Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

CGH Award 2025: Bagus Susetyo Ajak Warga Balikpapan Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Mella Intan Thiarani • Selasa, 4 November 2025 | 19:18 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai gaya hidup sehari-hari.

Seruan ini disampaikannya saat menghadiri CGH Award 2025 yang dirangkaikan dengan pengukuhan Forum Adiwiyata dan penyerahan penghargaan Sekolah Adiwiyata, di BSCC Dome, Selasa (4 November 2025).

Acara tersebut digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan sebagai puncak rangkaian kegiatan yang telah berjalan selama satu bulan.

Ajakan ini memiliki makna kuat: menjaga lingkungan bukan hanya urusan lomba atau seremoni penghargaan, tapi praktik yang tumbuh dari kesadaran dan kebiasaan harian.

Nah, menarik untuk disimak bagaimana pesan tersebut dihubungkan dengan kondisi dan harapan kota kita yang menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Yuk, lanjut baca sampai selesai, Cess!

Baca Juga: Kampung Bungas Jadi Contoh Gerakan Hijau Kota Balikpapan di Ajang CGH Award 2025

Mengapa Kesadaran Lingkungan Perlu Jadi Gaya Hidup?

Bagus menegaskan bahwa Balikpapan memegang peran strategis sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Identitas kota hijau, bersih, dan tertib bukan muncul tiba-tiba. Ia adalah hasil gotong royong pemerintah, swasta, dan masyarakat yang konsisten menjaga lingkungan.

Dalam sambutannya ia menyampaikan: “Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara harus mampu mempertahankan predikatnya sebagai kota hijau, bersih, dan tertib. Predikat ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil kerja keras seluruh pihak baik pemerintah, swasta, dan masyarakat.”

Apa Pesan Penting dalam CGH Award 2025 Ini?

Acara CGH Award 2025 bukan sekadar ajang penghargaan, tapi momentum untuk menguatkan kebiasaan baik.

Bagus menekankan bahwa kepedulian lingkungan tidak boleh hanya muncul menjelang penilaian lomba atau saat ada event tertentu.

“Kita berharap, menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan dua atau tiga bulan menjelang lomba. Mulai besok, kita semua harus menjadikan kebersihan sebagai kebiasaan,” ujarnya.

Pesan ini menempatkan tanggung jawab lingkungan sebagai bagian alami dari aktivitas keseharian warga.

Bagaimana Komitmen Pengurangan Sampah Sekali Pakai?

Salah satu poin yang juga disorot adalah pengurangan plastik sekali pakai. Gerakan ini dimulai dari komitmen masyarakat untuk mengurangi penggunaan minuman dalam kemasan plastik.

Bagus mengatakan: “Kita sepakat, mulai besok tidak ada lagi minuman berkemasan plastik. Mari kita mulai dari diri kita masing-masing.”

Langkah ini sejalan dengan tren global menuju gaya hidup minim sampah yang lebih ramah bumi.

Seberapa Penting Penerapan Konsep Eco Office?

Selain rumah tangga, dunia kerja juga punya peran besar. Bagus menyoroti penerapan prinsip ramah lingkungan di kantor pemerintahan dan swasta melalui konsep Eco Office.

“Kita perlu membiasakan penghematan energi, air, serta mengurangi penggunaan kertas dan plastik sekali pakai. Ini bagian dari tanggung jawab kita terhadap bumi,” tuturnya.

Perubahan pola kerja ini diharapkan menular ke kehidupan harian masyarakat.

Bagaimana Pencapaian Program Kampung Iklim di Balikpapan?

Bagus juga memaparkan capaian Program Kampung Iklim (Proklim). Saat ini, terdapat dua kelurahan dengan kategori Proklim Lestari yakni Teritip dan Muara Rapak, 13 kelurahan kategori Utama, serta 10 kawasan kategori Pratama.

Ia memberi apresiasi khusus: “Kelurahan Gunung Sari Ilir menjadi contoh yang luar biasa. Warganya aktif menjaga lingkungan dan berkolaborasi membangun kawasan yang bersih serta sehat.”

Hal ini menjadi bukti bahwa gerakan lingkungan dapat tumbuh kuat dari inisiatif masyarakat.

Tips Sederhana untuk Membiasakan Hidup Ramah Lingkungan (Bisa Dimulai Hari Ini)

1. Bawa tumbler dan hindari pembelian minuman berkemasan sekali pakai.

2. Matikan lampu dan AC saat ruangan tidak dipakai.

3. Gunakan kembali kantong belanja, wadah, dan alat makan.

4. Biasakan memilah sampah dari rumah (organik dan anorganik).

Pada akhirnya, ajakan yang dibawa Bagus adalah ajakan untuk peduli, konsisten, dan bersama-sama menjaga keberlanjutan kota.

Ini bukan hanya tentang penghargaan, tapi tentang masa depan Balikpapan sebagai ruang hidup yang nyaman untuk semua. Yuk sebarkan artikel ini, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa itu CGH Award 2025?

Acara penghargaan lingkungan yang dilaksanakan DLH Balikpapan untuk mengapresiasi kawasan, sekolah, dan komunitas peduli lingkungan.

2. Apa tujuan pengurangan plastik sekali pakai?

Untuk mengurangi sampah harian dan menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan kota.

3. Apa itu Eco Office?

Upaya menerapkan prinsip ramah lingkungan di lingkungan kerja, seperti hemat listrik, air, dan mengurangi sampah.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia. 

 

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan sambutan di acara Eco Office dan CGH Award 2025 di BSCC Dome, Selasa (4 November 2025).
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan sambutan di acara Eco Office dan CGH Award 2025 di BSCC Dome, Selasa (4 November 2025).

Editor : Arya Kusuma
#BSCC Dome #CGH Award 2025 #Bagus Susetyo #Wakil Wali Kota Balikpapan