Balikpapan TV - Hai Cess! Kampung Bungas di Kelurahan Gunung Sari Ilir berhasil meraih terbaik pertama kategori kawasan RT dalam ajang CGH Award 2025 di BSCC Dome, Balikpapan, Selasa (4 November 2025).
Program lingkungan ini dipelopori oleh Suwanto, tokoh penggerak warga yang juga dinobatkan sebagai Tokoh Motivator CGH dan Eco Office 2025.
Gerakan yang dimulai sejak 2019 ini berkembang melibatkan enam RT dan menjadi contoh nyata gerakan lingkungan berbasis warga.
Program Kampung Bungas (Kampung Buah, Bunga, dan Sayur) hadir dari semangat sederhana: menjadikan pekarangan rumah bukan sekadar ruang kosong, tetapi ruang hijau yang produktif.
Dari inisiatif kecil, gerakan ini tumbuh jadi identitas kawasan—bukan hanya bersih, tapi juga hijau dan mandiri pangan. Yuk lanjut baca, ceritanya menarik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, Cess!
Baca Juga: DLH Balikpapan Gelar Awarding RT CGH dan Eco Office 2025 di BSCC Dome
Bagaimana Kampung Bungas Mulai Berkembang?
Kampung Bungas lahir melalui gerakan komunitas yang mengajak warga memanfaatkan lahan rumah masing-masing.
Suwanto memulai ajakan ini di dua RT, yaitu 68 dan 69. Semangat yang tumbuh dari kebersamaan membuat gerakan ini meluas hingga mencakup enam RT: 64, 65, 66, 67, 68, dan 69. Semua berjalan dengan visi yang sama: lingkungan bersih, hijau, dan mandiri secara pangan.
Gerakan ini membuat warga terbiasa menanam, merawat, dan memanen hasil sendiri. Dari selada, sawi, tomat, cabai, hingga terong, setiap rumah punya kontribusi kecil yang membentuk perubahan besar.
“Kegiatan yang dilakukan di Kampung Bungas antara lain menanam, merawat, dan memanen. Hasilnya bisa dijual atau dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Suwanto.
Apa Saja yang Ditanam di Kampung Bungas?
Di kawasan ini terdapat sekitar 3.000 lubang tanam hidroponik, dilengkapi dengan beragam tanaman di tanah.
Variasi pertanian rumah warga menciptakan suasana kawasan yang asri dan segar. Buah, bunga, dan sayur jadi identitas visual yang menenangkan mata untuk siapa pun yang melintas.
Jenis tanaman yang dibudidayakan beragam. Selain sayuran konsumsi, ada pula tanaman buah dan tanaman hias, sehingga kebutuhan dapur dan estetika lingkungan berjalan beriringan.
Kampung Bungas membuktikan bahwa ruang hijau tidak harus luas—yang penting adalah pemanfaatannya, Cess!
Bagaimana Peran Gotong Royong dalam Gerakan Ini?
Kunci keberhasilan Kampung Bungas adalah kebersamaan. Warga menyediakan lahan dan tenaga, sementara pemerintah melalui Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan memberikan bibit dan pupuk, serta pembinaan dari kelurahan hingga kecamatan.
“Sistemnya gotong royong. Warga menyiapkan lahan, pemerintah bantu bibit dan pupuk. Semua dilakukan bersama untuk kepentingan lingkungan dan masyarakat,” jelas Suwanto.
Apa Target Kampung Bungas ke Depan?
Kampung Bungas kini menjadi salah satu percontohan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tingkat kota. Program ini bukan hanya menata ruang hijau, tapi juga memperkuat hubungan sosial dalam keseharian.
“Target ke depan, Kampung Bungas bisa meluas hingga mencakup 10 RT,” tutur Suwanto dengan penuh harap.
Semangat ekspansi ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk memulai perubahan mulai dari hal kecil di sekitar rumah sendiri.
Baca Juga: BPBD Balikpapan Ingatkan Warga Waspadai Longsor, Banjir, dan Kebakaran di Musim Hujan
Tips Singkat: Ingin Mulai Menanam di Rumah?
1. Mulai dari satu tanaman yang paling sering dipakai, misalnya cabai atau selada.
2. Gunakan media tanam sederhana seperti pot bekas atau botol air mineral.
3. Siram rutin pagi atau sore, sesuaikan intensitas cahaya, sabar melihat prosesnya.
Kampung Bungas bukan sekadar ruang hijau. Ini adalah simbol gerakan warga, kemandirian pangannya, hingga kebersamaan yang tumbuh alami.
Semangat yang lahir dari masyarakat menjadi bukti bahwa inovasi lingkungan sangat mungkin berkembang dari bawah ke atas. Yuk bagikan cerita inspiratif ini ke teman atau keluargamu yang butuh dorongan untuk mulai berbuat hal kecil bagi lingkungan sekitar, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Apa itu Program Kampung Bungas?
Program penghijauan berbasis pekarangan di Kelurahan Gunung Sari Ilir yang mendorong kemandirian pangan warga.
2. Siapa penggerak utama Kampung Bungas?
Sosok penggeraknya adalah Suwanto, yang juga dinobatkan sebagai Tokoh Motivator CGH dan Eco Office 2025.
3. Apa manfaat utamanya bagi warga?
Selain memenuhi kebutuhan pangan, program ini memperkuat kebersamaan dan menciptakan lingkungan yang asri.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.