi manfaat luas.

Yuk bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya ruang hijau untuk masa depan kota Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

Apa manfaat pemerataan taman kota bagi warga
Pemerataan taman kota membantu warga mengakses ruang hijau lebih mudah, mendukung kesehatan fisik, mental, dan interaksi sosial sehari-hari.

Mengapa partisipasi warga penting dalam perencanaan taman
Kebutuhan tiap kecamatan berbeda. Pelibatan warga membantu memastikan taman sesuai kebutuhan lokal dan benar-benar digunakan.

Bagaimana tanda sebuah taman ramah anak
Taman ramah anak ditandai akses mudah, keamanan tinggi, fasilitas memadai, dan adanya ruang partisipasi anak dalam evaluasi.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#taman ramah anak #Doris Eko Rian Desyanto #ruang terbuka hijau #Taman kota balikpapan #Kecamatan Balikpapan