Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

DPRD Balikpapan Soroti Dampak Serius Pemotongan TPP Tenaga Kesehatan

Rizkiyan Akbar • Jumat, 14 November 2025 | 09:54 WIB

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, saat diwawancarai mengenai dampak pemotongan TPP tenaga kesehatan, Senin (3 November 2025).
Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, saat diwawancarai mengenai dampak pemotongan TPP tenaga kesehatan, Senin (3 November 2025).

Balikpapan TV – Hai Cess! DPRD Balikpapan menyoroti rencana pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi tenaga kesehatan dalam APBD 2026, isu yang dianggap bisa menggerus kualitas layanan publik jika diterapkan.

Rencana efisiensi ini muncul di tengah upaya pemerintah daerah untuk menata anggaran. Namun Komisi IV menilai, pemotongan tunjangan bisa berdampak ke motivasi tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.

Nah, penasaran alasan kenapa pemotongan TPP Tenaga Kesehatan bisa mengganggu kualitas layanan publik? Yuk, baca artikel ini sampai habis, Cess!

Apa Alasan DPRD Menyoroti Rencana Pemotongan TPP Tenaga Kesehatan?

DPRD menilai pemotongan TPP bisa mempengaruhi kesejahteraan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung layanan dasar.

Ketua Komisi IV, Gasali, menyampaikan langsung kekhawatiran tersebut, “Kami memahami perlunya efisiensi anggaran, tetapi jangan sampai kebijakan tersebut memotong hak tenaga kesehatan. Dampaknya bisa memengaruhi kualitas pelayanan publik, khususnya di fasilitas kesehatan milik pemerintah,” ujarnya, Senin (3 November 2025).

Baca Juga: Gratis! Baznas Balikpapan Gelar Sunat Massal 2025, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bagaimana Dampaknya terhadap Kualitas Layanan Publik?

Komisi IV menilai pemotongan TPP berpotensi menurunkan motivasi kerja tenaga kesehatan yang setiap hari melayani masyarakat.

Ketika motivasi menurun, layanan pun rentan ikut terdampak. Faktor seperti ketepatan pelayanan, fokus kerja, dan stabilitas SDM di fasilitas kesehatan bisa ikut menurun. Inilah kekhawatiran utama DPRD: layanan publik jangan sampai ikut terpukul oleh kebijakan efisiensi.

Benarkah Anggaran Kesehatan Sudah Cukup Besar di APBD?

Gasali menjelaskan bahwa sektor kesehatan dan pendidikan mendapat alokasi sekitar 20 persen APBD, menunjukkan keduanya termasuk prioritas utama daerah.

“Kesehatan dan pendidikan adalah sektor vital. Dengan dukungan anggaran yang memadai, kedua sektor ini seharusnya bisa terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.

Menurutnya, anggaran besar ini seharusnya menjadi modal untuk mempertahankan kualitas pelayanan publik tanpa mengurangi kesejahteraan tenaga kesehatan.

Apa Alternatif Efisiensi yang Disarankan DPRD agar Tidak Menyentuh Hak Nakes?

DPRD melalui Komisi IV mendorong pemerintah kota mencari cara lain untuk mengefisienkan anggaran—bukan dengan memotong TPP tenaga kesehatan.

Saran yang muncul adalah optimalisasi belanja non-prioritas dan penguatan pendapatan daerah. DPRD berkomitmen mengawal penuh pembahasan APBD 2026 agar efisiensi tetap berjalan, namun kualitas layanan publik tidak tergerus.

Secara keseluruhan, DPRD Balikpapan memberi sinyal kuat bahwa efisiensi anggaran perlu pengawasan ketat agar tidak berdampak pada tenaga kesehatan. Mereka memegang peran vital, sehingga pemotongan TPP bukan pilihan ideal.

Komitmen pengawalan APBD 2026 menjadi langkah untuk memastikan layanan publik tetap prima sekaligus menjaga stabilitas kerja tenaga kesehatan.

Kalau menurutmu isu ini penting untuk diketahui banyak orang, yuk sebarkan informasi ini, Cess! 

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

1. Apa itu TPP bagi tenaga kesehatan?

TPP adalah tunjangan yang terkait dengan beban kerja dan tanggung jawab tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan publik.

2. Mengapa rencana pemotongannya menjadi perhatian DPRD?

Karena pemotongan dianggap bisa menurunkan motivasi tenaga kesehatan serta berdampak pada kualitas layanan publik.

3. Apa yang akan dilakukan DPRD setelah sorotan ini?

Komisi IV akan mengawal pembahasan APBD 2026 dan mendorong efisiensi tanpa mengurangi hak tenaga kesehatan.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#dprd balikpapan #layanan publik #tenaga kesehatan #tpp #tambahan penghasilan pegawai