8 Kegiatan dalam Gelaran MTQ ke 53 di Balikpapan: Ada Nikah Massal hingga Bazar UMKM
Rizkiyan Akbar• Minggu, 16 November 2025 | 11:12 WIB
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo bersiap memukul beduk sebagai tanda dimulainya MTQ ke 53 Kota Balikpapan, Jumat (14 November 2025).
Balikpapan TV – Hai Cess!Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke 53 Tingkat Kota Balikpapan resmi dimulai di Kampus Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), Jumat (14 November 2025).
Acara tahunan yang menghadirkan kafilah dari seluruh kecamatan ini dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo dan akan berlangsung hingga 19 November 2025.
Penasaran kegiatan apa saja yang disajikan dalam acara MTQ ke 53 di Poltekba ini? Yuk, lanjut baca sampai habis, Cess!
Berapa Banyak Kafilah yang Ikut dan Di Mana Saja Lokasinya?
MTQ ke 53 ini menghadirkan 415 kafilah. Berikut rinciannya: Balikpapan Utara ada 83 kafilah, Balikpapan Selatan 67, Balikpapan Tengah 88, Balikpapan Barat 60, Balikpapan Timur 58 dan Balikpapan Kota sebanyak 59 kafilah.
Adapun lokasi lomba dipusatkan di enam venue, mulai dari GWT Poltekba, Gedung Terpadu Poltekba, hingga Aula Kecamatan Balikpapan Utara.
Apa Saja Kegiatan Pendukung yang Bikin MTQ Tahun Ini Semarak?
Gelaran MTQ ke-53 bukan hanya soal lomba. Ada rangkaian kegiatan yang membuat atmosfer lebih berwarna. Berikut rinciannya:
1. Pawai Kirab atau Pawai Ta’aruf MTQ yang berlangsung pada tanggal 14 November 2025.
2. Bekam Massal dan Festival Rebana yang berlangsung pada tanggal 15 November 2025.
3. Lomba mewarnai tingkat TK/PAUD yang berlangsung pada tanggal 16 November 2025.
4. Nikah Massal dan Lomba Story Telling SD/MI yang berlangsung pada tanggal 17 November 2025.
5. Lomba puisi islami tingkat SMP/MTs yang berlangsung pada tanggal 18 November 2025.
6. Bazzar UMKM yang berlangsung pada tanggal 14-19 November 2025.
Bagaimana Makna MTQ ke 53 Ini Bagi Warga Balikpapan?
MTQ tahun ini membawa tema besar “Menumbuhkan Generasi Qur’ani Menuju Balikpapan yang Agamis, Nyaman, Modern dan Sejahtera”.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyampaikan bahwa MTQ bukanlah kompetisi biasa. Ia menegaskan bahwa gelaran ini adalah ruang untuk mendekatkan masyarakat pada Al-Qur’an dan memperkuat karakter umat Islam di tengah tantangan zaman yang terus bergerak.
“Gelaran ini bukan hanya ajang kompetisi, tapi sarana untuk memperluas wawasan dan keterampilan masyarakat dalam semangat dakwah dan syiar Islam—khususnya menumbuhkan cinta Al-Qur’an—hingga melahirkan umat muslim berakhlak dan berkarakter yang tetap kokoh menghadapi perubahan zaman,” ungkapnya.
Apa Harapan Pemerintah Terhadap MTQ Tahun Ini?
Bagus Susetyo menekankan pentingnya menjaga harmoni antara nilai agama dan perkembangan kota. Dengan Balikpapan yang terus berkembang sebagai kota modern, pemerintah ingin memastikan bahwa nilai religius tetap tumbuh berdampingan dengan kemajuan teknologi dan urbanisasi.
“Kita berharap MTQ sebagai agenda tahunan dapat menjadi sarana yang benar-benar bermakna untuk membumikan pesan Al-Qur’an lewat kegiatan membaca, menghafal, menulis, menafsirkan, memahami, hingga menyampaikan ajaran-Nya sebagai pedoman dalam kehidupan,” pungkasnya.
Yuk, bagikan artikel ini ke teman-teman dan keluargamu, Cess! Biar makin banyak yang ikut merasakan hangatnya syiar MTQ.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Berapa lama MTQ ke-53 Balikpapan berlangsung?
Selama enam hari, mulai 14 hingga 19 November.
2. Siapa saja yang ikut berpartisipasi di MTQ tahun ini?
Sebanyak 415 kafilah dari enam kecamatan.
3. Kegiatan apa yang bisa dikunjungi masyarakat umum selain lomba utama?
Ada Pawai Ta’aruf, Nikah Massal, Bekam Massal, Bazar UMKM, mewarnai, puisi Islami, storytelling, hingga festival rebana.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia Editor : Arya Kusuma