BalikpapanTv.id - Hai Cess! Masih hangat suasana pemilihan kepala daerah serentak di Indonesia nih Cess. Kali ini, kita akan membahas tentang pemilihan umum yang penuh warna dan dinamika di Indonesia pada tahun 1987. Tahun itu bukan hanya soal pemilu, tapi juga tentang perubahan besar dalam lanskap politik Indonesia, di tengah kontrol ketat Orde Baru.
Pemilu 1987, Panggung Politik yang Berbeda
Pemilu 1987 menjadi tonggak penting bagi demokrasi Indonesia. Dengan atmosfer politik yang dikuasai oleh Orde Baru, pemilu ini berlangsung dalam sistem yang sangat berbeda dengan yang kita kenal sekarang.
Sistem yang digunakan adalah daftar tertutup proporsional, yang membuat rakyat hanya bisa memilih partai, bukan calon legislatif secara langsung. Jadi, meskipun memilih, pilihan kita tetap terikat dengan partai yang kita pilih, bukan individu tertentu
Baca Juga: Pilkada 2024 di Jawa Barat, 6 Petugas KPPS Wafat, Logistik Aman, Rekapitulasi Jalan Terus
Golkar Dominan, PDI dan PPP Berjuang
Bagi masyarakat Indonesia waktu itu, Golkar adalah jawara di Pemilu 1987, mendominasi hasil suara. Namun, yang menarik adalah bagaimana partai-partai lain seperti PPP dan PDI berjuang keras.
Pemilu 1987 membuat PPP terpuruk setelah kehilangan banyak dukungan dari NU, sementara PDI menunjukkan perbaikan meskipun tetap berada di posisi ketiga
Pengaruh Kebijakan Pemerintah
Kebijakan pemerintah saat itu benar-benar memberikan pengaruh besar terhadap jalannya pemilu.
Dengan berbagai pembatasan yang diterapkan pada partai-partai seperti larangan kritik terhadap pemerintah, pengurangan masa kampanye, dan bahkan wajibnya asas tunggal Pancasila, bisa dibilang, pemilu ini sangat dikendalikan oleh rezim yang berkuasa
Peran Golkar yang Dominan
Golkar, yang lebih dikenal sebagai organisasi partai dari pemerintah, tidak hanya mengandalkan struktur birokrasi dan militer, tetapi juga menggunakan mobilisasi suara dari tingkat desa untuk memperkuat posisinya.
Ini adalah strategi yang sangat efektif pada waktu itu, terutama di daerah pedesaan
Baca Juga: Ricuh di Pilkada Puncak Jaya, Kotak Suara Dibawa Kabur, 40 Rumah Dibakar!
Kemenangan PDI dan Peran Masa Depan
Meskipun perolehan suara PDI tidak cukup untuk menggeser Golkar dari posisi puncak, kemenangan mereka yang berhasil memperoleh 10% suara dan 40 kursi di DPR, menunjukkan adanya perubahan dalam peta politik Indonesia.
Ini menjadi landasan bagi kebangkitan lebih lanjut bagi partai-partai yang mengusung ideologi nasionalisme
Politik Orde Baru yang Terpola Ketat
Sistem pemilu yang diterapkan pada masa Orde Baru memang penuh dengan pembatasan, tetapi juga menghasilkan politik yang sangat terstruktur dan terkendali. Setiap langkah dalam pemilu seperti pemilihan partai dan pencalonan legislatif telah diatur agar semuanya berjalan sesuai dengan kehendak pemerintah
Baca Juga: PDIP Balikpapan Salut! Meski Tertinggal di Quick Count Pilkada, Tetap Hormati Pilihan Rakyat!
Memahami Pemilu Orde Baru
Pemilu 1987 memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana politik Indonesia diatur di bawah pengaruh Orde Baru. Meski rakyat memilih, suara mereka sangat dibatasi dalam pilihan yang sangat terstruktur.
Semua ini tentu saja membawa dampak panjang terhadap demokrasi Indonesia yang baru mulai berkembang pada saat itu
Refleksi Sejarah, Apa yang Bisa Kita Pelajari?
Pemilu 1987 bisa dibilang sebagai simbol betapa besarnya pengaruh pemerintahan yang kuat terhadap kebebasan politik. Namun, dari sisi positifnya, hasil dari pemilu ini membuka jalan bagi perubahan di masa depan, meski dengan berbagai tantangan dan hambatan.
Jangan lupa untuk share artikel ini, Cess, biar teman-teman kamu juga tahu betapa menariknya sejarah politik Indonesia pada tahun 1987!
Editor : Arya KusumaSuasana Pemilihan Umum tahun 1987. pic.twitter.com/wBOUwGRVLo
— Video Sejarah (@VideoSejarah) November 26, 2024