Balikpapan TV - Hai Cess! Gerakan mengelola sampah dari rumah kembali digaungkan sebagai kunci menjaga kebersihan kota.
Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, mengingatkan bahwa pengurangan beban sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan peran bersama seluruh warga.
Ia menegaskan bahwa masalah sampah merupakan persoalan kolektif yang perlu dimulai dari lingkup paling sederhana: rumah tangga. Sampah organik bisa menjadi kompos dan sampah anorganik memiliki nilai ekonomi melalui daur ulang.
Yuk, simak lebih dalam kenapa gerakan ini penting dan bagaimana cara warga bisa ikut mengambil peran, Cess!
Mengapa Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah?
Budiono menekankan bahwa sumber utama sampah harian berasal dari aktivitas rumah tangga. Karena itu, langkah paling efektif adalah dimulai dari titik tersebut sebelum sampah masuk dalam sistem pengelolaan kota. Pemilahan di awal membuat proses berikutnya lebih mudah.
Dalam pandangannya, kota sebesar Balikpapan perlu memiliki budaya pengolahan sampah yang matang. Membuang semua jenis sampah secara bercampur sudah tidak relevan.
Ia menilai pemahaman warga perlu terus diperkuat agar tercipta kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab.
Baca Juga: TPA Manggar Terancam Penuh, DPRD Balikpapan Siapkan Langkah Atasi Masalah Sampah
Apa Saja Jenis Sampah yang Bisa Diolah di Rumah?
Menurut Budiono, sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diubah menjadi kompos. Kompos ini bisa dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan ataupun komunitas urban farming.
Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik dan kertas dapat dipilah untuk kemudian dijual atau didaur ulang.
“Kalau kita mau sedikit usaha, sampah sebenarnya punya nilai. Dengan memilah dari awal, kita bisa mengurangi jumlah sampah ke TPA dan bahkan bisa menghasilkan pendapatan dari hasil daur ulang,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Balikpapan, Senin (13 Oktober 2025).
Bagaimana Gerakan Ini Bisa Memberikan Dampak Kota yang Lebih Bersih?
Gerakan ini tidak hanya soal mengurangi volume sampah. Lebih jauh, ini berpotensi membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Dimulai dari kebiasaan kecil, perubahan besar dapat tercipta secara bertahap.
Dengan semakin banyak warga yang berperan, pemerintah dapat lebih mudah menjalankan program lingkungan berkelanjutan. Kota pun bisa terjaga lebih bersih dan nyaman untuk ditinggali.
Siapa Saja yang Perlu Terlibat dalam Edukasi Pengelolaan Sampah?
Tak hanya rumah tangga, edukasi perlu meluas di berbagai ruang sosial. Budiono mendorong adanya keterlibatan sekolah, lingkungan RT/RW, hingga tempat ibadah dalam mendukung sosialisasi pengelolaan sampah.
Kolaborasi lintas elemen ini membuka peluang partisipasi masyarakat yang lebih besar. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas dampak gerakan ini dalam menciptakan budaya bersih.
Tips Singkat Memulai Pengelolaan Sampah di Rumah:
1. Sediakan 2 wadah berbeda untuk sampah organik dan anorganik.
2. Keringkan sampah plastik atau kemasan sebelum disimpan, agar tidak berbau.
3. Manfaatkan sisa sayuran menjadi bahan kompos sederhana.
4. Ikut komunitas bank sampah terdekat jika tersedia di lingkungan.
Mengelola sampah bukan sekadar kewajiban, tetapi wujud kepedulian terhadap masa depan kota. Semakin awal dan konsisten dilakukan, dampaknya akan semakin terasa. Yuk, jadikan rumah kita jadi titik awal perubahan, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Apa manfaat memilah sampah dari rumah?
Mengurangi volume sampah ke TPA dan memudahkan proses daur ulang.
2. Apakah sampah rumah tangga bisa bernilai ekonomi?
Bisa. Sampah anorganik seperti kertas dan plastik dapat dijual atau didaur ulang.
3. Bagaimana cara membuat kompos organik sederhana?
Gunakan wadah khusus, masukkan sisa makanan sayuran atau dedaunan, lalu biarkan terurai.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.