Balikpapantv.id - Hai Cess! Balikpapan terus berjibaku dengan masalah banjir yang kerap menghantui warga, terutama saat musim hujan. Pemerintah Kota Balikpapan lewat Dinas Pekerjaan Umum (PU) kini memprioritaskan perbaikan saluran air secara bertahap dari hulu hingga hilir. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi titik genangan air, salah satunya di Jalan MT Haryono yang selama ini menjadi lokasi rawan banjir.
Proyek lanjutan perbaikan saluran sekunder Inhutani tengah berlangsung dengan fokus memperkuat infrastruktur pengendali banjir. Dengan keterbatasan anggaran daerah, Pemkot Balikpapan tetap melanjutkan langkah ini secara bertahap, termasuk pengerjaan saluran air di depan kantor Disdukcapil dan wilayah Sungai Nangka. Proyek ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warganya.
Proyek Saluran Sekunder Inhutani Jadi Fokus Utama
Perbaikan saluran sekunder Inhutani sedang berjalan mulai dari simpang traffic light Jalan Manunggal (BDS) hingga kantor Disdukcapil. Wilayah ini masuk Kelurahan Sungai Nangka.
Dengan nilai proyek Rp 9,77 miliar dari APBD 2025, pengerjaan memakan waktu 219 hari kalender. CV Arshaka Karya Gemilang dipercaya sebagai kontraktor pelaksana.
Perencanaan Pengerjaan Bertahap Hingga 2026
“Tahun depan berlanjut lagi Saluran Sekunder Inhutani sampai ke simpang Jalan MT Haryono Dalam,” kata Kepala Dinas PU Rita. Target berikutnya fokus di saluran Balikpapan Baru.
Rencana jangka panjang ini menegaskan pemerintah tidak hanya berfokus pada satu titik, tetapi menata drainase secara menyeluruh agar banjir dapat tertangani maksimal.
Pentingnya Saluran Sekunder Balikpapan Baru untuk Kota Minyak
Perbaikan saluran Balikpapan Baru menjadi kelanjutan proyek sebelumnya yang sudah rampung hingga Andy Jaya Motor. Selanjutnya pekerjaan akan diteruskan sampai Telkom.
Saluran ini berperan penting mengalirkan air hujan ke arah hilir. Saat hujan deras, kapasitas saluran memegang peranan vital agar air cepat mengalir dan tidak menggenangi jalan.
Kondisi Saluran Perlu Pembaruan Kapasitas dan Kualitas
Saluran di Balikpapan masih banyak yang terbuat dari batu gunung. Kapasitasnya tidak sesuai kebutuhan saat ini. Peningkatan dimensi dan material menjadi fokus proyek.
Pemkot Balikpapan menegaskan langkah ini untuk jangka panjang. Infrastruktur drainase harus tangguh menghadapi perubahan iklim dan tingginya intensitas curah hujan.
Ayo bagikan artikel ini agar semakin banyak orang tahu komitmen Pemkot Balikpapan menghadapi banjir! Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, "Bukan Sekedar Berita Biasa!"(Rohman)