Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

5 Letusan Gunung Berapi Paling Dahsyat yang Mengubah Sejarah Dunia

AdminBTV • Senin, 21 Juli 2025 | 20:34 WIB

Memang Beda!
Memang Beda!

Balikpapantv.id - Hai Cess! Siapa yang gak merinding membayangkan kedahsyatan letusan gunung berapi? Dari Tambora hingga Laki, kelima peristiwa ini adalah contoh nyata kalau Bumi kita bisa ‘ngambek’ dengan cara dramatis. Yuk, kita kulik satu per satu dan rasakan getarannya!

1. Gunung Tambora – 5 April 1815, Indonesia

Letusan Tambora adalah salah satu bencana vulkanik paling dahsyat dalam sejarah modern. Terjadi pada 10 April 1815, letusan ini memuntahkan sekitar 37–45 km³ material dan membentuk kaldera sedalam hampir 4 mil. Abunya menyebar ke seluruh dunia dan mendinginkan suhu global sekitar 0,4–0,7 °C, menyebabkan fenomena “Year Without a Summer” pada 1816 . Korban langsung diperkirakan 10.000–11.000 jiwa, dan total kematian mencapai puluhan ribu karena kelaparan dan penyakit 

2. Gunung Krakatau – 26–27 Agustus 1883, Indonesia

Letusan Krakatau menggegerkan dunia pada 26–27 Agustus 1883. Letusan terakhirnya menghasilkan ledakan dengan VEI 6, membunuh lebih dari 36.000 orang, dan membangkitkan tsunami hingga 130 kaki! Suaranya terdengar hingga 3.100 km di Australia, menjadikannya salah satu ledakan suara terkuat yang pernah tercatat. Jutaan ton debu ke stratosfer pun menyebabkan pendinginan global dan senja merah dramatis selama bertahun-tahun.

3. Gunung Vesuvius – 24 Agustus 79 M, Italia

Ketika Vesuvius meletus pada 79 M, kota Pompeii dan Herculaneum terkubur abu dan lahar. Abu setinggi 16 km menghujani kota dalam 12 jam, membekukan seketika kehidupan penduduknya. Reruntuhan Pompeii ditemukan kembali pada abad ke-16 dan kini menjadi warisan arkeologi yang memberikan pandangan hidup Romawi kuno

4. Gunung Pinatubo – 1991, Filipina

Setelah tidur 600 tahun, Pinatubo meletus hebat pada 1991. Letusan setinggi 45 km ini menghancurkan puncak gunung dan membentuk kaldera 2,4 km, memaksa >100.000 orang mengungsi. Aliran piroklastik setebal 200 m dan lahars membanjiri desa, sementara debu vulkanik mencemari infrastruktur . Ini jadi pengingat pentingnya pemantauan gunung berapi.

5. Gunung Laki – 1783, Islandia

Laki meletus sejak 8 Juni 1783 dan berlangsung delapan bulan. Lava mencapai 14 km³ serta gas sulfur dioksida >100 juta ton menuntun pada perubahan iklim global. Hujan asam merusak tanaman hingga memicu kelaparan dan wabah penyakit di Eropa. Total korban tewas hingga mencapai 6 juta orang!

Fakta Menarik & Dampak Global

Kelima letusan ini berbeda waktu dan tempat, tapi semuanya punya efek seantero dunia—dari tsunami hingga penurunan suhu. Tambora bahkan sampai bikin Amerika Utara alami musim dingin yang tak biasa. Krakatau pun menjadi tonggak awal ilmu vulkanologi modern karena dampak global dan siaran telegraf 

Mengapa Indonesia Sering Jadi Pusat Letusan?

Indonesia berada di jalur Ring of Fire, zona aktif tektonik yang memicu ~75% gunung berapi aktif dunia dan ~90% gempa bumi. Posisi ini menjelaskan kenapa Tambora dan Krakatau—dua letusan terdahsyat—berasal dari tanah air kita.

Belajar dari Sejarah Bumi yang Bergolak

Kisah-kisah bencana ini mengingatkan kita pentingnya kesiapsiagaan, pemantauan gunung aktif, dan kesadaran bahwa alam bisa mendadak berubah. Penting juga buat generasi muda tahu kalau riset dan teknologi harus terus dikembangkan agar bencana bisa ditangani lebih cepat.

Yuk Bagikan Artikel Ini!

Kalau kamu merasa artikel ini berguna dan bikin kamu makin apresiasi sejarah bumi, yuk share ke teman-temanmu! Semoga makin banyak yang sadar pentingnya mitigasi bencana dan kecintaan terhadap planet ini.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'

Satya

Editor : Arya Kusuma
#Gunung Tambora 1815 #letusan gunung berapi terbesar