Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Perkuat Mitigasi Bencana, Polda Kaltim Gelar Simulasi Tanggap Darurat di BSCC Dome Balikpapan

Amaliya Rosdian Ayunita • Rabu, 3 Desember 2025 | 17:04 WIB

Sesi foto bersama usai talkshow Ngopi di Studio Balikpapan TV, Rabu (3 Desember 2025).
Sesi foto bersama usai talkshow Ngopi di Studio Balikpapan TV, Rabu (3 Desember 2025).

Balikpapan TV - Hai Cess! Polda Kaltim kembali memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dengan menggelar simulasi tanggap darurat di BSCC Dome Balikpapan pada Sabtu (6 Desember 2025).

Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur penting—mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, hingga relawan—untuk memastikan penanganan cepat dan terukur saat bencana terjadi.

Upaya ini ditegaskan langsung oleh Wakil Direktur Samapta Polda Kaltim, AKBP Putra Wiratama, S.H., SIK, M.Si., yang memaparkan rangkaian mitigasi yang akan dilakukan demi keamanan masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Nah, agar makin paham rangkaian langkah mitigasi yang sedang digarap Polda Kaltim, yuk lanjut baca artikel ini sampai habis, Cess! Banyak insight yang sayang untuk dilewatkan, apalagi buat kamu yang peduli soal keselamatan lingkungan dan kesiapsiagaan daerah.

Baca Juga: Update BNPB Sumatera! 1,5 Juta Warga Terdampak Bencana, jumlah pengungsi mencapai 570 ribu orang

Apa Langkah Awal Polda Kaltim dalam Memperkuat Mitigasi Bencana?

Apel kesiapan tanggap darurat telah digelar pada Rabu (5 November 2025) lalu di Lapangan Mako Brimob, menghadirkan seluruh instansi terkait. Langkah ini menjadi pondasi untuk memastikan seluruh personel dan alat operasional siap diterjunkan kapan saja.

Wakil Direktur Samapta Polda Kaltim, AKBP Putra Wiratama, saat berdialog dengan Bima Mahardika (host) dalam talkshow Ngopi di Studio Balikpapan TV, Rabu (3 Desember 2025).
Wakil Direktur Samapta Polda Kaltim, AKBP Putra Wiratama, saat berdialog dengan Bima Mahardika (host) dalam talkshow Ngopi di Studio Balikpapan TV, Rabu (3 Desember 2025).

Menurut AKBP Putra, apel tersebut melibatkan Basarnas, BPBD, unsur TNI hingga relawan demi menyamakan persepsi dan koordinasi.

“Semua personel dan sarana-prasarana ditampilkan untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi,” ungkapnya dalam Talkshow Ngopi, Rabu (3 Desember 2025).

Mengapa Balikpapan dan Sekitarnya Masih Rawan Bencana Hidrometeorologi?

Meski relatif aman dari bencana besar seperti gunung meletus, wilayah Kaltim masih harus mewaspadai banjir, longsor, dan kebakaran lahan.

Wakil Direktur Samapta Polda Kaltim, AKBP Putra Wiratama, saat menjadi narasumber dalam talkshow Ngopi di Studio Balikpapan TV, Rabu (3 Desember 2025).
Wakil Direktur Samapta Polda Kaltim, AKBP Putra Wiratama, saat menjadi narasumber dalam talkshow Ngopi di Studio Balikpapan TV, Rabu (3 Desember 2025).

AKBP Putra menyebut kawasan seperti MT Haryono, Batu Ampar, Jalan Beller, Kariangau, hingga Kilometer 17, merupakan titik yang sering terdampak banjir. Tingginya laju pembangunan dan perubahan tata lahan memperbesar risiko air meluap.

Apa Pemicu Risiko Banjir Selain Faktor Cuaca?

Kerusakan hutan yang terus meningkat dan maraknya illegal logging (penebangan liar) menjadi penyebab utama air hujan sulit terserap, sehingga memicu banjir di berbagai titik.

AKBP Putra mengungkapkan bahwa Polda Kaltim memiliki aplikasi pemantauan bencana Lembuswana, yang mampu mendeteksi titik api, banjir, hingga longsor secara real-time dan terhubung hingga ke tingkat polsek.

Aktivitas pembukaan lahan dan penebangan liar masih ditemukan, termasuk di kawasan Bukit Suharto yang kini banyak dilaporkan mulai gundul.

Polda Kaltim bersama instansi terkait terus mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, sekaligus mendorong dilakukan reboisasi sebagai langkah pencegahan bencana.

Untuk penindakan, data terkait illegal logging dan tambang ilegal berada di bawah Direktorat Krimsus Polda Kaltim serta Bareskrim Polri.

Bagaimana Bentuk Simulasi Besar Tanggap Darurat yang Akan Digelar?

Simulasi pada 6 Desember 2025 digagas sebagai skenario bencana berantai yang realistis. Mulai dari kebakaran hutan yang merembet ke permukiman, curah hujan ekstrem, potensi jebolnya waduk, hingga tanah longsor.

Seluruh unsur penanganan bencana ikut ambil bagian, termasuk tenaga medis dan armada ambulans. AKBP Putra menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan inisiatif Kapolda Kaltim dan diproyeksikan menjadi contoh nasional dalam kesiapsiagaan bencana.

Baca Juga: BPBD Bentuk Kelurahan Tangguh Bencana, Warga Diharapkan Mampu Mitigasi Secara Mandiri

Peralatan Apa Saja yang Sudah Disiapkan Direktorat Samapta?

Direktorat Samapta menyiapkan berbagai perlengkapan penyelamatan seperti mobil rescue SAR, perahu karet, tabung selam, gergaji mesin dan alat evakuasi pohon tumbang, alat pemadam kebakaran, serta peralatan penanganan banjir dan longsor.

Personel Pamat Samapta juga terus diberikan pelatihan teknis penanganan bencana untuk memastikan respons cepat di lapangan.

Dalam SOP tanggap darurat, Samapta telah membentuk posko gabungan dengan Basarnas dan BPBD sebagai respon cepat. Masyarakat dapat menghubungi call center 110 saat darurat.

Yuk, bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess! Agar semakin banyak orang yang paham pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa tujuan utama simulasi tanggap darurat Polda Kaltim?

Untuk memastikan seluruh unsur penanganan bencana dapat bekerja cepat dan terkoordinasi saat situasi darurat.

2. Apa saja titik rawan banjir di Balikpapan?

Beberapa titik seperti MT Haryono, Batu Ampar, Gang Beler, Karyangau, hingga Kilometer 17 sering terdampak saat hujan deras.

3. Bagaimana cara melapor jika terjadi keadaan darurat?

Masyarakat dapat langsung menghubungi call center 110 untuk diteruskan ke posko gabungan penanganan bencana.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#mitigasi bencana #polda kaltim #Simulasi Tanggap Darurat #illegal logging #BSCC Dome Balikpapan