Balikpapan TV - Hai Cess! Baznas Balikpapan kembali gerak cepat bantu warga punya keterampilan biar bisa terserap di dunia kerja.
Kali ini, lewat kolaborasi bareng PT Bina Multi Cipta Indonesia (BMCI), mereka menggelar Pendidikan Dasar (Diksar) Satpam Gada Pratama di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Rabu (12 November 2025).
Program ini diikuti 100 peserta dan dihadiri Asisten I Bidang Tata Praja Drs. Zulkifli mewakili Wali Kota Rahmad Masud, bersama para komisioner Baznas dan Dirut PT BMCI, Tri Tohiroh (Terry).
Tujuannya sederhana tapi penting banget: mencetak tenaga Satpam profesional bersertifikat nasional yang bisa langsung kerja di Balikpapan dan IKN.
“Banyak program pemberdayaan umat dari Baznas Balikpapan. Selain bantu UMKM, kami juga beri kompetensi warga di bidang keamanan untuk jadi satuan pengamanan (Satpam),” ujar Ketua Baznas Balikpapan H. Abdul Rosyid Bustomi di sela acara pelepasan peserta.
Langkah ini bukan sekadar pelatihan, tapi wujud nyata zakat yang bergerak: dari umat, untuk umat. Yuk lanjut baca, karena ceritanya bukan cuma soal kerja, tapi juga soal peluang hidup baru!
Baca Juga: Polresta Balikpapan Ungkap 32 Kasus Narkoba, Nilai Barang Bukti Tembus Rp1,3 Miliar!
Apa Tujuan Program Diksar Satpam Ini, Cess?
Baznas Balikpapan pengen bantu warga biar punya skill dan sertifikat resmi BNSP. Kolaborasi bareng PT BMCI, badan usaha jasa pengamanan berizin nasional, bikin program ini diakui secara profesional.
“Bekerja sekarang harus punya keahlian dan sertifikasi. Satpam itu profesi yang butuh kompetensi, bukan sekadar jaga pintu,” tegas Bustomi.
Ia juga menyebut, gaji satpam bersertifikat bisa tembus Rp8 juta untuk posisi supervisor di perusahaan besar, termasuk di IKN.
Dari tiga gelombang pelatihan, semua peserta sebelumnya sudah bekerja. “Pertama 40 orang, kedua 50, dan sekarang 100 orang. Alhamdulillah semuanya terserap kerja,” ujarnya penuh semangat.
Siapa yang Bisa Ikut Diksar Satpam Baznas Balikpapan?
Menurut Komisioner Baznas H. Djaelani, ada syarat-syarat khusus buat calon peserta. Usia 18–35 tahun, domisili Balikpapan, minimal lulusan SMA/sederajat, dan belum punya pekerjaan tetap.
“Kita juga minta surat keterangan dari RT dan kelurahan. Untuk tinggi badan, minimal 160 cm perempuan dan 165 cm laki-laki, karena ini bagian dari standar profesi,” jelas Djaelani.
Ia menambahkan, peserta juga harus sehat jasmani dan rohani karena pelatihannya cukup disiplin dan intens.
“Kami kerja sama dengan Ditbinmas Polda Kaltim sebagai instruktur, supaya peserta benar-benar siap kerja di lapangan,” tambahnya.
Bagaimana Dukungan Pemkot untuk Program Ini?
Wali Kota Rahmad Mas’ud melalui Asisten I Drs. Zulkifli menyampaikan apresiasi besar. Menurutnya, Baznas berhasil wujudkan zakat yang produktif dan berdampak langsung.
“Luar biasa Baznas Balikpapan ini, sudah tiga gelombang Diksar Satpam digelar, semua gratis. Ini bukti nyata pemanfaatan zakat untuk pengentasan pengangguran,” ucap Zulkifli.
Ia juga menegaskan, Pemkot Balikpapan berkomitmen terus mendorong program seperti ini agar SDM lokal makin kompetitif, apalagi peluang kerja di IKN makin terbuka.
“Jangan sia-siakan kesempatan ini, karena ini investasi masa depan,” katanya memberi semangat.
Baca Juga: Brimob Hadirkan Bus Sekolah Gratis untuk Pelajar Balikpapan, Cek Rute dan Jadwalnya!
Apa Manfaat Langsung Buat Peserta dan Kota Balikpapan?
Selain peluang kerja, peserta juga mendapatkan sertifikat berlisensi BNSP—modal penting buat melamar ke perusahaan besar. Ada juga pembinaan fisik, etika profesi, dan pelatihan kedisiplinan yang dipandu langsung oleh pelatih berpengalaman.
Salah satu peserta, Djody, bilang dirinya sangat bersyukur, “Kami sangat terbantu dengan program ini. Selain dapat pelatihan, kami juga diberi harapan untuk bisa bekerja dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Dari sisi kota, program ini bantu tekan angka pengangguran dan sekaligus menumbuhkan budaya kerja profesional di Balikpapan. Zakat jadi energi sosial yang nyata, bukan cuma urusan ibadah, tapi solusi ekonomi yang berkelanjutan.
Tips Singkat: Biar Kamu Bisa Ikut Program Seperti Ini
1. Pantau pengumuman resmi Baznas Balikpapan, biasanya di media sosial dan situs resmi.
2. Siapkan dokumen penting seperti KTP, KK, dan surat rekomendasi RT/Kelurahan.
3. Jaga kondisi fisik dan mental. Pelatihan ini cukup disiplin dan butuh stamina.
4. Ikuti seleksi dengan niat kuat. Ini bukan cuma pelatihan, tapi peluang hidup baru.
Baznas Balikpapan membuktikan kalau zakat bisa jadi motor penggerak kemandirian ekonomi. Dari cleaning service, hingga Satpam, semua dilatih gratis dan diarahkan langsung ke pasar kerja.
“Mengentaskan pengangguran dan meningkatkan penghasilan warga itu target utama Baznas. Karena sejalan dengan visi-misi pembangunan Kota Balikpapan,” tegas Bustomi yang juga Ketua MUI Balikpapan.
Kegiatan Diksar Satpam Gada Pratama ini menegaskan satu hal penting: zakat bukan cuma soal berbagi, tapi tentang menciptakan kesempatan. Dari pelatihan ini, lahirlah para penjaga masa depan yang profesional dan berintegritas.
Yuk Cess, sebarkan kabar baik ini biar makin banyak warga tahu kalau peluang kerja bisa datang dari semangat kebersamaan!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Apakah pelatihan Diksar Satpam Baznas Balikpapan gratis?
Ya, semua biaya ditanggung Baznas Balikpapan melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.
2. Apakah peserta langsung diterima kerja setelah pelatihan?
Tidak otomatis, tapi sebagian besar lulusan sebelumnya sudah bekerja di perusahaan besar seperti BI dan IKN.
3. Di mana mendaftar jika ingin ikut Diksar berikutnya?
Pendaftaran dibuka di kantor Baznas Kota Balikpapan atau melalui media sosial resmi mereka.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.