Balikpapan TV - Hai Cess! Bukit Pringgondani di Balikpapan Timur bukan sekadar tempat nongkrong biasa. Kawasan ini jadi bukti nyata bahwa modernisasi bisa berjalan beriringan dengan budaya lokal yang masih kental terasa di setiap sudutnya.
DPRD Balikpapan pun turun tangan menjaga keseimbangan itu—antara kemajuan kota dan keaslian budaya yang jadi identitas warganya.
Dari tata bangunan bernuansa pedesaan sampai busana adat yang dikenakan pelaku UMKM, semua berpadu menciptakan harmoni unik yang bikin pengunjung betah berlama-lama.
Yuk, lanjut baca, biar tahu alasan kenapa Bukit Pringgondani bisa jadi contoh keren pelestarian budaya di tengah gempuran modernisasi, Cess!
Apa yang Membuat Bukit Pringgondani Begitu Istimewa?
Bukit Pringgondani, yang terletak di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, punya pesona tersendiri.
Konsep kawasan ini memadukan nuansa modern dengan sentuhan tradisional Jawa, menciptakan suasana pedesaan yang hangat tapi tetap relevan dengan gaya hidup masa kini.
Pengunjung disuguhi panorama yang menenangkan, lengkap dengan deretan kios UMKM yang menjual kuliner khas, kerajinan tangan, hingga suvenir budaya.
Tiap sudutnya seperti membawa kita “pulang” ke masa lalu—tanpa harus meninggalkan kenyamanan masa kini.
Bagaimana DPRD Balikpapan Menjaga Keseimbangan Budaya dan Modernisasi?
Anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Suriani, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.
“UMKM di kawasan Bukit Pringgondani masih mempertahankan nuansa khas pedesaan dengan mengenakan pakaian adat Jawa yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung,” ujarnya, Senin (20 Oktober 2025).
Menurutnya, keunikan ini bukan sekadar tampilan, tapi juga identitas budaya yang harus terus dirawat. Karena di tengah derasnya arus modernisasi, mempertahankan jati diri daerah jadi kunci agar Balikpapan tidak kehilangan warna budayanya.
Apa Bentuk Dukungan DPRD untuk UMKM dan Pelestarian Budaya Lokal?
Suriani menegaskan DPRD Balikpapan akan terus mendorong langkah-langkah konkret dalam pelestarian budaya lokal.
Dukungan tidak hanya berupa regulasi, tapi juga pendampingan, promosi, serta peningkatan fasilitas bagi pelaku UMKM di kawasan Bukit Pringgondani.
“Kami ingin agar kearifan lokal ini tidak berubah, karena di situlah nilai budaya dan daya tariknya. Kawasan ini bisa terus berkembang menjadi destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam, budaya, dan ekonomi kreatif masyarakat,” tambahnya.
Artinya, DPRD ingin memastikan bahwa pelaku UMKM lokal tidak hanya bertahan, tapi juga naik kelas lewat inovasi yang tetap berpijak pada akar budaya mereka.
Baca Juga: DPRD Siapkan Balikpapan Barat Jadi Ikon Wisata Kuliner Bernuansa Nusantara
Bisa Jadi Contoh, Bagaimana Kolaborasi Membuat Budaya Tetap Hidup?
Keberadaan Bukit Pringgondani kini diakui sebagai salah satu destinasi wisata budaya dan kuliner paling menonjol di Balikpapan.
Suasana pedesaan yang dipadukan dengan sentuhan modern membuat pengunjung merasakan pengalaman otentik yang jarang ditemukan di tengah kota.
DPRD Balikpapan berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM bisa terus diperkuat. Dengan sinergi itu, Bukit Pringgondani bisa jadi role model pengembangan ekonomi lokal berbasis budaya yang berkelanjutan.
Bukit Pringgondani bukan sekadar destinasi wisata, tapi simbol harmoni antara budaya dan kemajuan. Dengan dukungan DPRD Balikpapan dan semangat para pelaku UMKM, kawasan ini tumbuh menjadi ruang kreatif yang tetap setia pada kearifan lokal.
Yuk, bantu jaga dan promosikan keindahan budaya Balikpapan dengan membagikan cerita ini. Siapa tahu, langkah kecilmu bisa bantu melestarikan warisan besar, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Di mana lokasi Bukit Pringgondani?
Bukit Pringgondani terletak di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, dan mudah dijangkau dari pusat kota.
2. Apa daya tarik utama kawasan ini?
Perpaduan antara nuansa tradisional Jawa dan konsep modern menjadikan kawasan ini unik dan menarik bagi wisatawan.
3. Bagaimana dukungan DPRD Balikpapan terhadap pelaku UMKM di sana?
DPRD mendorong pendampingan, promosi, dan peningkatan sarana prasarana agar UMKM terus berkembang dengan tetap menjaga identitas budaya lokal.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.