Balikpapan TV – Hai Cess! Hujan deras sejak Sabtu pagi (29 November 2025) membuat sejumlah ruas jalan utama di Kota Balikpapan terendam banjir setinggi 20-40 sentimeter.
Kondisi ini bikin arus lalu lintas tersendat, pengendara roda dua banyak yang berhenti, sementara mobil memilih melaju pelan demi menghindari risiko mogok.
Nah, penasaran wilayah mana aja yang jadi lokasi banjir terparah? Yuk, lanjut baca artikel ini sampai habis, Cess!
Apa Penyebab Genangan Cepat Muncul Sabtu Pagi Ini?
Hujan deras yang turun sejak pagi memicu genangan di sejumlah titik rawan. Intensitas hujan meningkat sekitar pukul 09.00 WITA, membuat aliran air meluap ke badan jalan. Wilayah seperti MT Haryono dan Grand City dikenal punya kontur rendah sehingga mudah tergenang.
Warga sekitar mengaku genangan kali ini muncul cukup cepat. Begitu hujan makin deras, air langsung menutup sebagian badan jalan dan membuat arus kendaraan tersendat.
Baca Juga: Banyak Pelamar Gak Diterima! Ini Keluhan Perusahaan di Job Market Fair Balikpapan 2025
Mengapa Jalan MT Haryono dan Grand City Jadi Titik Terparah?
Ruas jalan MT Haryono dari Jembatan PDAM hingga depan RS Siloam menjadi salah satu titik yang paling terdampak. Air mengendap di cekungan jalan, membuat sepeda motor kesulitan melintas dan beberapa terpaksa berhenti.
Di simpang tiga Grand City, kondisi hampir serupa. Kendaraan roda empat masih bisa jalan, tapi dengan kecepatan rendah agar mesin aman dari cipratan air yang cukup tinggi.
Bagaimana Kondisi di Jalan Penggalang, Damai?
Jalan Penggalang di Kelurahan Damai kembali terendam. Wilayah ini memang langganan banjir, terutama saat curah hujan sedang tinggi. Genangan di titik ini biasanya bertahan lebih lama karena aliran air menuju drainase lebih lambat.
Beberapa pengendara memilih memutar arah untuk mengurangi risiko mogok, sementara warga setempat memantau ketinggian air sambil berharap hujan segera mereda.
Apa Langkah BPBD dan Dinas Terkait di Lokasi?
Tim BPBD bersama dinas terkait langsung turun ke lokasi begitu laporan banjir masuk. Mereka memantau ketinggian air, membantu mengatur lalu lintas, dan memastikan jalur utama tetap bisa dilalui secara terbatas.
Petugas juga memberikan arahan singkat kepada pengendara agar tidak memaksakan diri melintas jika air sudah melewati batas aman kendaraan.
Apa Imbauan Resmi untuk Pengendara dan Warga?
BPBD mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi naiknya debit air jika hujan kembali turun. Pengendara motor dianjurkan menghindari jalur terdampak banjir demi mengurangi risiko kecelakaan dan kerusakan mesin.
Jika harus berkendara, disarankan memilih jalur alternatif dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain agar tidak terperangkap di tengah genangan.
Tips Ringkas Agar Kendaraan Aman Saat Hujan Deras
1. Cek ketinggian air sebelum memutuskan melintas.
2. Gunakan gigi rendah agar dorongan mesin lebih stabil.
3. Hindari memaksa mesin tetap hidup jika mulai tersendat.
4. Pilih jalur yang lebih tinggi atau alternatif lain jika memungkinkan.
Kalau menurutmu informasi ini bermanfaat, yuk bagikan artikel ini ke teman-temanmu, Cess! Biar makin banyak yang dapat info terbaru.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apakah kendaraan masih bisa melewati MT Haryono?
Masih bisa untuk mobil, namun dengan kecepatan rendah. Motor disarankan menghindar karena air cukup tinggi.
2. Apakah kondisi banjir berpotensi memburuk?
BPBD mengimbau tetap waspada karena debit air bisa naik jika hujan kembali turun dalam durasi lama.
3. Apakah ada jalur alternatif yang aman?
Beberapa pengendara memilih memutar ke jalur lebih tinggi di sekitar kawasan Damai dan Grand City.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.