Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ketua RT Ungkap Kronologi 6 Anak yang Tewas Tenggelam di Waduk KM 8 Balikpapan

Rizkiyan Akbar • Rabu, 19 November 2025 | 09:34 WIB

Area kubangan proyek di kawasan Grand City, Waduk KM 8, Batu Ampar, Balikpapan Utara, Selasa (18 November 2025).
Area kubangan proyek di kawasan Grand City, Waduk KM 8, Batu Ampar, Balikpapan Utara, Selasa (18 November 2025).

Balikpapan TV – Hai Cess! Tragedi tewasnya enam anak yang tenggelam di kubangan proyek kawasan Grand City, Waduk KM 8, Batu Ampar, Balikpapan Utara, Senin (17 November 2025) kini jadi sorotan serius seluruh warga.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Balikpapan yang berlangsung pada Selasa (18 November 2025), ketua RT 37, Andi Firmansyah menjelaskan langsung kronologi insiden naas tersebut. Yuk, simak bareng-bareng kronologinya, Cess!

Bagaimana Kubangan Air Itu Bisa Terbentuk?

Kubangan yang terlihat seperti genangan tenang itu awalnya bukan kolam, melainkan lahan hasil gusuran yang turun hampir 10 meter.

Tanah timbunannya ditarik ke arah permukiman, menciptakan area lumpur hidup sedalam kurang lebih 1,5 meter. Dari permukaan tampaknya aman, seperti air hujan biasa yang menggenang.

Andi Firmansyah menjelaskan bahwa air tampak jernih sehingga anak-anak sering bermain di sana. “Karena air jernih itu anak-anak datang untuk bermain dan mandi,” ujarnya dalam RDP. 

Baca Juga: Operasi Zebra Mahakam 2025 di Balikpapan Resmi Berjalan, Cek Lokasi dan Targetnya

Bagaimana Kronologi Enam Anak Tenggelam di Waduk KM 8 Balikpapan?

Menurut penjelasan resmi, tujuh anak berjalan bersama setelah pulang mengaji. Mereka melewati jalur yang biasa dilintasi warga—jaraknya sekitar 500 meter dari rumah. Di titik inilah enam di antara mereka tergoda mandi karena air terlihat bening dan tak tampak menakutkan dari atas.

“Mereka melompat, ternyata itu lumpur. Empat anak ditemukan dalam posisi berangkulan, diduga saling mencoba menolong,” tutur Andi.

Satu anak berusia empat tahun tak ikut mandi. Justru dialah yang segera pulang memberi tahu ibunya bahwa kakak dan teman-temannya tenggelam. Dari bocah kecil itulah kabar tragedi menyebar.

Bagaimana Proses Pencarian Korban oleh Tim Basarnas?

Basarnas menerima laporan bahwa dua anak lebih dulu ditemukan warga dalam kondisi meninggal.

Proses pencarian berikutnya dilakukan dengan penyelaman menyusuri radius 1–10 meter di bawah permukaan kubangan. Tim menemukan kedalaman air mencapai 4–6 meter.

Endrow dari Basarnas menjelaskan runtutan penemuan korban: satu anak ditemukan pukul 19.50 Wita, disusul korban berikutnya pukul 19.58, lalu korban terakhir pada 20.02 Wita.

Seluruh korban langsung dibawa ke RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Endrow mengimbau agar pengelola memasang peringatan di sekitar area waduk demi keselamatan warga.

Siapa Saja Korban dan Apa Kritik RT Terhadap Pengembang?

Keenam korban terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Empat di antaranya saudara kandung: AKH (12), IN (11), ALAF (8), dan sepupu mereka AZA (5). Dua lainnya adalah MR (9) dan KA (9) warga RT 37. Semuanya tinggal tak jauh dari lokasi kubangan.

Dalam RDP, Andi Firmansyah menyampaikan kekecewaan atas minimnya koordinasi pihak pengembang. “Selama ini tidak ada koordinasi dengan kami sebagai RT,” tegasnya.

Ia menanggapi pernyataan bahwa tanah itu bukan milik pengembang dengan analogi sederhana: “Betul mungkin bukan milik Sinar Mas, tapi akibatnya muncul karena ada sebab. Tidak mungkin rokok terbakar kalau tidak ada api.”

Ia meminta agar warga tidak dijadikan korban luapan masalah pembangunan: “Jangan jadikan warga kami sebagai tumbal. Sudah ada korban, baru ada pertemuan seperti ini.”

Ia juga menyayangkan pejabat yang tidak menyambangi keluarga korban. Permintaannya jelas: area kubangan harus segera dipagari.

Kalau menurutmu informasi ini bermanfaat, yuk sebarkan artikel ini, Cess! Biar makin banyak orang yang sadar soal keselamatan lingkungan pemukiman.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!"

 

FAQ

1. Apakah kubangan itu benar-benar tidak tampak berbahaya dari permukaan?

Iya, permukaannya terlihat jernih sehingga anak-anak mengira airnya dangkal.

2. Mengapa anak-anak bisa dengan mudah menuju lokasi kubangan?

Karena jaraknya hanya sekitar 500 meter dari rumah mereka dan merupakan jalur yang biasa dilalui warga.

3. Apakah sudah ada tanda bahaya atau pagar sebelum kejadian?

Dari penjelasan pengurus RT, belum ada pagar maupun tanda peringatan di sekitar area kubangan.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#balikpapan #Kubangan #Waduk KM 8 #grand city #anak tenggelam