Balikpapan TV - Hai Cess! Baznas Balikpapan gelar rapat koordinasi dan evaluasi pengelolaan zakat di Hotel Grand Tiga Mustika, Selasa (14 Oktober 2025), bahas capaian penghimpunan zakat yang tembus Rp9 miliar dari target Rp15 miliar hingga 2026.
Kegiatan ini jadi momen penting buat meninjau sejauh mana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) disalurkan untuk masyarakat yang membutuhkan.
Para perwakilan dari seluruh OPD se-Kota Balikpapan hadir untuk memperkuat sinergi dan memastikan pengelolaan dana umat ini tetap transparan, tepat sasaran, dan berdampak nyata.
Apa Fokus Utama Rapat Baznas Balikpapan Kali Ini?
Rapat koordinasi dan evaluasi Baznas Balikpapan kali ini fokus pada dua hal utama: Penghimpunan dan penyaluran zakat sepanjang tahun berjalan.
Ketua Baznas Kota Balikpapan, Abdul Rosyid Bustomi, menjelaskan kalau hingga Oktober 2025, zakat yang sudah terkumpul mencapai Rp8–9 miliar, dari target Rp15 miliar yang ditetapkan hingga tahun 2026. Angka ini menunjukkan tren positif dalam partisipasi umat, terutama dari kalangan ASN.
“Alhamdulillah, sekitar 80 persen ASN di Balikpapan sudah menunaikan zakat melalui Baznas. Ini menunjukkan tingkat kesadaran yang tinggi, dan kami berharap bisa terus ditingkatkan,” ujarnya dengan nada optimis.
Baca Juga: DPRD Balikpapan Genjot Penataan Kabel Bawah Tanah, Dukung Smart City dan Tambah PAD
Kenapa Kesadaran Zakat ASN Jadi Sorotan?
Partisipasi ASN memang punya peran besar dalam mendukung keberlanjutan program zakat.
Semakin banyak ASN menyalurkan zakat lewat Baznas, semakin kuat pula dampaknya bagi masyarakat penerima manfaat. Namun, Abdul Rosyid menekankan bahwa tanggung jawab ini bukan hanya milik ASN.
“Kami ingin ajak seluruh elemen masyarakat, termasuk sektor swasta, agar ikut berpartisipasi aktif. Zakat bukan cuma kewajiban, tapi juga bentuk solidaritas sosial,” tegasnya.
Dari sini terlihat, kesadaran berzakat di lingkungan ASN Balikpapan bukan hanya simbol religiusitas, tapi juga langkah nyata membangun kesejahteraan sosial yang inklusif.
Bagaimana Transparansi Pengelolaan Zakat Dijaga?
Baznas Balikpapan menempatkan transparansi dan akuntabilitas sebagai kunci utama dalam pengelolaan dana umat.
Setiap rupiah yang diterima dan disalurkan dipantau secara berkala, agar penyalurannya tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi penerima.
Evaluasi rutin seperti yang digelar kali ini jadi wadah refleksi — memastikan tak ada dana yang “menganggur”, dan semua program tersampaikan ke masyarakat sesuai amanah. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap Baznas tetap terjaga, bahkan meningkat.
Apa Manfaat Sinergi Baznas dengan OPD dan Lembaga Lain?
Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Baznas, OPD, dan lembaga terkait lainnya. Tujuannya sederhana tapi bermakna: memperluas jangkauan manfaat zakat dan memastikan program penyaluran tepat sasaran.
Kolaborasi ini bukan cuma formalitas antarinstansi, tapi langkah strategis membangun kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Semakin banyak pihak terlibat, semakin luas pula efek sosial yang bisa dirasakan masyarakat.
Selain itu, dengan keterlibatan OPD, data penerima bantuan bisa lebih akurat, terintegrasi, dan selaras dengan kebijakan sosial di tingkat kota.
Jadi, tidak ada tumpang tindih program, dan setiap rupiah zakat benar-benar punya “nyawa” untuk membantu.
Baca Juga: Pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur Ditunda, Ini Penyebabnya!
Bagaimana Masyarakat Umum Bisa Ikut Berkontribusi?
Baznas Balikpapan mendorong agar penghimpunan zakat tidak hanya bergantung pada ASN, tapi juga melibatkan masyarakat luas dan sektor swasta.
Caranya? Dengan mulai menyalurkan zakat melalui kanal resmi Baznas yang sudah tersedia — bisa via transfer bank, aplikasi digital, atau langsung ke unit layanan zakat.
Tips singkat buat kamu, Cess: kalau penghasilanmu sudah mencapai nisab (batas wajib zakat), yuk sisihkan 2,5% dari pendapatanmu tiap bulan. Selain jadi wujud kepedulian sosial, itu juga cara membersihkan harta biar makin berkah.
Dari hasil rapat di Hotel Grand Tiga Mustika ini, Baznas Balikpapan berhasil menunjukkan progres signifikan dalam penghimpunan zakat hingga Rp9 miliar.
Dengan semangat sinergi dan transparansi, lembaga ini ingin memastikan zakat benar-benar membawa manfaat luas bagi warga kota.
Yuk, bagikan artikel ini biar makin banyak orang yang sadar pentingnya zakat untuk kesejahteraan bersama, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”
FAQ
1. Bagaimana cara masyarakat menyalurkan zakat melalui Baznas Balikpapan?
Masyarakat bisa menyalurkan zakat lewat kantor Baznas Balikpapan, transfer bank resmi, atau platform digital yang bekerja sama dengan Baznas.
2. Apakah dana zakat di Baznas Balikpapan bisa dilihat secara terbuka?
Ya, laporan penghimpunan dan penyaluran zakat disampaikan secara berkala sebagai bentuk transparansi publik.
3. Siapa yang berhak menerima zakat dari Baznas Kota Balikpapan?
Zakat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), termasuk fakir, miskin, dan mustahik lainnya yang membutuhkan.