Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Menguak Sejarah Belanda di Barabai! Jejak Parisj van Borneo yang Terlupakan

Arya Kusuma • Kamis, 7 November 2024 | 19:15 WIB

Gerard Louwrens Tichelman bersama istri, Pemimpin Barabai Tahun 1926. Di masa mereka pembangunan di Barabai dimulai.
Gerard Louwrens Tichelman bersama istri, Pemimpin Barabai Tahun 1926. Di masa mereka pembangunan di Barabai dimulai.

BalikpapanTv.id - Hai Cess! Menyebut Barabai mungkin bukan hal yang asing bagi sebagian orang, tapi tahukah kamu kalau kota ini punya sejarah panjang yang pernah jadi incaran bangsa Belanda?

Barabai, yang dikelilingi pegunungan dan hutan lebat, pernah menjadi tempat istimewa bagi Belanda yang menjulukinya Parisj van Borneo. Nah, di artikel ini, kita akan menggali lebih dalam jejak peninggalan Belanda yang masih terasa hingga kini!

Awal Kedatangan Belanda ke Barabai

Hingga kini, tidak ada catatan pasti mengenai kapan pertama kali bangsa Belanda tiba di Barabai. Meski begitu, konon daya tarik kawasan ini terletak pada posisinya yang strategis dan tanahnya yang subur. Tak heran, Barabai kemudian menjadi tujuan utama kolonial Belanda.

Pesona Alam Barabai yang Menarik Minat Belanda

Berada di cekungan yang dikelilingi pegunungan dan hutan rindang, membuat udara di Barabai terasa sejuk.

Kombinasi ini membuat Belanda melihat Barabai sebagai permata tersembunyi, hingga mereka memberi julukan "Parisj van Borneo." Hal inilah yang membuat Belanda tertarik untuk membangun pemukiman dan berbagai fasilitas di sana.

Pembangunan Infrastruktur oleh Belanda

Selama masa kekuasaannya, Belanda tidak hanya membangun permukiman di Barabai tetapi juga fasilitas pendukung lainnya.

Beberapa fasilitas yang masih terdengar hingga sekarang adalah bioskop Juliana, Hospital Barabai, Kantor Pos, dan restoran di Barabai. Bahkan, Belanda menyediakan angkutan taksi khusus untuk memudahkan mobilitas penduduk dan pejabatnya.

Pendirian Benteng Barabai

Pada tahun 1867, Belanda membangun benteng pertahanan yang dikenal dengan nama Fort de Barabai.

Benteng ini dirancang sebagai perlindungan bagi pejabat Belanda yang mengelola Barabai, terutama karena ancaman dari penduduk lokal yang tidak menyetujui keberadaan Belanda di tanah mereka.

Menurut catatan di Website Gorden 313, lokasi benteng ini kini menjadi Kantor Bupati Hulu Sungai Tengah.

Serangan di Benteng Barabai

Setelah pecahnya Perang Banjar pada 18 April 1859, benteng ini sering menjadi sasaran serangan.

Serangan terbesar terjadi pada 3 Juli 1861 yang dipimpin oleh Raksa Yuda. Kegigihan pejuang lokal dalam mempertahankan tanah air menjadi bukti bahwa semangat perjuangan tak pernah padam.

Pertempuran-Pertempuran di Barabai dan Sekitarnya

Tidak hanya di benteng, Barabai dan wilayah sekitarnya menjadi medan pertempuran lainnya. Salah satu pertempuran besar terjadi di Pamangkih, Walangku, Kasarangan, hingga Aluan pada 8 Maret 1860.

Pertempuran ini menggambarkan bagaimana masyarakat setempat berjuang keras mempertahankan tanah mereka dari pengaruh kolonial.

Pertempuran yang Dipimpin Tokoh Lokal

Selain Raksa Yuda, pertempuran-pertempuran di Barabai juga dipimpin oleh tokoh lokal lainnya seperti Gusti Wahid. Ia memimpin pertempuran di Barabai pada 27 Mei 1861, menunjukkan bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi melibatkan banyak pejuang yang siap mempertaruhkan nyawanya.

Benteng Limpasu dan Pertempuran di Jatuh

Benteng lainnya, Limpasu, juga mengalami serangan pada 1 Agustus 1861. Sedangkan di wilayah Jatuh, Penghulu Muda memimpin dua pertempuran besar pada 5 dan 26 Desember 1861.

Kedua pertempuran ini menambah catatan sejarah betapa gigihnya perjuangan rakyat di wilayah Barabai.

Warisan Sejarah Barabai

Jejak peninggalan Belanda yang masih bisa kita lihat hingga sekarang, seperti bekas benteng dan bangunan lainnya, menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah Barabai.

Walaupun Barabai saat ini sudah berkembang pesat, sejarahnya tetap menjadi bagian penting yang perlu kita kenang dan pelajari.

Yuk, bagikan artikel ini ke teman-temanmu dan kenali sejarah Barabai lebih dalam, Cess!

Editor : Arya Kusuma
#perang banjar #Peninggalan Belanda di Indonesia #Benteng Barabai #Sejarah Barabai #Parisj van Borneo