Balikpapan TV - Hai Cess! Penertiban parkir liar kini digencarkan di Jalan MT Haryono, Sabtu (25 Oktober 2025), sebagai bagian pilot project B-Connect (Balikpapan Connectivity).
Kegiatan ini melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan bersama Satlantas Polresta Balikpapan, bertujuan menata lalu lintas dan mengurangi kemacetan akibat parkir sembarangan.
Langkah ini penting karena selama ini bahu jalan dimanfaatkan sebagai area parkir kendaraan roda dua maupun roda empat, yang jelas mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Mau tahu bagaimana proses penertiban ini berlangsung dan dampaknya bagi pengendara? Yuk, simak terus Cess!
Apa Itu Program B-Connect (Balikpapan Connectivity) dan Tujuannya?
Program Balikpapan Connectivity merupakan inisiatif pemerintah kota untuk menata lalu lintas perkotaan. Fokus utama: pengendalian parkir dan peningkatan ketertiban berkendara.
“Kami ingin membangun budaya tertib di jalan, bukan sekadar menertibkan parkir,” jelas Kepala Dishub Balikpapan, Muhammad Fadli Patturrahman.
Program ini juga dilengkapi sosialisasi 30 hari untuk masyarakat dan pemilik usaha di sepanjang jalur MT Haryono.
Mengapa Penertiban Difokuskan di MT Haryono?
Jalan MT Haryono dikenal sebagai jalur padat kendaraan, khususnya segmen Beller – Roti Tiam. Bahu jalan kerap dijadikan area parkir ilegal, sehingga menimbulkan kemacetan parah.
Dishub bersama Satlantas membagi penertiban menjadi empat segmen:
1. Tugu Beruang Madu – Beller
2. Beller – Roti Tiam
3. Roti Tiam – Balikpapan Baru
4. Balikpapan Baru – Wika.
Tahap awal menitikberatkan di segmen paling ramai agar dampak terasa langsung.
Bagaimana Metode Penertiban Parkir Liar Dilakukan?
Penertiban dilakukan dengan pemasangan rambu larangan parkir, penempelan stiker peringatan, dan tindakan tegas. Langkah tegas bisa berupa pengempisan ban atau penderekan kendaraan.
“Kami akan melakukan tindakan langsung di lapangan untuk memastikan ketertiban dan keselamatan bersama,” tambah Fadli.
Pendekatan ini sekaligus menjadi edukasi bagi masyarakat agar tidak lagi memarkir kendaraan di bahu jalan.
Baca Juga: BPBD Bentuk Kelurahan Tangguh Bencana, Warga Diharapkan Mampu Mitigasi Secara Mandiri
Apa Manfaat Langsung bagi Pengguna Jalan?
Dengan pengendalian parkir yang lebih tertata, arus lalu lintas di MT Haryono diharapkan lebih lancar. Waktu tempuh pengendara pun bisa lebih singkat dan perjalanan jadi nyaman.
Selain itu, program ini mendorong terciptanya lingkungan jalan yang aman dan terkoneksi. Dishub menekankan pentingnya kesadaran bersama agar kota lebih tertib dan modern.
Bagi pengendara, selalu perhatikan rambu parkir dan jangan memanfaatkan bahu jalan. Untuk pemilik usaha, sediakan lahan parkir tambahan agar pelanggan tetap nyaman dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
FAQ
1. Apakah Balikpapan Connectivity hanya fokus pada MT Haryono?
Program ini fokus awal di MT Haryono, tapi tujuan jangka panjang mencakup seluruh kawasan perkotaan Balikpapan.
2. Bagaimana jika kendaraan saya terkena penertiban?
Pihak Dishub akan melakukan tindakan langsung, seperti pengempisan ban atau derek, sebagai efek jera agar aturan dipatuhi.
3. Berapa lama sosialisasi program ini berlangsung?
Sosialisasi berlangsung selama 30 hari untuk memberi waktu masyarakat memahami aturan baru.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.