Balikpapantv.id - Hai Cess! Siapa bilang Balikpapan cuma soal minyak dan pelabuhan? Kota ini menyimpan jejak sejarah yang kaya dan menarik untuk dijelajahi.
Yuk, kita telusuri tiga destinasi bersejarah yang wajib kamu kunjungi saat berada di Balikpapan!
1. Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera)Monpera Balikpapan, yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat melawan penjajah.
Awalnya, pada tahun 1983, monumen ini berupa patung prajurit Dayak dari kayu ulin yang memegang bendera di depan kolam ikan mujair.
Patung tersebut kemudian diperbarui menjadi patung perunggu yang menggambarkan tiga sosok bersemangat mendirikan tiang bendera, dan diresmikan pada 16 November 1995 oleh Panglima ABRI, Feisal Tanjung.
Monumen ini mengenang dua peristiwa bersejarah di Balikpapan: usaha masyarakat menghalangi pasukan Belanda yang hendak memasuki Pantai Klandasan Ilir, dan perebutan sumur Mathilda oleh tentara Jepang yang menyebabkan pembantaian besar-besaran terhadap serdadu Belanda
Baca Juga: 3 Kursi Kantor Ergonomis yang Bikin Kerja Makin Nyaman dan Stylish!
2. Dahor Heritage BalikpapanRumah Dahor Heritage, yang berlokasi di Jalan Letjend Suprapto, Balikpapan, adalah rumah panggung yang dibangun pada tahun 1920 oleh BPM (Bataafsche Petroleum Maatschappij), sebuah perusahaan minyak Belanda.
Bangunan ini dulunya digunakan sebagai rumah dinas untuk pekerja kilang minyak dan kini menjadi salah satu cagar budaya yang diharapkan dapat melestarikan warisan sejarah kota Balikpapan.
Rumah Dahor Heritage menyimpan banyak cerita tentang sejarah Kota Balikpapan.
Selama masa penjajahan Belanda, bangunan ini menyaksikan langsung persaingan antara Belanda dan Jepang untuk menguasai wilayah Balikpapan selama Perang Dunia II.
Rumah Dahor Heritage memiliki bentuk rumah panggung, yang merupakan salah satu ciri khas rumah adat di Pulau Kalimantan, khususnya di Kalimantan Timur.
Dibangun sekitar tahun 1900, rumah ini berdiri tegak dengan ketinggian yang lebih tinggi dari tanah di sekitarnya.
Dahor Heritage memiliki bentuk kotak dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari sirap.
3. Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan
Masjid Agung At-Taqwa Balikpapan adalah salah satu masjid bersejarah sekaligus menjadi destinasi wisata religi.
Lokasinya persis di jantung kota Balikpapan. Masjid ini didirikan pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1946 oleh enam ulama terkemuka: Habib Ghasim Bahasim, Habib Ali Asseaf, H. Abdul Malik, H. Kai Kintang, H. Bahrun, dan H. Abdul Ghani.
Pada Perang Dunia II, masjid ini hancur lebur terkena serangan bom tentara sekutu. Waktu itu masjid ini berada di pesisir pantai.
Karena khawatir terkena abrasi, maka pada tahun 1950 masjid ini dibangun kembali, namun dipindah ke daratan dan menjadi lokasi Masjid At-Taqwa hingga sekarang di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan.
Masjid ini mengadopsi gaya arsitektur Timur Tengah, yaitu gabungan dari Masjid Nabawi dan Turki Ustmani.
Gaya arsitektur Masjid Nabawi terlihat dari adanya menara yang berada di empat pojok bangunan masjid.
Bentuk manara hampir sama dengan yang ada di Nabawi Madinah.
Sedangkan gaya arsitektur Turki terlihat dari bentuk kubahnya. Kubah masjid berbahan enamel steel panel warna biru.
Masjid ini terdiri dari tiga lantai. Lantai dasar berguna untuk tempat penitipan barang, tempat wudhu, aula, dan sering berfungsi untuk resepsi akad nikah, dengan kapasitas menampung sekitar 800 jamaah.
Lantai utama, yaitu lantai dua, adalah ruang sholat utama seluas 1.632 m² yang dapat menampung sekitar 1.000 jamaah.
Di lantai ini terdapat ruang imam, perpustakaan, dan gudang peralatan.
Lantai tiga berguna untuk kegiatan pendidikan seperti TK-TPA At-Taqwa dan dapat menampung hingga 700 jamaah.
Nah, itu dia tiga destinasi sejarah di Balikpapan yang penuh makna dan cerita. Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu ya, biar mereka juga tahu!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!' (novaldy)