BalikpapanTV.id - Hai Cess! Ingat peristiwa G30S/PKI? Nah, kali ini kita bakal bahas kisah nyata Jenderal AH Nasution dan ajudannya, Pierre Tendean. Keduanya jadi saksi sejarah G30S/PKI, tapi jalan hidup mereka setelah malam itu sangat berbeda. Simak yuk kisah mereka.
Target Nomor Satu
Pasti kalian udah pada tahu kan peristiwa G30S/PKI? Nah, di balik peristiwa kelam itu, ada banyak tokoh penting yang terlibat. Salah satunya adalah Jenderal AH Nasution.
Abdul Haris Nasution, atau lebih dikenal sebagai AH Nasution, lahir pada 3 Desember 1918 di Kotanopan, Mandailing, Sumatera Utara. Beliau ini bukan cuma sembarang jenderal, lho. Posisinya waktu itu penting banget, makanya gak heran kalau dia jadi target utama para pelaku kudeta.
Ia adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah militer Indonesia dan dikenal sebagai salah satu pendiri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Nasution memulai karier militernya di Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) sebelum bergabung dengan Pembela Tanah Air (PETA) selama pendudukan Jepang.
Baca Juga: Erau Adat Kutai Pecah! Ribuan Warga Tenggarong Basah-Basahan di Ritual Belimbur
Malam yang Menegangkan
Pas malam kejadian (30 September), rumah Jenderal Nasution didatangi oleh pasukan Cakrabirawa yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung Syamsuri melakukan Penculikan. Target utamanya adalah Jenderal AH Nasution, untungnya, Jenderal Nasution punya keberanian yang luar biasa. Beliau langsung melompat keluar jendela dan kabur. Penculikan digantikan oleh Ajudan Pierre.
Ajudan Muda yang Berani
Pierre Tendean adalah seorang perwira muda TNI AD yang bertugas sebagai ajudan Jenderal AH Nasution. Meski usianya masih sangat muda, Pierre sudah menunjukkan dedikasi dan keberanian yang luar biasa. Beliau dikenal sebagai sosok yang cerdas, tampan, dan sangat dihormati oleh rekan-rekannya. Digelapnya malam, kemiripan wajah Pierre tendean dengan AH Nasution berhasil mengelabui Pasukan Cakrabirawa.
Pengorbanan yang Mulia
Meskipun bukan target utama penculikan, Pierre Tendean tetap dibunuh secara keji. Beliau ditembak bersama para Jenderal lainnya. Kematian Pierre Tendean menjadi salah satu tragedi paling menyedihkan dalam peristiwa G30S/PKI.
Kisah AH Nasution dan Pierre Tendean mengajarkan kita tentang keberanian dan pengorbanan. Sebagai generasi muda, kita harus meneladani semangat juangnya dan selalu siap membela negara. Yuk, kita jaga persatuan dan kedamaian di negeri kita tercinta!
Wahh haru sekali kisah mereka ya Cess. Gugur bunga untuk seluruh jenderal yang menjadi korban.
Editor : Arya Kusuma