BalikpapanTv.id - Bandara Sepinggan, yang kini dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, bukan sekadar tempat transit bagi para pelancong.
Di balik gemerlapnya sebagai bandara internasional ternama, tersimpan kisah panjang penuh makna dan transformasi yang memukau.
Mari kita selami petualangan melintasi waktu, menelusuri jejak sejarah dan modernitas Bandara Sepinggan, gerbang utama menuju pesona alam dan budaya Kalimantan Timur.
Baca Juga: Tol Bawah Laut IKN,Memadukan Kemajuan Teknologi dan Tantangan Baru di Gerbang Ibu Kota Baru
Menelusuri Jejak Kuno di Balikpapan
Jauh sebelum hiruk pikuk penerbangan modern, area bandara ini diselimuti rimbunan hutan dan hamparan rawa di pesisir pantai Sepinggan.
Pada era kolonialisme Belanda, kawasan ini mulai dijelajahi, ditandai dengan pembangunan lapangan terbang sederhana pada tahun 1920-an untuk mendukung kegiatan eksplorasi minyak di Kalimantan Timur.
Di sinilah cikal bakal Bandara Sepinggan tertanam, menjadi saksi bisu awal mula perkembangan industri di wilayah ini.
Baca Juga: Kaltim Ganti Kendaraan Dinas dengan Kendaraan Listrik: Menuju Masa Depan Hijau dan Berkelanjutan
Metamorfosis Menjadi Bandara Internasional Terkemuka
Seiring kemerdekaan Indonesia, Bandara Sepinggan terus berkembang, menjelma menjadi bandara udara komersial pada tahun 1987. Penambahan kapasitas dan fasilitas pun dilakukan demi mengimbangi lonjakan penumpang dan kargo.
Puncaknya, pada tahun 1997, Bandara Sepinggan resmi diresmikan oleh Presiden Soeharto, menandakan era baru sebagai gerbang utama menuju Kalimantan Timur.
Lebih dari Sekadar Bandara, Sebuah Jendela Budaya
Bandara Sepinggan bukan hanya tentang penerbangan. Di sini, budaya Kalimantan Timur dirayakan dan dibagikan kepada para pengunjung. Arsitektur bandara yang unik terinspirasi dari rumah adat Kutai, mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Museum Sepinggan pun hadir, menjadi jendela bagi para pelancong untuk menyelami sejarah bandara dan budaya Kalimantan Timur yang penuh pesona.
Lebih dari Sekadar Bandara, Sebuah Simbol Kemajuan
Perubahan nama bandara pada tahun 2013 menjadi Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan merupakan bentuk penghormatan terhadap Sultan Aji Muhammad Sulaiman, raja terakhir Kesultanan Kutai Kartanegara. Hal ini mencerminkan nilai budaya dan sejarah yang dipegang teguh oleh masyarakat Kalimantan Timur.
Baca Juga: Meski Sudah Sepuh,Nenek Ini Masih Sehat dan Semangat Menuju Baitullah,Ternyata Ikan Ini Rahasianya!
Lebih dari Sekadar Bandara, Sebuah Pengalaman Tak Terlupakan
Bandara Sepinggan telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Bandara Terbaik di Asia Pasifik dari Airport Council International (ACI).
Prestasi ini membuktikan komitmen bandara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang dan menjadikannya sebagai salah satu bandara terkemuka di dunia.
Menjelajahi Kalimantan Timur Dimulai dari Sepinggan
Bandara Sepinggan bukan hanya tempat transit, tapi gerbang menuju petualangan tak terlupakan di Kalimantan Timur.
Dari sini, Anda dapat menjelajahi hutan hujan yang rimbun, pantai yang indah, budaya yang kaya, dan keramahan penduduk lokal
Bandara Sepinggan, yang sekarang dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, memiliki sejarah panjang dan penuh dengan perkembangan. Berikut adalah beberapa poin pentingnya:
Baca Juga: Balita Tewas Dilindas Truk Pasir Milik Keluarga Sendiri, Keluarga Terimanya Sebagai Musibah!
Awal Mula:
- Awalnya, area bandara ini merupakan kawasan hutan dan rawa di pesisir pantai Sepinggan.
- Pada tahun 1920-an, Belanda membangun lapangan terbang sederhana di Sepinggan untuk mendukung kegiatan eksplorasi minyak di Kalimantan Timur.
- Lapangan terbang ini kemudian diperluas dan ditingkatkan fungsinya selama beberapa dekade, terutama setelah kemerdekaan Indonesia.
Perkembangan:
- Pada tahun 1987, Bandara Sepinggan resmi dioperasikan sebagai bandara udara komersial.
- Pada tahun 1991, bandara ini mengalami perluasan besar-besaran untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kargo.
- Pada tahun 1995, Bandara Sepinggan ditetapkan sebagai bandara embarkasi haji untuk wilayah Kalimantan.
Baca Juga: MTQ ke-44 Balikpapan: Perpaduan Semarak Tradisi dan Modernitas di Bumi Borneo
Era Modern:
- Pada tahun 1997, Bandara Sepinggan resmi diresmikan oleh Presiden Soeharto.
- Pada tahun 2000-an, bandara ini terus mengalami pengembangan dan modernisasi, termasuk pembangunan terminal baru dan perluasan landasan pacu.
- Pada tahun 2013, Bandara Sepinggan berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan untuk menghormati Sultan Aji Muhammad Sulaiman, raja terakhir Kesultanan Kutai Kartanegara.
- Saat ini, Bandara Sepinggan telah menjadi bandara internasional yang sibuk dan modern, melayani penerbangan domestik dan internasional ke berbagai kota di Indonesia dan dunia. Bandara ini juga telah meraih berbagai penghargaan, termasuk Bandara Terbaik di Asia Pasifik dari Airport Council International (ACI).
Fakta Menarik:
- Nama "Sepinggan" berasal dari bahasa Kutai yang berarti "satu piring".
- Bandara Sepinggan memiliki museum yang menceritakan sejarah bandara dan budaya Kalimantan Timur.
- Bandara ini terkenal dengan arsitekturnya yang unik, yang terinspirasi dari rumah adat Kalimantan