BalikpapanTv.id- Siapa sangka bangunan tertua di Balikpapan menyimpan segudang kisah ajaib yang bikin merinding? Bukan sekadar tempat ibadah, Masjid Jami' Al Ula adalah saksi bisu sejarah kota ini selama lebih dari tiga abad.
Dari zaman penjajahan hingga gempuran bom Perang Dunia II, masjid ini tetap kokoh berdiri, seolah dilindungi kekuatan gaib.
Jejak Langkah Saudagar Bugis-Makassar
Cerita dimulai dari kedatangan para pedagang Bugis-Makassar ke Balikpapan ratusan tahun silam. Mereka membangun sebuah masjid sederhana sebagai tempat beribadah dan berkumpul.
Baca Juga: Sindikat Pencuri Motor Tenggarong Seberang Dibekuk. 8 Motor Diselamatkan!
Masjid itu kini dikenal sebagai Masjid Jami' Al Ula, perpaduan arsitektur tradisional dengan sentuhan Bugis-Makassar yang memikat hati.
Bom Perang Dunia II yang Tak Meledak
Saat Perang Dunia II berkecamuk, Balikpapan menjadi sasaran empuk serangan udara. Sebuah bom dijatuhkan tepat di samping Masjid Jami' Al Ula, namun takdir berkata lain.
Bom itu tak meledak, seolah ada kekuatan tak kasat mata yang melindunginya. Kejadian ini menjadi buah bibir masyarakat, menguatkan keyakinan mereka akan kesakralan masjid ini.
Baca Juga: SPENSA Balikpapan, Sekolah Bersejarah dengan Aura Kolonial yang Kental
Api yang Tak Mampu Menjilat
Bukan hanya bom, api pun tak mampu menyentuh Masjid Jami' Al Ula. Beberapa kali kebakaran besar melanda Balikpapan, termasuk pada tahun 1948, 1965, dan 1984. Namun, masjid ini tetap berdiri tegar, sementara bangunan di sekitarnya ludes terbakar.
Keajaiban ini membuat masyarakat semakin yakin bahwa masjid ini diberkahi oleh Tuhan.
"Ula" yang Berarti Awal
Nama "Al Ula" sendiri memiliki makna mendalam. Dalam bahasa Banjar, "Ula" berarti "dimulai". Masjid ini memang menjadi awal mula perkembangan Islam di Balikpapan, tempat para saudagar muslim berlabuh dan menyebarkan agama mereka.
Kampung Baru, Pusat Perdagangan yang Ramai
Masjid Jami' Al Ula terletak di Kampung Baru, kawasan yang dulunya menjadi pusat perdagangan di Balikpapan.
Kapal-kapal dari berbagai penjuru Nusantara berlabuh di sini, membawa barang dagangan dan budaya yang beragam.
Masjid ini menjadi tempat bertemunya berbagai etnis dan agama, simbol kerukunan dan toleransi.
Pluralisme yang Dijunjung Tinggi
Masjid Jami' Al Ula tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan budaya masyarakat sekitar.
Baca Juga: Efek Bola Salju Kasus TPPU Mantan Bupati Kukar,KPK Periksa Said Amin
Masjid ini terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau ras. Kebersamaan dan saling menghormati adalah nilai-nilai yang dijunjung tinggi di sini.
Renovasi yang Mempertahankan Keaslian
Seiring berjalannya waktu, Masjid Jami' Al Ula telah mengalami beberapa kali renovasi. Namun, pengurus masjid tetap berusaha mempertahankan keaslian bangunan, terutama bagian-bagian yang memiliki nilai sejarah tinggi. Masjid ini adalah warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
Baca Juga: Instagram Buka Pintu Kolaborasi Kreator dan Brand,Lahirnya Era Baru di Era Kreatif
Sumbangan yang Mengalir Deras
Biaya renovasi masjid ini berasal dari sumbangan masyarakat yang tak pernah putus. Bahkan, saat bulan Ramadhan, masjid ini selalu dibanjiri sumbangan makanan untuk berbuka puasa. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Balikpapan terlihat jelas di sini.
Masjid sebagai Benteng Penanggulangan Penyakit Masyarakat
Masjid Jami' Al Ula juga berperan penting dalam penanggulangan penyakit masyarakat. Dulunya, Kampung Baru dikenal sebagai kawasan rawan dengan tingkat kriminalitas tinggi. Namun, berkat peran aktif pengurus masjid, kondisi ini perlahan berubah.
Masjid ini menjadi tempat pembinaan mental dan spiritual bagi masyarakat, menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman.
Daya Tarik Wisata Religi
Kini, Masjid Jami' Al Ula menjadi salah satu destinasi wisata religi yang populer di Balikpapan. Banyak wisatawan yang datang untuk mengagumi keindahan arsitektur masjid ini, sekaligus merasakan atmosfer religius yang kental.
Masjid ini juga sering menjadi tempat penyelenggaraan acara-acara keagamaan, seperti pengajian, tabligh akbar, dan peringatan hari besar Islam.
Menara yang Menjulang Tinggi
Salah satu daya tarik Masjid Jami' Al Ula adalah menaranya yang menjulang tinggi. Menara ini menjadi simbol kemegahan masjid dan sekaligus menjadi penanda bagi para pelaut yang melintas di perairan Balikpapan.
Warisan Budaya yang Harus Dijaga
Masjid Jami' Al Ula adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya. Masjid ini bukan hanya sekadar bangunan tua, tetapi juga saksi bisu perjalanan sejarah Balikpapan.
Masjid ini adalah simbol kekuatan, keajaiban, dan pluralisme yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi mendatang.
Editor : Arya Kusuma