Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

RFCC Balikpapan Mulai Beroperasi, Kilang Terbesar Ini Perkuat Ketahanan Energi Nasional

AdminBTV • Kamis, 27 November 2025 | 15:03 WIB
Kilang Balikpapan dengan unit RFCC baru, menonjolkan teknologi pemrosesan minyak modern sebagai visual hook.
Kilang Balikpapan dengan unit RFCC baru, menonjolkan teknologi pemrosesan minyak modern sebagai visual hook.

Balikpapan TV - Hai Cess! Pengoperasian awal unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) di Kilang Balikpapan resmi dimulai. Momen ini terjadi pada 10 November 2025 dan langsung mencuri perhatian karena unit berkapasitas 90 ribu barel per hari itu jadi yang terbesar di Indonesia.

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menyebut langkah ini sebagai fase baru proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan–Lawe-Lawe yang bakal memperkuat ketahanan energi nasional. Mulai dari peningkatan produksi gasoline, propylene, hingga LPG—semuanya diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor BBM.

Supaya tak ketinggalan cerita penting dari balik megaproyek RDMP yang lagi ramai dibahas di kota, yuk teruskan bacaan ini. Informasinya lumayan daging, apalagi buat yang suka update soal energi, teknologi, dan industri strategis.

Apa yang Membuat Pengoperasian RFCC Balikpapan Kali Ini Jadi Langkah Besar?

Pengoperasian perdana RFCC Balikpapan bukan sekadar aktivasi mesin baru. KPI melihatnya sebagai loncatan besar modernisasi kilang. Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, menjelaskan bahwa RFCC generasi terbaru ini mengolah residu minyak mentah menjadi produk bernilai tinggi.

Menurut Milla, “Ini menjadi bukti kemampuan KPI dalam menghasilkan produk BBM tidak hanya lebih banyak, tetapi juga dengan kualitas yang jauh lebih baik.” Teknologi RFCC memastikan hampir semua bagian minyak mentah termanfaatkan. Tak ada yang tersisa percuma, semua dipecah dan dimaksimalkan.

Mengapa Teknologi RFCC Penting untuk Masa Depan Energi Indonesia?

Teknologi RFCC bekerja seperti “dapur pemecah” berkecepatan tinggi. Residu yang dulunya kurang bernilai kini bisa disulap jadi gasoline, LPG, dan propylene. Dampaknya terasa langsung ke suplai bahan bakar dalam negeri.

Milla menegaskan, “Proses pengolahan di Kilang Balikpapan akan semakin optimal. Tidak ada bagian minyak mentah yang terbuang.” Efisiensi inilah yang membuat RFCC jadi tumpuan peningkatan kapasitas produksi nasional, sekaligus menahan laju impor.

Bagaimana RFCC Balikpapan Dibandingkan dengan Kilang Lain?

RFCC ini kini tercatat sebagai yang terbesar di Indonesia dengan kapasitas 90 ribu barel per hari. Dengan ukuran sebesar ini, Balikpapan berada di atas dua kilang besar lain yang lebih dulu punya unit serupa.

KPI sebelumnya sudah menjalankan RFCC Cilacap (2015) dengan kapasitas 62 ribu barel per hari, serta RCC Balongan (1994) dengan 83 ribu barel per hari. Pengalaman panjang ini jadi modal penting untuk memastikan RFCC Balikpapan bisa mencapai performa maksimal dalam waktu dekat.

Apa Dampak Pengurangan Impor BBM dari Operasinya RFCC Ini?

Selama ini impor gasoline dan LPG masih cukup tinggi. Kehadiran RFCC Balikpapan diproyeksikan mengurangi kebutuhan itu secara signifikan karena sebagian produksi dapat ditutup dari dalam negeri.

Milla menyebut, “RFCC Balikpapan akan membantu mengurangi impor BBM, terutama gasoline dan LPG yang selama ini masih cukup tinggi.” Jika impor berkurang, maka neraca energi dan perekonomian nasional ikut lebih stabil.

Kapan RFCC Balikpapan Diproyeksikan Beroperasi Penuh?

KPI menargetkan RFCC bisa segera mencapai operasi penuh sesuai timeline RDMP Balikpapan–Lawe-Lawe. Seluruh pekerja KPI kini fokus memastikan unit baru ini mengikuti standar operasi yang ketat dan bertahap.

“Ini bagian dari komitmen KPI memperkuat kemandirian energi nasional. Kehadiran RFCC Balikpapan menjadi langkah nyata mewujudkan Indonesia yang semakin mandiri dalam produksi BBM,” tegas Milla. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam kelancaran proyek ini.

RFCC Balikpapan resmi masuk tahap operasional awal, menjadi unit terbesar di Indonesia dengan kapasitas 90 ribu barel per hari. Teknologi ini memodernisasi proses pengolahan minyak mentah, menambah suplai gasoline, LPG, dan propylene, serta mengurangi ketergantungan impor. Pengalaman KPI dari kilang sebelumnya jadi fondasi untuk memastikan unit ini berjalan optimal.

Yuk bantu sebarkan informasi ini biar makin banyak yang paham perkembangan energi di kota kita.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!' Satya

FAQ

Apa fungsi utama unit RFCC di Kilang Balikpapan?
RFCC memecah residu minyak mentah menjadi produk berharga seperti gasoline, LPG, dan propylene, sehingga meningkatkan efisiensi kilang.

Mengapa kapasitas RFCC Balikpapan disebut terbesar di Indonesia?
Karena kapasitas 90 ribu barel per hari melebihi RFCC Cilacap dan RCC Balongan yang lebih dulu beroperasi.

Apakah RFCC akan langsung beroperasi penuh?
Perusahaan menargetkan operasi penuh bertahap sesuai rencana RDMP Balikpapan–Lawe-Lawe.

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Kilang Pertamina Internasional #RFCC Balikpapan #gasoline