Balikpapan TV - Hai Cess! Polda Kaltim bergerak nyata dukung ketahanan pangan dengan melakukan tanam jagung serentak di lahan bekas tambang dan perkebunan sawit. Program ini menyasar lahan tak produktif sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Langkah ini dipimpin langsung oleh Kepala Polda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, yang menyebut bahwa kerja sama lintas sektor jadi kunci keberhasilan.
Dari kolaborasi dengan pengusaha hingga ahli pertanian, semua ditujukan agar lahan yang dulu terbengkalai kini bisa kembali menghasilkan. Yuk, simak cerita lengkapnya, siapa tau bisa jadi inspirasi buat kita semua, Cess!
Kenapa Polda Kaltim Pilih Lahan Bekas Tambang dan Sawit?
Irjen Pol Endar Priantoro menekankan, lahan bekas tambang dan perkebunan sawit memiliki potensi besar jika dimanfaatkan dengan tepat.
“Kami melihat potensi besar dari lahan-lahan bekas tambang dan sawit yang tidak lagi digunakan. Dengan menggandeng pengusaha tambang dan perkebunan, kita bisa membuka area tanam baru yang produktif dan bernilai ekonomi,” ujarnya di lahan Polsek Balikpapan Timur, Rabu (8 Oktober 2025).
Selain luas, lokasi-lokasi ini juga sudah memiliki infrastruktur dasar dan akses jalan memadai. Hal ini membuat perawatan tanaman lebih efisien dan memudahkan evaluasi hasil panen.
Lahan yang tadinya tidak produktif kini berpotensi jadi sumber pangan baru sekaligus peluang ekonomi untuk warga sekitar.
Bagaimana Polri dan Swasta Bersinergi di Program Ini?
Kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Polda Kaltim tidak berjalan sendiri, melainkan bekerja sama dengan pengusaha tambang, perkebunan, serta akademisi.
“Kami percaya, sinergi lintas sektor bisa menghasilkan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya soal luas lahan, tapi juga kualitas panen dan keberlanjutan program,” tutur Irjen Endar.
Dengan pendekatan ini, Polda Kaltim ingin memastikan setiap langkah berbasis data dan penelitian ilmiah, bukan sekadar coba-coba.
Bibit Jagung Apa yang Paling Cocok untuk Lahan Bekas Tambang?
Tidak semua jenis bibit jagung bisa ditanam di tanah bekas tambang atau sawit. Peran ahli pertanian dan perguruan tinggi sangat vital untuk menentukan bibit mana yang paling cocok.
Irjen Pol Endar menambahkan, penelitian kesesuaian tanah dan bibit dilakukan agar hasil panen optimal. Pendekatan ilmiah ini memastikan program berkelanjutan dan bisa menjadi model ketahanan pangan yang bisa ditiru di wilayah lain.
Apa Dampak Program Ini bagi Masyarakat Sekitar?
Program kebun jagung ini bukan cuma soal produktivitas lahan, tapi juga membuka peluang ekonomi. Masyarakat sekitar bisa ikut terlibat dalam perawatan, panen, hingga distribusi hasil jagung.
Selain meningkatkan ketahanan pangan lokal, program ini juga menumbuhkan kesadaran pentingnya pemanfaatan lahan tidak produktif. Dampaknya, warga bisa merasakan manfaat nyata, baik secara ekonomi maupun lingkungan.
Tips Singkat Memanfaatkan Lahan Tak Produktif di Rumah
Kalau punya lahan kecil di rumah, jangan biarkan kosong. Coba tanam tanaman yang sesuai kondisi tanah, seperti jagung mini, sayuran, atau tanaman obat. Perhatikan jenis bibit, penyiraman rutin, dan pemupukan alami. Lahan yang terawat bisa jadi sumber pangan tambahan sekaligus penghasilan.
Polda Kaltim membuktikan bahwa sinergi Polri, swasta, dan akademisi bisa menghasilkan inovasi ketahanan pangan.
Lahan bekas tambang dan sawit yang sebelumnya terbengkalai kini jadi kebun jagung produktif, membuka peluang ekonomi, dan ramah lingkungan.
Yuk, bagikan cerita inspiratif ini, biar lebih banyak orang yang tau tentang langkah nyata untuk ketahanan pangan, Cess!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'
FAQ
1. Apakah program ini hanya untuk jagung?
Saat ini fokus utama memang jagung, karena cocok dengan kondisi lahan bekas tambang dan sawit di Kaltim.
2. Bisa tidak masyarakat ikut menanam di lahan bekas tambang?
Ya, masyarakat sekitar bisa terlibat dalam perawatan dan panen, sehingga manfaat ekonomi langsung dirasakan.
3. Bagaimana memastikan bibit jagung berhasil ditanam?
Kolaborasi dengan ahli pertanian dan penelitian kesesuaian tanah jadi kunci keberhasilan bibit dan hasil panen.