Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Jejak Sejarah Kesultanan Gunung Tabur di Berau, Dari Pecahnya Kesultanan Berau Hingga Jadi Museum Batiwakkal

AdminBTV • Jumat, 29 Agustus 2025 | 18:32 WIB

Memang Beda!
Memang Beda!

Balikpapantv.id - Hai Cess! Pernah dengar soal Kesultanan Gunung Tabur? Yap, salah satu kerajaan yang punya kisah panjang dan penuh makna di Berau, Kalimantan Timur. Ceritanya dimulai sejak abad ke-19 ketika Kesultanan Berau terpecah menjadi dua, lalu lahirlah Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung.

Baca Juga: Ekowisata Hutan Mangrove Kampung Baru di PPU Hadir dengan Revitalisasi Jembatan Kayu 400 Meter untuk Wisata Edukasi

Di balik sejarahnya, istana megah di Gunung Tabur sempat luluh lantak akibat serangan bom sekutu pada tahun 1945. Namun, semangat menjaga warisan budaya membuat istana ini bangkit kembali. Tahun 1990, bangunan megah itu didirikan ulang dan kini dikenal sebagai Museum Batiwakkal. Tempat ini jadi saksi sejarah sekaligus destinasi wisata budaya yang sayang dilewatkan.

Sejarah Awal Kesultanan Gunung Tabur, Dari Perebutan Tahta Hingga Terbentuknya Dinasti Baru

Kesultanan Gunung Tabur muncul pada 1810 setelah perpecahan Kesultanan Berau. Raja Berau ke-9, Aji Dilayas, meninggalkan dua putra yang sama-sama merasa berhak atas takhta.

Pangeran Tua dan Pangeran Dipati awalnya sepakat untuk memerintah secara bergantian. Namun, perseteruan antar keturunan membuat Berau akhirnya pecah jadi dua kesultanan baru.

Peta Wilayah Kekuasaan Kesultanan Gunung Tabur yang Strategis

Wilayah Gunung Tabur cukup strategis. Di utara berbatasan dengan Kesultanan Bulungan, sementara di timur langsung menghadap Laut Sulawesi.

Bagian selatan dan barat Gunung Tabur berbatasan dengan Kesultanan Sambaliung. Letak ini bikin peranannya penting di jalur perdagangan pada masanya.

Deretan Sultan Gunung Tabur, Dari Sultan Zainal Abidin II Hingga Era Modern

Baca Juga: Dishub Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Simpang 4 Balikpapan Baru, Berikut Rinciannya!

Sultan pertama yang berkuasa adalah Zainal Abidin II bin Badaruddin pada 1810–1834. Setelahnya, takhta berlanjut ke Aji Kuning II, lalu Maharaja Dendah I, hingga Sultan Bachrul Hadi.

Beberapa masa juga sempat diisi wali, seperti Aji Kuning pada 1882–1884. Hingga kini, Sultan Aji Raden Muhammad Bachrul Hadi masih memimpin sejak 2016.

Kebangkitan Istana Gunung Tabur Jadi Museum Batiwakkal

Pada Perang Dunia II, istana Gunung Tabur hancur total akibat bom sekutu tahun 1945. Tidak ada yang tersisa dari bangunan asli kerajaan.

Namun semangat melestarikan sejarah membuat istana ini dibangun ulang pada 1990. Dua tahun kemudian, diresmikan sebagai Museum Batiwakkal.

Itulah kisah singkat Kesultanan Gunung Tabur, mulai dari sejarah perebutan tahta, garis keturunan sultan, hingga berdirinya Museum Batiwakkal yang kini jadi ikon budaya Berau. Cerita ini bukan hanya soal kerajaan, tapi juga tentang bagaimana sebuah peradaban tetap hidup lewat warisan sejarahnya.

Yuk sebarkan cerita sejarah keren ini biar makin banyak yang tahu!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, "Bukan Sekedar Berita Biasa!" (khoirul)

Editor : Arya Kusuma
#Sejarah Kesultanan Berau #Museum Batiwakkal Berau #Istana Gunung Tabur