Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Abi Kusno Nachran, Sosok Jurnalis Berani yang Melawan Mafia Kayu Kalimantan hingga Serangan Brutal!

Amirahnur Yasmien • Kamis, 24 Oktober 2024 | 19:30 WIB

Abi Kusno Nachran, jurnalis pemberani yang melawan mafia kayu Kalimantan hingga akhirnya meregang nyawa.
Abi Kusno Nachran, jurnalis pemberani yang melawan mafia kayu Kalimantan hingga akhirnya meregang nyawa.

BalikpapanTv.id - Hai Cess! Siapa sih yang belum kenal Abi Kusno Nachran, jurnalis lokal Kalimantan yang bikin geger para mafia kayu? Nah, kali ini kita bakal bahas kisahnya yang penuh aksi dan ketegangan. Siap-siap ya!

Jurnalis Kritis yang Tak Gentar Hadapi Oligarki dan Mafia Kayu

Lahir di Pangkalan Bun pada tahun 1941, Abi Kusno Nachran bukan cuma sekadar wartawan biasa. Dengan pena tajamnya di Tabloid Lintas Khatulistiwa, ia sering menyoroti praktik kotor di balik pembabatan hutan Kalimantan secara ilegal.

Nggak cuma menulis, Abi juga rajin melaporkan temuannya ke aparat penegak hukum. Salah satu aksinya yang paling spektakuler adalah menggagalkan tiga kapal berbendera Tiongkok yang sedang mengangkut kayu ilegal dari Taman Nasional Tanjung Puting.

Serangan Brutal yang Mengincar Nyawa Abi Kusno

Keberanian Abi Kusno ternyata berbuah petaka. Pada tanggal 28 November 2001, Abi bersama seorang editornya diserang oleh sekelompok orang tak dikenal di Pangkalan Bun.

Mereka membawa senjata tajam, seperti mandau, senjata tradisional suku Dayak. Tanpa ampun, Abi diserang hingga mengalami 17 luka tusukan di tubuhnya, dengan empat jari putus.

"Bisa dibayangin nggak sih betapa brutalnya serangan itu?" kata salah satu saksi mata.

Baca Juga: Kasus Diddy: Skandal Besar yang mengguncang Dunia Hiburan

Bertahan Hidup di Tengah Luka Parah

Abi Kusno dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi yang sangat kritis. Butuh 29 kantong darah dan 350 jahitan untuk menghentikan pendarahan di sekujur tubuhnya.

Meski begitu, Abi tidak pernah menyerah pada keadaan. Dengan semangat baja, ia berhasil melalui masa kritis dan bertahan hidup, meski harus merelakan cacat permanen di tangannya.

Siapa Dalang di Balik Serangan?

Setelah sembuh, Abi Kusno tetap bertekad untuk mencari tahu siapa dalang di balik serangan tersebut. Ia dengan berani menyebut dua nama besar, Abdul Rasyid, anggota DPR dari Fraksi Golkar, dan Sugianto, suami artis Ussy Sulistiawaty yang kini menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah.

Namun, meski sudah melaporkan kasus ini, teror terhadap Abi terus berlanjut. Bahkan, menjelang akhir hidupnya, ancaman-ancaman masih menghantui.

Teror Jelang Pemilihan DPD

Pada tahun 2004, Abi Kusno terpilih sebagai anggota DPD Kalimantan Tengah.

Namun, statusnya sebagai wakil rakyat tidak serta-merta membuatnya aman dari ancaman. Salah satu teror yang diterimanya terjadi pada 4 Juli 2004, saat ia bersama beberapa anggota DPD mendatangi lokasi penimbunan kayu liar di Muara Bulan, Kalimantan Tengah.

Ancaman terus berdatangan hingga akhirnya, 20 hari setelah teror tersebut, Abi Kusno mengalami kecelakaan mobil yang merenggut nyawanya.

Baca Juga: Yusril Klaim Tragedi 1998 Bukan Pelanggaran HAM Berat, Pakar Hukum, Upaya 'Memutihkan' Dosa Masa Lalu

Kecelakaan Misterius di Tol Cirebon

Pada 24 Juli 2006, Abi Kusno meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil di Tol Cirebon. Dalam kecelakaan tersebut, terdapat tiga orang di dalam mobil, namun hanya Abi yang kehilangan nyawanya.

Meski kecelakaan itu terlihat seperti musibah biasa, banyak pihak yang percaya bahwa ini adalah bagian dari upaya menghabisi nyawa Abi Kusno secara sistematis. Hingga kini, misteri di balik kematiannya masih belum terungkap sepenuhnya.

Kisah Abi Kusno bukan cuma sekadar cerita lama yang terlupakan. Ini adalah bukti bahwa korupsi, pembalakan liar, dan praktik mafia kayu adalah masalah serius yang perlu terus diperangi.

Apalagi, di zaman sekarang, suara seperti Abi sangat dibutuhkan untuk menjaga kebenaran tetap hidup.

Ayo bagikan artikel ini, biar lebih banyak orang tahu tentang perjuangan Abi Kusno dan pentingnya menjaga kelestarian hutan kita!

Editor : Arya Kusuma
#mafia kayu kalimantan #Jurnalis Abi Kusno Nachra #Abi Kusno Nachran