Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Menjelajahi Jejak Sejarah dan Modernitas di Bandara Sepinggan: Gerbang Menuju Keindahan Kalimantan Timur

Arya Kusuma • Rabu, 15 Mei 2024 | 05:30 WIB

Bandara Udara Sepinggan Tahun 1060
Bandara Udara Sepinggan Tahun 1060

BalikpapanTv.id - Bandara Sepinggan, yang kini dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, bukan sekadar tempat transit bagi para pelancong.

Di balik gemerlapnya sebagai bandara internasional ternama, tersimpan kisah panjang penuh makna dan transformasi yang memukau.

Mari kita selami petualangan melintasi waktu, menelusuri jejak sejarah dan modernitas Bandara Sepinggan, gerbang utama menuju pesona alam dan budaya Kalimantan Timur.

Baca Juga: Tol Bawah Laut IKN,Memadukan Kemajuan Teknologi dan Tantangan Baru di Gerbang Ibu Kota Baru

Menelusuri Jejak Kuno di Balikpapan

Jauh sebelum hiruk pikuk penerbangan modern, area bandara ini diselimuti rimbunan hutan dan hamparan rawa di pesisir pantai Sepinggan.

Pada era kolonialisme Belanda, kawasan ini mulai dijelajahi, ditandai dengan pembangunan lapangan terbang sederhana pada tahun 1920-an untuk mendukung kegiatan eksplorasi minyak di Kalimantan Timur.

Di sinilah cikal bakal Bandara Sepinggan tertanam, menjadi saksi bisu awal mula perkembangan industri di wilayah ini.

Baca Juga: Kaltim Ganti Kendaraan Dinas dengan Kendaraan Listrik: Menuju Masa Depan Hijau dan Berkelanjutan

Metamorfosis Menjadi Bandara Internasional Terkemuka

Seiring kemerdekaan Indonesia, Bandara Sepinggan terus berkembang, menjelma menjadi bandara udara komersial pada tahun 1987. Penambahan kapasitas dan fasilitas pun dilakukan demi mengimbangi lonjakan penumpang dan kargo.

Puncaknya, pada tahun 1997, Bandara Sepinggan resmi diresmikan oleh Presiden Soeharto, menandakan era baru sebagai gerbang utama menuju Kalimantan Timur.

Lebih dari Sekadar Bandara, Sebuah Jendela Budaya

Bandara Sepinggan bukan hanya tentang penerbangan. Di sini, budaya Kalimantan Timur dirayakan dan dibagikan kepada para pengunjung. Arsitektur bandara yang unik terinspirasi dari rumah adat Kutai, mencerminkan kekayaan budaya lokal.

Museum Sepinggan pun hadir, menjadi jendela bagi para pelancong untuk menyelami sejarah bandara dan budaya Kalimantan Timur yang penuh pesona.

Lebih dari Sekadar Bandara, Sebuah Simbol Kemajuan

Perubahan nama bandara pada tahun 2013 menjadi Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan merupakan bentuk penghormatan terhadap Sultan Aji Muhammad Sulaiman, raja terakhir Kesultanan Kutai Kartanegara. Hal ini mencerminkan nilai budaya dan sejarah yang dipegang teguh oleh masyarakat Kalimantan Timur.

Baca Juga: Meski Sudah Sepuh,Nenek Ini Masih Sehat dan Semangat Menuju Baitullah,Ternyata Ikan Ini Rahasianya!

Lebih dari Sekadar Bandara, Sebuah Pengalaman Tak Terlupakan

Bandara Sepinggan telah meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Bandara Terbaik di Asia Pasifik dari Airport Council International (ACI).

Prestasi ini membuktikan komitmen bandara dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para penumpang dan menjadikannya sebagai salah satu bandara terkemuka di dunia.

Menjelajahi Kalimantan Timur Dimulai dari Sepinggan

Bandara Sepinggan bukan hanya tempat transit, tapi gerbang menuju petualangan tak terlupakan di Kalimantan Timur.

Dari sini, Anda dapat menjelajahi hutan hujan yang rimbun, pantai yang indah, budaya yang kaya, dan keramahan penduduk lokal

Bandara Sepinggan, yang sekarang dikenal sebagai Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, memiliki sejarah panjang dan penuh dengan perkembangan. Berikut adalah beberapa poin pentingnya:

Baca Juga: Balita Tewas Dilindas Truk Pasir Milik Keluarga Sendiri, Keluarga Terimanya Sebagai Musibah!

Awal Mula:

Perkembangan:

Baca Juga: MTQ ke-44 Balikpapan: Perpaduan Semarak Tradisi dan Modernitas di Bumi Borneo

Era Modern:

Fakta Menarik:

Editor : Arya Kusuma
#bandara sepinggan #belanda