BalikpapanTv.id - Di antara hiruk pikuk modernisasi, sebuah bangunan bersejarah berdiri kokoh di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Masjid Jami Adji Amir Hasanuddin, lebih dikenal sebagai Masjid Sultan, bukan sekadar tempat ibadah biasa. Dibangun pada tahun 1874, masjid ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang dakwah Islam dan perkembangan budaya di Kutai Kartanegara.
Menyusuri Jejak Sejarah
Masjid Jami Adji Amir Hasanuddin didirikan atas prakarsa Sultan Aji Muhammad Parikesit, pemimpin Kesultanan Kutai Kartanegara pada masanya.
Awalnya, bangunan ini adalah musholla kecil yang sederhana. Seiring perkembangan Islam di wilayah tersebut, masjid ini diperluas dan diresmikan menjadi masjid besar pada tahun 1930.
Nama Masjid Jami Adji Amir Hasanuddin baru disematkan pada tahun 1999, untuk menghormati Sultan Aji Amir Hasanuddin, pahlawan nasional dari Kesultanan Kutai Kartanegara. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan berjasa besar dalam menyebarkan Islam di wilayah Kutai.
Baca Juga: Resep Buat Pisang Gapit,Kuliner Pendobrak Rasa Asal Kalimantan,Hitler Belum Pernah Makan Ini.
Keunikan Arsitektur yang Memukau
Masjid Jami Adji Amir Hasanuddin memiliki arsitektur tradisional Kutai yang khas. Atapnya berbentuk tumpang tiga yang terbuat dari sirap kayu ulin, bahan yang terkenal kuat dan tahan lama. Bentuk atapnya yang unik menjadi ciri khas masjid ini dan mudah dikenali.
Keunikan lain dari masjid ini adalah konstruksinya yang tidak menggunakan paku. Bagian-bagian bangunannya disatukan dengan teknik tradisional menggunakan pasak dan tali ijuk. Hal ini menunjukkan kearifan lokal dan keterampilan masyarakat Kutai di masa lampau.
Lebih dari Sekadar Tempat Ibadah
Masjid Jami Adji Amir Hasanuddin tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam. Masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan seperti pengajian, ceramah agama, dan berbagai acara keagamaan lainnya. Selain itu, masjid ini juga menjadi tempat peribadatan bagi para peziarah yang ingin mengunjungi makam para sultan Kutai Kartanegara.
Baca Juga: Detik-detik Video Menegangkan Terkam Pelajar: Tragedi Maut Bus SMK Lingga Kencana
Situs Cagar Budaya dan Destinasi Wisata Religi
Masjid Jami Adji Amir Hasanuddin telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya nasional oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal ini menunjukkan nilai sejarah dan budayanya yang tinggi.
Keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Masjid ini menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Kalimantan Timur. Pengunjung tidak hanya dapat beribadah, tetapi juga belajar tentang sejarah dan budaya Kesultanan Kutai Kartanegara.
Baca Juga: Objek Wisata Gua Tapak Raja PPU,Keindahan Gua Eksotis Dekat Ibu Kota Nusantara IKN
Menjaga Warisan Budaya Bangsa
Masjid Jami Adji Amir Hasanuddin adalah salah satu bukti nyata kekayaan budaya bangsa Indonesia. Keberadaannya perlu dilestarikan dan dijaga, agar generasi penerus dapat mengenal dan memahami sejarah dan budaya leluhur.
Editor : Arya Kusuma