Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Pengawasan Dapur MBG Diperketat, Dinas Kesehatan Balikpapan Kekurangan SDM

Rizkiyan Akbar • Kamis, 9 Oktober 2025 | 13:24 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Balikpapan memantau dapur MBG untuk memastikan makanan bagi siswa tetap aman dan bergizi, Selasa (7 Oktober 2025).
Petugas Dinas Kesehatan Balikpapan memantau dapur MBG untuk memastikan makanan bagi siswa tetap aman dan bergizi, Selasa (7 Oktober 2025).

Balikpapan TV - Hai Cess! Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan kini tengah jadi sorotan. 

Di balik semangat mulia menyehatkan anak bangsa, muncul tantangan baru: pengawasan harian dapur MBG yang makin ketat sesuai instruksi pusat.

Dinas Kesehatan Balikpapan pun menghadapi dilema. Waktu produksi yang dimulai sejak dini hari membuat pengawasan bukan perkara mudah, apalagi dengan tenaga terbatas.

Baca Juga: Aturan Baru Peredaran Minuman Beralkohol di Balikpapan, DPRD dan Pemkot Perketat Pengawasan Digital

Tantangan Serius di Balik Layar Program Makan Bergizi Gratis

Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiyati, menjelaskan dampak pengawasan dapur MBG yang dilakukan terus-menerus oleh tenaga puskesmas, Rabu (8 Oktober 2025).
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiyati, menjelaskan dampak pengawasan dapur MBG yang dilakukan terus-menerus oleh tenaga puskesmas, Rabu (8 Oktober 2025).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiyati, mengaku pihaknya harus berpikir ekstra keras.

“Tenaga kami terbatas. Jika pengawasan dapur MBG harus dilakukan terus-menerus oleh tenaga puskesmas, maka itu akan berdampak pada terganggunya program prioritas kesehatan lainnya,” ujarnya, Rabu (8 Oktober 2025).

Meski program MBG bertujuan mulia—menekan angka kemiskinan dan meningkatkan gizi anak—kenyataannya, pelaksanaannya di lapangan penuh dinamika. Pengawasan harus dilakukan sejak pukul 01.00 dini hari, saat sebagian besar warga masih terlelap.

Situasi ini bikin petugas pengawas dari puskesmas harus membagi fokus antara tugas reguler dan pemantauan dapur MBG.

Bayangkan, satu sisi harus memastikan imunisasi anak berjalan, sisi lain memastikan nasi, lauk, dan sayur di dapur MBG tetap higienis.

Menurut Dinas Kesehatan, beban kerja meningkat signifikan sejak aturan baru diterapkan. Dalam praktiknya, pengawasan mencakup pengecekan bahan baku, proses masak, hingga distribusi ke sekolah-sekolah. Semuanya harus dilakukan setiap hari—tanpa jeda.

Keterbatasan SDM, Tantangan yang Tak Bisa Diabaikan

Di atas kertas, sistemnya terlihat ideal. Namun di lapangan, jumlah tenaga kesehatan pengawas tidak sebanding dengan beban yang ada.

“Kami sangat mendukung program MBG, tapi pelaksanaannya harus realistis dan tidak membebani sistem kesehatan yang sudah ada,” ujar Alwiyati menegaskan.

Keterbatasan SDM membuat beberapa fasilitas kesehatan di Balikpapan kewalahan. Bila tenaga puskesmas fokus di dapur MBG, pelayanan pasien harian bisa terganggu.

Oleh karena itu, Dinkes mendorong solusi jangka panjang seperti penambahan tenaga khusus atau kerja sama dengan pihak ketiga. Tujuannya sederhana: agar pengawasan MBG tetap maksimal, tapi pelayanan masyarakat tetap berjalan lancar.

Dukungan Pemerintah Diharapkan Lebih Kuat

Dinas Kesehatan Balikpapan berharap adanya dukungan lebih besar dari pemerintah pusat. Termasuk tambahan anggaran dan regulasi yang memungkinkan pengawasan fleksibel tanpa mengurangi kualitas.

Sebab, tanpa dukungan struktural, sulit bagi daerah mempertahankan ritme pengawasan harian dalam jangka panjang.

Program MBG yang sejatinya membawa manfaat besar bisa justru menimbulkan beban sistemik bila tidak diimbangi dengan SDM memadai.

Selain itu, pengawasan yang dilakukan tiap hari juga menuntut biaya operasional tambahan—dari transportasi, logistik, hingga tenaga lembur. Semua itu memerlukan perencanaan matang agar tidak menguras sumber daya daerah secara berlebihan.

Baca Juga: Polda Kaltim Tanam Jagung di Lahan Polsek Balikpapan Timur, Dukung Swasembada Pangan Nasional

Menuju Sistem Pengawasan yang Lebih Adaptif

Dinas Kesehatan mulai mempertimbangkan opsi inovatif seperti pengawasan berbasis digital atau pelibatan komunitas. Dengan teknologi, pemantauan proses dapur bisa dilakukan secara real time tanpa harus hadir fisik setiap saat.

Selain efisien, sistem ini juga memberi peluang bagi warga untuk ikut berperan menjaga kualitas makanan anak-anak Balikpapan. Bentuk gotong royong modern yang sejalan dengan semangat program nasional.

Namun, tentu perlu pendampingan dan pelatihan agar setiap pihak memahami standar keamanan pangan. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pihak sekolah, dan pengelola dapur jadi kunci sukses pengawasan yang berkelanjutan.

Dari Balikpapan untuk Indonesia Sehat

Program MBG bukan sekadar distribusi makanan. Ia adalah simbol perhatian negara terhadap generasi penerus.

Tantangan memang ada, tapi semangat kolaborasi di Balikpapan menunjukkan harapan besar bahwa perubahan ke arah yang lebih baik selalu mungkin.

Dengan sistem yang diperkuat dan kebijakan yang berpihak, dapur MBG bisa menjadi tonggak baru transformasi layanan gizi nasional.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#pengawasan #Makan Bergizi Gratis #dapur MBG #Dinas Kesehatan Balikpapan