Balikpapan TV - Hai Cess! Balikpapan siap naik level menuju tata kota yang makin modern dan rapi.
Komisi III DPRD Balikpapan bareng Pemerintah Kota serta akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah menyusun kajian akademik penataan kabel di seluruh wilayah kota.
Langkah ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi bagian dari visi besar menghadirkan kota yang tertata, nyaman, dan estetis.
Upaya ini muncul setelah banyak keluhan dari warga soal kabel-kabel menjuntai yang bikin pemandangan kota terasa semrawut.
Baca Juga: Polresta Balikpapan Ungkap 10 Kasus Curanmor, Modus Operandi dan Lokasi Rawan Terbongkar
Menata Kabel, Menata Wajah Kota
Sekretaris Komisi III DPRD Balikpapan, Ari Sanda, menegaskan, banyak kabel di sejumlah titik sudah tidak berfungsi tapi masih bergelantungan di udara.
“Banyak laporan masyarakat masuk ke kami. Kondisi kabel yang semrawut ini sudah sangat mengganggu keindahan kota, sehingga penertiban menjadi hal mendesak untuk mengembalikan kerapihan kota,” ujarnya, Selasa (7 Oktober 2025).
Bayangkan jalan utama di pusat kota, dengan deretan kabel yang menumpuk di tiang-tiang, seperti benang kusut di langit. Nah, kondisi itu yang mau dibereskan oleh DPRD bersama Pemkot Balikpapan.
Ia menyebut, beberapa kawasan seperti Jalan MT Haryono dan Sepinggan jadi titik perhatian utama karena merupakan akses vital yang sering dilewati pendatang.
“Area ini wajah kota. Kalau kabelnya semrawut, kesan pertama pengunjung juga kurang oke,” ungkapnya.
Rencana penataan ini menunjukkan bahwa Balikpapan sedang serius menyiapkan diri sebagai kota modern dan layak huni, bukan hanya dari sisi pembangunan gedung, tapi juga dari detail kecil yang berdampak besar.
Kolaborasi Serius: DPRD, Pemkot, dan UGM Turun Bareng
Biar hasilnya nggak asal-asalan, DPRD Balikpapan gandeng akademisi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menyusun kajian akademik yang komprehensif.
Jadi, bukan sekadar rencana di atas kertas, tapi ada analisis mendalam yang bisa jadi landasan kebijakan jangka panjang.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa penataan kota butuh pendekatan ilmiah dan terukur. Nggak bisa hanya pakai asumsi. UGM dipercaya karena punya pengalaman dalam proyek tata kota di beberapa daerah lain di Indonesia.
Ari Sanda juga menegaskan, penataan kabel ini harus masuk ke dalam rencana besar transformasi kota.
“Kami ingin penataan kabel ini menjadi bagian dari transformasi Balikpapan menuju kota yang lebih tertib, nyaman, dan layak huni,” ujarnya menutup pembicaraan.
Belajar dari Kota Lain, Adaptasi untuk Balikpapan
Inspirasi datang dari Batam dan Bandung, dua kota yang sudah menerapkan sistem kabel bawah tanah.
Model ini terbukti bikin tata kota lebih rapi dan aman. Bayangkan trotoar bersih tanpa kabel menjuntai — itulah impian yang ingin diwujudkan Balikpapan.
Namun, tentu saja penerapan sistem ini butuh perencanaan matang. Harus dihitung dari segi anggaran, infrastruktur pendukung, dan kesiapan operator jaringan.
Di sinilah peran kajian akademik jadi penting — untuk memastikan kebijakan diambil berdasarkan data dan kebutuhan riil lapangan.
Penataan seperti ini memang nggak bisa instan, tapi langkah awal sudah dimulai. Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi juga bentuk komitmen pemerintah menghadirkan kota yang aman, efisien, dan berkelas.
Transformasi Menuju Kota Modern yang Layak Huni
Balikpapan udah lama dikenal sebagai kota yang teratur dan ramah lingkungan. Nah, penataan kabel ini bakal jadi booster baru buat memperkuat citra itu.
DPRD dan Pemkot sadar, keindahan kota bukan cuma dilihat dari bangunan tinggi, tapi juga dari hal-hal kecil seperti kabel yang rapi di jalan.
Langkah ini juga sejalan dengan semangat menuju smart city, di mana infrastruktur dan estetika berjalan beriringan. Kolaborasi lintas sektor ini jadi bukti nyata bahwa Balikpapan punya arah jelas: modern, aman, dan nyaman dihuni.
Yuk, dukung perubahan positif di kota kita! Bagikan artikel ini biar makin banyak orang yang tau pentingnya penataan kabel untuk wajah kota yang lebih indah.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”