Balikpapan TV – Hai Cess! Di tengah tantangan pangan nasional, Polda Kaltim justru tancap gas dengan langkah konkret: tanam jagung serentak di seluruh wilayah Kaltim.
Aksi ini bukan sekadar simbolik, tapi bagian dari upaya serius memperkuat ketahanan pangan nasional yang kini jadi sorotan utama pemerintah.
Memasuki kuartal empat tahun 2025, program ini resmi digelar pada Rabu (8 Oktober 2025) di Polsek Balikpapan Timur, tepatnya di Kelurahan Manggar, dengan lahan seluas 1,1 hektar.
Kegiatan ini masuk dalam program nasional yang menargetkan peningkatan produksi jagung lokal agar Indonesia makin mandiri pangan.
Nah, siapa sangka, total lahan kelola Polda Kaltim kini mencapai 184,60 hektar, tersebar di berbagai daerah. Keren kan, Cess?
Baca Juga: Aturan Baru Peredaran Minuman Beralkohol di Balikpapan, DPRD dan Pemkot Perketat Pengawasan Digital
Jagung Serentak, Langkah Nyata Dukung Ketahanan Pangan
Polda Kaltim benar-benar serius ikut menanam dan memanen jagung untuk bantu suplai kebutuhan dalam negeri. Ini bukti kalau sektor keamanan pun bisa ambil bagian dalam ekonomi produktif.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, menyampaikan bahwa hasil panen jagung tahun ini naik signifikan. Dari 11 ton di kuartal sebelumnya, kini meningkat sekitar 13 persen menjadi 6.139 ton.
“Program ini merupakan wujud nyata kepedulian Polda Kaltim dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mengoptimalkan potensi lahan yang ada,” ujarnya.
Sinergi dengan Dunia Usaha: Dari Tambang Jadi Lumbung
Yang bikin makin menarik, Polda Kaltim nggak jalan sendiri. Mereka juga menggandeng pelaku perkebunan dan tambang. Tujuannya? Mengubah lahan bekas tambang yang dulu terbengkalai jadi ladang jagung produktif.
Langkah ini bukan cuma cerdas, tapi juga berdampak ganda—lahan kritis jadi produktif, masyarakat sekitar ikut terdorong untuk menanam, dan lingkungan pun dapat manfaatnya.
Manfaat Berlapis untuk Masyarakat Kaltim
Program tanam jagung serentak ini nyatanya nggak cuma soal hasil panen. Lebih dari itu, ini membuka peluang kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan menumbuhkan semangat gotong royong antarwarga.
Polda Kaltim ingin bukti nyata bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari langkah sederhana: menanam.
Banyak warga sekitar lahan yang ikut terlibat. Mereka belajar teknik menanam, memanen, dan mengelola hasil jagung. Selain dapat ilmu baru, efek ekonominya juga terasa langsung di kantong masyarakat.
Jadi, bukan cuma hasil panennya yang meningkat, tapi semangatnya juga ikut tumbuh!
Dari Balikpapan Timur untuk Indonesia
Bayangkan, lahan seluas 184,60 hektar yang dulu biasa-biasa saja kini jadi sumber penghidupan. Produksi jagung yang meningkat jadi bukti bahwa kerja kolaboratif memang berbuah manis.
Langkah Polda Kaltim ini seakan memberi pesan sederhana tapi dalam: bahwa menjaga ketahanan pangan bukan tugas kementerian pertanian semata, tapi tanggung jawab bersama.
Mulai dari aparat, petani, pengusaha, sampai masyarakat. Semua bisa ambil bagian, asal punya niat dan konsistensi.
Kiat Kecil: Yuk, Ikut Tanam Sendiri di Rumah!
Kalau kamu terinspirasi dari gerakan ini, nggak perlu punya lahan luas. Mulai aja dari pekarangan rumah. Tanam jagung, cabai, atau sayur favoritmu. Selain bantu ketahanan pangan lokal, hasilnya bisa untuk konsumsi sendiri.
Polda Kaltim sudah membuktikan, dari lahan tambang pun bisa tumbuh harapan baru. Jadi, siapa bilang cuma petani yang bisa tanam jagung? Semua bisa, asal mau mulai!
Langkah berani Polda Kaltim ini jelas bikin semangat baru dalam dunia pertanian modern. Dari Balikpapan Timur, mereka menanam optimisme, menumbuhkan harapan, dan menuai masa depan yang lebih mandiri.
Yuk Cess, share artikel ini biar makin banyak orang yang tau bahwa ketahanan pangan itu tanggung jawab kita semua!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”