Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Jejak Spiritual dan Bisnis Ong Hok Liong Membangun Bentoel yang Mengubah Industri Kretek di Indonesia

Arya Kusuma • Selasa, 9 Juni 2026 | 15:39 WIB
Ong Hok Liong dan perjalanan berdirinya Bentoel yang bermula dari usaha tembakau sederhana di Malang.
Ong Hok Liong dan perjalanan berdirinya Bentoel yang bermula dari usaha tembakau sederhana di Malang.

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Perjalanan Ong Hok Liong Membangun Bentoel dari Usaha Tembakau hingga Industri Kretek Nasional

Ikhtisar: Artikel ini membahas kisah berdirinya Bentoel, perjalanan bisnis Ong Hok Liong, pengaruh nilai spiritual, kontribusi pada masa perjuangan, serta transformasi perusahaan menjadi industri kretek besar.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kisah lahirnya Bentoel ternyata bukan sekadar cerita bisnis tembakau, tetapi juga perjalanan spiritual, keberanian menghadapi perang, dan kepemimpinan yang membentuk salah satu industri kretek terbesar di Indonesia.

Penasaran bagaimana seorang pedagang tembakau sederhana bisa membangun nama besar yang dikenal lintas generasi? Simak kisahnya sampai habis, banyak sisi menarik yang mungkin kada banyak diketahui orang, Ces!

Bagaimana Masa Kecil Ong Hok Liong Membentuk Jiwa Wirausahanya?

Menurut video "MISTERI BERDIRINYA BENTOEL: PERJALANAN SPIRITUAL ONG HOK LIONG" dari kanal YouTube Ensiklopedia Nusantara, Ong Hok Liong lahir pada 12 Agustus 1893 di Karang, Bojonegoro.

Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dunia perdagangan tembakau melalui usaha keluarganya. Aktivitas menjemur, memilah, hingga menilai kualitas daun tembakau menjadi pelajaran berharga yang diperolehnya langsung dari sang ayah, Ong Hin Chin.

Pengalaman tersebut membentuk kemampuan bisnisnya sejak usia muda. Ia belajar memahami pasar, menghitung keuntungan, dan mengenali kualitas produk tanpa harus menempuh pendidikan formal yang panjang.

Baca Juga: Mengapa Mobil Kecil Ini Bisa masuk Deretan Mobil Terkecil Dunia? Mobil Kecil Yang Jadi Sorotan Dunia dari Zaman ke Zaman

Mengapa Kepindahan ke Malang Menjadi Titik Balik Penting?

Sekitar tahun 1910, Ong Hok Liong melihat peluang yang menjanjikan di Kota Malang. Saat itu, Malang berkembang sebagai pusat perdagangan dengan jaringan bisnis yang semakin ramai.

Ia tidak hanya membawa usaha tembakau keluarga, tetapi juga memperluas perdagangan ke sektor palawija. Ketekunan dan kemampuannya membangun relasi membuat namanya cepat dikenal di kalangan pedagang setempat.

Pada tahun 1921, Ong memutuskan menetap bersama keluarganya di kawasan Jalan Pecinan Kecil yang kini dikenal sebagai Jalan Wiromargo. Keputusan ini menjadi langkah penting yang membuka jalan menuju lahirnya industri Bentoel.

Berada di pusat aktivitas ekonomi membuatnya mulai berpikir lebih jauh. Ia melihat peluang untuk mengolah tembakau menjadi produk bernilai tambah yang saat itu sedang berkembang pesat, yakni kretek.

Dari Mana Asal Nama Bentoel yang Melegenda Itu?

Pabrik rokok pertama Ong Hok Liong berdiri pada 10 September 1930 dengan nama Strootjesfabriek Ong Hok Liong. Produksi dilakukan secara sederhana di bagian belakang rumah bersama rekannya, Tjoa Bing Liang atau Tjoa King Tjhan.

Awalnya, pabrik tersebut memproduksi beberapa merek seperti Cap Burung, Cap Kelabang, dan Cap Jeruk Manis. Namun perkembangan usaha terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kisah paling menarik muncul ketika Ong mengganti nama usahanya menjadi Bentoel.

Menurut narasi kanal Ensiklopedia Nusantara, nama Bentoel berasal dari pengalaman spiritual saat Ong Hok Liong berziarah ke Gunung Kawi. Dalam mimpinya, ia melihat tanaman talas atau bentoel yang tumbuh kuat dan besar.

Mimpi tersebut kemudian ditafsirkan oleh seorang juru kunci sebagai pertanda baik.

Ong akhirnya menggunakan nama Bentoel sebagai identitas usahanya karena melihat filosofi tanaman tersebut yang mampu bertahan dalam berbagai kondisi. Nama itu kemudian melekat kuat dan menjadi salah satu merek paling dikenal dalam sejarah industri kretek Indonesia.

Baca Juga: Warisan Penajam Paser Utara: Tari Benuanta dan Identitas Budaya, ini Makna Yang Tersembunyi Dibalik Tariannya

Apa Peran Ong Hok Liong Saat Masa Perang Kemerdekaan?

Perjalanan Bentoel tidak selalu mulus. Saat pendudukan Jepang pada 1942, aktivitas produksi terpaksa berhenti akibat keterbatasan bahan baku dan pengawasan ketat militer.

Meski pabrik berhenti beroperasi, Ong tetap menjaga hubungan dengan para pekerjanya.

Setelah Indonesia merdeka, situasi masih belum stabil. Ketika Agresi Militer Belanda II terjadi pada 1948, Ong bersama pekerjanya mengungsi ke Gunung Kawi.

Di masa sulit tersebut, ia tetap menunjukkan kepedulian kepada perjuangan bangsa.

Menurut narasi video, Ong mengirimkan bantuan berupa rokok Bentoel, makanan, dan dana kepada para pejuang Indonesia melalui jalur yang aman. Bahkan, pabrik Bentoel juga pernah digunakan sebagai tempat persembunyian pejuang dari pemeriksaan tentara Belanda.

Tindakan itu menunjukkan bahwa nasionalisme dapat diwujudkan melalui perbuatan nyata.

Bagaimana Bentoel Bangkit Menjadi Industri Besar?

Memasuki awal 1950-an, Bentoel kembali berkembang pesat. Jumlah pekerja meningkat hingga sekitar 3.000 orang.

Ong dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang dekat dengan para karyawan. Ia sering berinteraksi langsung dengan pekerja dan memahami kehidupan mereka di luar lingkungan pabrik.

Pada 1954, nama PT Perusahaan Rokok Cap Bentoel resmi digunakan sebagai identitas perusahaan.

Perubahan tersebut menjadi simbol transformasi dari usaha keluarga menjadi perusahaan yang semakin profesional. Meski tumbuh besar, Ong tetap mempertahankan nilai kemanusiaan dan hubungan sosial yang hangat dengan para pekerjanya.

Baca Juga: Sejarah Gedung Tua Polsek Samarinda Kota! Dari Barak Polisi Kolonial hingga Polsek Cagar Budaya Samarinda

Mengapa Bentoel Disebut Pelopor Inovasi Kretek Indonesia?

Memasuki dekade 1960-an, Bentoel melakukan berbagai terobosan yang mengubah wajah industri kretek nasional.

Perusahaan ini memperkenalkan kretek filter mesin pertama di Indonesia. Inovasi tersebut menghadirkan pendekatan baru yang sebelumnya identik dengan rokok putih produksi luar negeri.

Tidak berhenti di situ, Bentoel juga menjadi pelopor penggunaan kemasan plastik pada bungkus rokok.

Langkah sederhana tersebut memberikan dampak besar karena membantu menjaga kualitas produk sekaligus menghadirkan citra yang lebih modern.

Inovasi-inovasi ini membuat Bentoel dikenal bukan hanya sebagai produsen rokok, tetapi juga perusahaan yang berani menghadirkan perubahan.

Apa Warisan Terbesar Ong Hok Liong?

Ong Hok Liong wafat pada tahun 1967 saat Bentoel sedang berkembang pesat.

Bagi banyak pekerja, kepergiannya bukan sekadar kehilangan pemilik perusahaan. Ia dikenang sebagai sosok yang memberikan lapangan pekerjaan, menjaga hubungan kemanusiaan, dan tetap membantu masyarakat dalam berbagai kondisi.

Warisan terbesar yang ditinggalkannya bukan hanya pabrik atau merek dagang.

Warisan itu adalah perpaduan antara kerja keras, keberanian mengambil keputusan, kepedulian terhadap sesama, dan keyakinan bahwa bisnis dapat tumbuh tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Kisah Bentoel menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis sering kali lahir dari kombinasi keberanian membaca peluang dan kemampuan menjaga hubungan dengan manusia di sekitarnya. Dari sudut pandang Balikpapan, cerita Ong Hok Liong terasa relevan karena banyak daerah berkembang melalui kekuatan pelaku usaha lokal yang berani mengambil langkah besar. Nilai yang paling menonjol bukan semata ekspansi usaha, melainkan kemampuan mempertahankan kepercayaan. Itu aset yang kadang kadada dalam banyak bisnis modern, Ces. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang mengenal sisi lain sejarah industri Indonesia.

Jangan lewatkan kisah-kisah inspiratif yang menyimpan pelajaran berharga dari tokoh dan peristiwa penting Nusantara, selalu Update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa pendiri Bentoel?
Ong Hok Liong, seorang pedagang tembakau asal Bojonegoro.

2. Kapan pabrik rokok Bentoel pertama didirikan?
Pada 10 September 1930 di Malang.

3. Dari mana asal nama Bentoel?
Berasal dari mimpi spiritual Ong Hok Liong tentang tanaman bentoel saat berziarah ke Gunung Kawi.

4. Apa kontribusi Ong Hok Liong saat masa perang?
Ia membantu pejuang Indonesia dengan mengirim bantuan dan menyediakan tempat persembunyian.

5. Apa inovasi penting yang diperkenalkan Bentoel?
Kretek filter mesin pertama di Indonesia dan penggunaan kemasan plastik pada bungkus rokok.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Ong Hok Liong #Bentoel #malang