Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

TPA Manggar Terancam Penuh, DPRD Balikpapan Siapkan Langkah Atasi Masalah Sampah

Rizkiyan Akbar • Senin, 27 Oktober 2025 | 12:46 WIB
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Persoalan sampah di Kota Minyak kembali mencuat. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar nyaris penuh, bikin DPRD Balikpapan harus turun tangan.

Mereka mendorong pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dan partisipatif, bukan hanya mengandalkan petugas kebersihan semata.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Budiono, menegaskan, masalah ini nggak bisa ditangani sepihak. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah, khususnya di level kelurahan.

Nah, menariknya, Budiono juga ngajak komunitas dan sektor swasta buat bareng-bareng bikin Balikpapan lebih bersih dan hijau. Yuk lanjut baca, karena langkah mereka ini layak ditiru! 

Mengapa TPA Manggar Jadi Sorotan Lagi?

Kondisi TPA Manggar kini nyaris penuh, alias mendekati batas kapasitas tampung. Selama ini, TPA menampung ribuan ton sampah dari seluruh penjuru Balikpapan setiap harinya.

Situasi ini jelas bikin alarm merah berbunyi, karena tanpa pengelolaan yang bijak, dampaknya bisa menjalar ke masalah lingkungan yang lebih besar.

Masalah utamanya bukan cuma soal volume, tapi juga pola pikir warga yang masih membuang semua jenis sampah ke satu tempat. Padahal, pemilahan dari rumah bisa bantu kurangi beban TPA secara signifikan.

Baca Juga: DPRD Siapkan Balikpapan Barat Jadi Ikon Wisata Kuliner Bernuansa Nusantara

Apa Langkah Konkret dari DPRD Balikpapan?

DPRD Balikpapan kini fokus mendorong edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah di tingkat kelurahan. Tujuannya sederhana: mengubah kebiasaan masyarakat dari buang ke pilah.

Salah satu tempat pembuangan sampah di Kota Balikpapan, Senin (13 Oktober 2025).
Salah satu tempat pembuangan sampah di Kota Balikpapan, Senin (13 Oktober 2025).

“Kami mendorong Dinas Lingkungan Hidup agar lebih aktif melakukan sosialisasi dan pelatihan tentang pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Perubahan harus dimulai dari tingkat terbawah,” ujar Budiono, Senin (13 Oktober 2025).

Langkah ini bukan sekadar himbauan, tapi strategi jangka panjang agar masyarakat punya keterampilan mengelola sampah secara mandiri. Edukasi seperti ini bisa menciptakan efek domino—dari rumah tangga ke komunitas, lalu ke tingkat kota.

Bagaimana Peran Masyarakat dan Komunitas Lingkungan?

Masyarakat memegang kunci utama dalam pengelolaan sampah. Tanpa partisipasi aktif, program pemerintah bisa mandek di tengah jalan.

Karena itu, Budiono mengajak komunitas lingkungan dan sektor swasta buat berkolaborasi dalam menciptakan gerakan kota bersih dan hijau.

“Jika semua bergerak bersama—pemerintah, masyarakat, sektor swasta, dan komunitas—saya yakin Balikpapan bisa menjadi kota yang bersih, indah, dan berwawasan lingkungan,” ucapnya optimis.

Gerakan kolaboratif seperti ini bukan hal baru, tapi justru pondasi penting untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Saat warga mulai memilah sampah organik, mendaur ulang plastik, atau ikut aksi bersih pantai, efek positifnya bakal terasa luas.

Apa Solusi Jangka Panjang untuk Krisis Sampah Ini?

Solusi jangka panjangnya ada di perubahan perilaku dan sistem. Edukasi sejak dini, pelatihan di masyarakat, hingga teknologi pengelolaan sampah berbasis daur ulang bisa jadi game-changer.

Dinas Lingkungan Hidup juga bisa menggandeng sektor swasta buat investasi di bidang pengolahan limbah modern.

Sementara masyarakat bisa mulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah organik dan anorganik dari rumah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mendukung kegiatan daur ulang di lingkungan sekitar.

Langkah-langkah kecil tapi konsisten ini bisa bantu kurangi beban TPA Manggar dan memperpanjang umur fasilitasnya.

Kondisi TPA Manggar yang nyaris penuh jadi wake-up call buat semua pihak. DPRD Balikpapan mendorong sinergi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan sektor swasta.

Kuncinya ada di edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata. Kalau semua elemen ikut terlibat, bukan mustahil Balikpapan bakal jadi kota hijau berkelanjutan. Yuk, jadi bagian dari perubahan! Mulai dari langkah kecil, seperti memilah sampah di rumah.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

 

FAQ

1. Kenapa TPA Manggar bisa penuh secepat itu?

Karena volume sampah terus meningkat sementara kesadaran masyarakat memilah sampah masih rendah.

2. Apa langkah yang bisa dilakukan warga untuk bantu kurangi sampah?

Mulai dari memilah sampah rumah tangga, mendaur ulang, dan ikut kegiatan lingkungan di sekitar.

3. Apakah DPRD punya rencana jangka panjang soal sampah ini?

Ya, DPRD mendorong Dinas Lingkungan Hidup untuk aktif mengedukasi warga dan menggandeng pihak swasta.

DISKLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait upaya mengatasi kapasitas TPA Manggar yang nyaris penuh, Senin (13 Oktober 2025).
Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait upaya mengatasi kapasitas TPA Manggar yang nyaris penuh, Senin (13 Oktober 2025).

Editor : Arya Kusuma
#dprd balikpapan #edukasi #pelatihan #pengelolaan sampah #tpa manggar