Balikpapan TV - Hai Cess! Balikpapan terus gaspol membangun generasi muda yang jago tampil di depan publik!
Salah satunya lewat Workshop MC (Master of Ceremony) yang digelar Disputakar Balikpapan pada 14–16 Oktober 2025. Para peserta diajak memahami seni komunikasi publik dengan cara seru dan aplikatif langsung di Gedung Perpustakaan Balikpapan.
Kegiatan ini menghadirkan praktisi komunikasi berpengalaman, Noor Maya Sari, yang berbagi pengalaman tentang cara tampil percaya diri, profesional, dan mampu mengatur ritme acara.
Gimana serunya kegiatan ini dan apa aja insight-nya? Yuk lanjut baca, Cess!
Baca Juga: Disporapar Balikpapan Gelar Pelatihan Public Speaking, Dorong Pemuda Tampil Percaya Diri dan Kreatif
Apa Tujuan Dinas Perpustakaan dan Arsip Balikpapan Gelar Workshop MC Ini?
Workshop ini bukan sekadar pelatihan biasa. Dinas Perpustakaan dan Arsip (Disputakar) Kota Balikpapan pengen membuka ruang belajar baru bagi anak muda agar lebih siap bersaing di dunia komunikasi publik.
Melalui kegiatan ini, peserta dilatih menguasai teknik menjadi MC dalam berbagai acara — dari yang formal, informal, hingga semi formal.
Tujuannya jelas, Cess: mencetak generasi muda yang bukan hanya piawai bicara, tapi juga punya karakter, percaya diri, dan beretika di depan publik.
Pelatihan seperti ini juga bagian dari misi besar kota untuk mengembangkan potensi kreatif anak muda Balikpapan agar siap tampil di level daerah maupun nasional.
Apa yang Diajarkan di Workshop Ini?
Dalam tiga hari kegiatan, peserta diajak menyelami dunia MC secara menyeluruh.
Noor Maya Sari, sang mentor, membongkar rahasia tampil memukau di depan audiens — mulai dari teknik vokal, gestur tubuh, improvisasi, sampai penguasaan panggung.
“Ada tiga kunci utama untuk menjadi MC yang baik, yaitu persiapan yang matang, latihan berulang, dan sering tampil di berbagai kesempatan. Tanpa ketiganya, akan sulit membentuk karakter MC yang profesional,” ujarnya saat sesi pembekalan.
Apa Tantangan Terbesar Para MC Pemula?
Menurut Noor Maya, masalah paling umum yang sering dialami MC pemula adalah rasa gugup dan kurangnya persiapan. Dua hal itu fatal karena bisa bikin alur acara berantakan, atau malah salah sebut nama narasumber di depan publik.
Makanya, dalam pelatihan ini, peserta dilatih menghadapi rasa gugup dengan berbagai simulasi nyata. Ada sesi latihan spontan, role play acara, hingga tips menjaga fokus di tengah tekanan audiens.
Tujuannya biar setiap peserta terbiasa menghadapi situasi panggung apapun dengan tenang dan percaya diri.
Bagaimana Respons Peserta Workshop Ini?
Salah satu peserta, Salma, mengaku pelatihan ini benar-benar membuka wawasannya tentang dunia MC. “Dulu saya pikir MC hanya membaca susunan acara, ternyata banyak teknik dan etika yang harus diperhatikan,” ujarnya dengan semangat.
Dari sesi ke sesi, para peserta makin aktif bertanya dan mencoba tampil. Mereka belajar langsung memandu acara, mengatur tempo, dan mempraktikkan etika berbicara di depan publik.
Banyak juga yang akhirnya sadar bahwa menjadi MC bukan sekadar punya suara bagus, tapi juga butuh empati, kepekaan, dan kesiapan mental.
Baca Juga: Pemkot Balikpapan Buka Rekrutmen 500–600 Guru Baru Tahun 2026 untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Apa Dampak dan Harapan dari Workshop Ini?
Lewat kegiatan ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan berharap lahir generasi MC muda yang profesional dan mampu membawa nama baik kota di berbagai ajang seperti panggung hiburan, kegiatan pemerintahan, pendidikan, hingga event komunitas.
Lebih dari itu, pelatihan ini juga jadi wadah membangun rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi publik di kalangan muda Balikpapan.
Karena di era sekarang, public speaking bukan cuma skill tambahan, tapi bekal wajib buat siapa pun yang ingin sukses di dunia kerja maupun sosial.
Tips Singkat dari Noor Maya Sari Buat Kamu yang Mau Jadi MC
1. Kenali karakter acara. Pahami jenis, tema, dan audiens sebelum tampil.
2. Latihan di depan cermin. Ini penting buat membiasakan ekspresi dan intonasi.
3. Bikin catatan kecil. Jangan mengandalkan hafalan, tulis poin penting biar gak lupa alur.
4. Nikmati prosesnya. Jangan takut salah, karena setiap penampilan adalah pengalaman belajar.
Apa Selanjutnya Setelah Workshop Ini?
Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan berencana terus menghadirkan pelatihan serupa untuk bidang komunikasi lainnya, seperti public speaking, moderator, dan storytelling digital.
Dengan langkah konsisten seperti ini, bukan mustahil Balikpapan bakal punya banyak MC muda yang siap tampil di berbagai panggung besar, membawa semangat lokal dengan gaya profesional.
Workshop Master of Ceremony oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan jadi bukti nyata bahwa pengembangan generasi muda gak harus kaku. Lewat cara seru dan interaktif, peserta diajak jadi komunikator yang percaya diri dan profesional.
Yuk, terus dukung kegiatan positif di kota kita dan bagikan artikel ini biar makin banyak orang yang terinspirasi, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Apakah workshop MC ini terbuka untuk umum?
Iya, kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat, khususnya generasi muda yang ingin belajar dunia MC.
2. Apakah akan ada pelatihan lanjutan setelah ini?
Dinas Perpustakaan dan Arsip Balikpapan berencana melanjutkan dengan pelatihan komunikasi publik lainnya.
3. Apakah peserta mendapat sertifikat setelah pelatihan?
Ya, peserta mendapatkan sertifikat sebagai bukti keikutsertaan dan pelatihan keterampilan MC.