Balikpapan TV - Hai Cess! DP3AKB Balikpapan makin serius mencegah kekerasan perempuan dan anak lewat program PPATBM dan PPART.
Program Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) digencarkan sebagai langkah strategis untuk mengajak masyarakat dalam mendeteksi, mencegah, dan menindaklanjuti berbagai bentuk kekerasan di sekitar mereka.
Nggak cuma sebatas kampanye, langkah ini benar-benar turun sampai ke akar rumput lewat pembentukan Perlindungan Perempuan dan Anak di Tingkat RT (PPART).
Yuk, simak gimana cara Balikpapan membangun tameng sosial yang solid buat lindungi warganya!
Apa Itu Program PPATBM dan Kenapa Penting?
Program PPATBM jadi jembatan penting antara pemerintah dan masyarakat. Konsepnya sederhana tapi kuat: memberdayakan warga agar sadar dan peduli terhadap isu kekerasan di lingkungan sekitar.
Dengan sistem ini, masyarakat diajak bukan cuma tahu, tapi juga tanggap. Mereka jadi bagian dari solusi — bukan sekadar penonton.
Kesadaran kolektif inilah yang nantinya membentuk lingkungan yang aman, saling menjaga, dan responsif terhadap tanda-tanda kekerasan.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak Naik di Balikpapan, DP3AKB Perkuat Edukasi dan Peran Masyarakat
Bagaimana Struktur Perlindungan Ini Dijalankan di Lapangan?
DP3AKB nggak cuma berhenti di tataran konsep. Mereka membentuk PPART, struktur perlindungan yang bekerja di tingkat RT.
“PPART dibentuk agar masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi potensi kekerasan. Ada seksi khusus dalam struktur ini yang bertugas mendata dan memantau kondisi lingkungan serta menjadi pihak pertama yang mengetahui jika terjadi kasus kekerasan sebelum diteruskan ke UPTD PPA,” ujar Roona Zahiidah, Penata Kelola Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan, Jumat (17 Oktober 2025).
Melalui sistem ini, laporan kasus bisa lebih cepat ditangani, dan koordinasi antarwarga jadi lebih kuat. Artinya, respon terhadap korban tidak menunggu lama — karena masyarakat sudah punya sistem siaga di lingkungannya.
Seberapa Besar Dampaknya bagi Masyarakat, Cess?
Dampaknya terasa nyata. Dengan struktur perlindungan berbasis komunitas, warga tidak lagi sekadar jadi saksi pasif, tapi bagian aktif dari perlindungan sosial.
Masyarakat mulai terbiasa melapor, berdiskusi, dan saling mengingatkan kalau ada potensi kekerasan. Langkah ini bikin Balikpapan makin dekat dengan cita-cita jadi kota inklusif dan bebas dari kekerasan berbasis gender.
Dengan kolaborasi antarwarga, aparat, dan DP3AKB, muncul budaya baru: keberanian bersuara dan empati terhadap sesama.
Apa Dukungan Lain dari DP3AKB untuk Warga?
Selain membangun struktur PPART, DP3AKB juga rutin menggelar pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi untuk para kader dan pengurus di tingkat RT. Tujuannya agar mereka memahami tugas dan langkah yang harus diambil saat menemukan dugaan kekerasan.
Mulai dari pelaporan cepat, hingga rujukan ke layanan resmi seperti UPTD PPA. Jadi, warga bukan hanya diberi tanggung jawab, tapi juga bekal kemampuan untuk bertindak tepat.
Pelatihan ini bikin kader di lapangan makin percaya diri dan paham prosedur, tanpa kehilangan sisi humanis.
Apakah Balikpapan Bisa Jadi Kota Percontohan Perlindungan Anak dan Perempuan?
Dengan penguatan program yang sistematis dan kolaboratif, peluang itu sangat besar. DP3AKB telah membangun model perlindungan yang partisipatif, responsif, dan berkelanjutan.
Langkah ini bisa jadi inspirasi bagi daerah lain, bagaimana sinergi pemerintah dan warga bisa menciptakan sistem perlindungan yang kuat tanpa harus rumit. Intinya: dari warga, oleh warga, untuk warga.
Balikpapan membuktikan bahwa perlindungan bukan cuma tugas instansi, tapi tanggung jawab bersama.
Perjalanan menuju kota bebas kekerasan memang panjang, tapi Balikpapan sudah menyalakan api semangat itu. Lewat kolaborasi lintas lapisan masyarakat, perlindungan perempuan dan anak kini bukan sekadar wacana, melainkan gerakan nyata.
Ayo Cess, ikut jaga lingkungan sekitar kita. Karena keamanan dan kenyamanan dimulai dari langkah kecil — peduli satu sama lain.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Apa itu PPATBM?
Program Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) adalah inisiatif DP3AKB Balikpapan yang melibatkan warga dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak.
2. Siapa yang tergabung dalam PPART?
PPART terdiri dari pengurus tingkat RT dan warga setempat yang dilatih untuk mendeteksi, memantau, dan melaporkan kasus kekerasan di lingkungannya.
3. Bagaimana masyarakat bisa berperan aktif?
Masyarakat bisa ikut pelatihan, mendukung kader PPART, serta melapor jika melihat atau mendengar indikasi kekerasan di sekitar mereka.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.