Balikpapan TV - Hai Cess! Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan melalui UPTD Pengelolaan Parkir terus mematangkan rencana pembangunan kantong parkir di sepanjang Jalan MT Haryono. Langkah ini menjadi strategi utama untuk mendukung penerapan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) sekaligus mengurai kemacetan yang selama ini kerap muncul di salah satu ruas tersibuk di kota ini.
Upaya tersebut dilakukan lewat pemetaan lahan pada dua segmen utama, meski Dishub menghadapi tantangan soal keterbatasan ruang terbuka dan tumpang tindih rencana pembangunan oleh pihak swasta.
Biar makin paham soal gerakan besar ini, yuk lanjut baca sampai tuntas. Banyak detail menarik yang sayang dilewatkan, apalagi buat Cess yang tiap hari lalu-lalang lewat MT Haryono.
Apa urgensi pembangunan kantong parkir di MT Haryono?
Dishub menilai peningkatan volume kendaraan dalam beberapa tahun terakhir membuat MT Haryono menjadi titik krusial kemacetan. Kondisi ini dipicu pemanfaatan bangunan yang berubah fungsi dari hunian menjadi tempat usaha, tetapi tanpa menyediakan area parkir memadai. Dampaknya, kendaraan pelanggan menumpuk di bahu jalan dan mempersempit ruang gerak.
Langkah pemetaan kantong parkir ini menjadi solusi prioritas agar arus kendaraan kembali lancar. Upaya tersebut sekaligus mendukung rencana jangka panjang penerapan Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Apa saja kendala pada segmen pertama MT Haryono?
Pada segmen pertama, Dishub menghadapi tantangan besar karena sebagian besar lahan merupakan kepemilikan pribadi. Menurut Kepala UPTD Pengelolaan Parkir, Bastian Zarkasyi, hingga kini belum ada pemilik yang bersedia melepas atau menjual lahannya untuk keperluan publik.
“Untuk segmen pertama, kami menghadapi tantangan karena sebagian besar lahan merupakan milik pribadi. Hingga saat ini belum ada yang siap dilepas atau dijual,” ungkap Bastian.
Apakah ada peluang pembangunan kantong parkir di segmen kedua?
Berbeda dari segmen pertama, beberapa titik pada segmen kedua teridentifikasi berpotensi dijadikan area parkir umum. Namun sebagian besar lokasi tersebut berada dalam rencana pembangunan ruko oleh pihak swasta, sehingga butuh koordinasi lanjutan agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi lahan.
Dishub menekankan bahwa harmonisasi kepentingan antara pemerintah, pemilik lahan, dan pengembang swasta menjadi kunci agar program ini berjalan mulus dan tidak merugikan pihak manapun.
Apa faktor pemicu kemacetan di MT Haryono menurut Dishub?
Bastian menjelaskan bahwa penyebab utama kemacetan adalah perubahan fungsi bangunan tanpa kesiapan fasilitas parkir. Ketika bangunan beralih fungsi menjadi tempat usaha tanpa menyediakan ruang parkir, dampaknya langsung terasa di jalan raya.
“Jalan di kawasan itu sudah tidak bisa diperlebar lagi. Ketika bangunan berubah fungsi tanpa menyiapkan parkir, kendaraan akhirnya menumpuk di pinggir jalan,” tegasnya.
Apa langkah jangka panjang Dishub untuk mengurai kemacetan?
Dishub berkomitmen memperketat pengawasan parkir liar sekaligus memperkuat komunikasi dengan pemilik lahan serta pelaku usaha. Tujuannya untuk memastikan pembangunan kantong parkir benar-benar solutif, bukan sekadar penanganan sementara.
“Pembangunan kantong parkir bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga ketertiban dan keselamatan. Kami ingin menciptakan sistem parkir yang tertib, aman, dan terintegrasi,” ujar Bastian.
Tips singkat bermanfaat untuk pengguna MT Haryono:
-
Pilih jam perjalanan yang lebih longgar jika memungkinkan untuk menghindari titik padat.
-
Cari opsi parkir alternatif di luar zona inti MT Haryono sebelum menuju area usaha.
-
Manfaatkan layanan ojek daring untuk mengurangi kepadatan kendaraan pribadi.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Dishub berharap penerapan KTL di sepanjang MT Haryono bisa memberi efek positif jangka panjang. Mulai dari mengurangi kemacetan, meningkatkan keteraturan lalu lintas, hingga menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih aman bagi masyarakat Balikpapan.
Balikpapan akhirnya bergerak menuju sistem transportasi yang lebih tertib, rapi, dan responsif terhadap kebutuhan warganya.
FAQ
1. Mengapa MT Haryono menjadi prioritas pembangunan kantong parkir?
Karena ruas tersebut merupakan jalur padat aktivitas harian dan sering menjadi titik macet akibat keterbatasan area parkir.
2. Apakah ada timeline pembangunan kantong parkir?
Dishub masih dalam tahap pemetaan lahan dan koordinasi dengan pemilik lahan, sehingga timeline masih menyesuaikan perkembangan negosiasi.
3. Apakah pembangunan ini berdampak pada pelaku usaha di MT Haryono?
Ya, terutama terkait penyesuaian area parkir dan harmonisasi pemanfaatan lahan agar tidak mengganggu operasional usaha.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.
Editor : Arya Kusuma