Rumah Belgia Ternyata Seindah Ini! 5 Inspirasi Arsitektur dengan Bata dan Atap Pelana

Wenny Anastasya • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 13:54 WIB
Rumah bergaya Belgia menampilkan bata, atap pelana, jendela besar, material alami, serta taman hijau yang harmonis (BTV/AI)
Rumah bergaya Belgia menampilkan bata, atap pelana, jendela besar, material alami, serta taman hijau yang harmonis (BTV/AI)

Durasi Baca: 10 Menit

Ikhtisar: Lima inspirasi rumah Belgia memadukan bata, atap pelana, jendela besar, material alami, dan ruang hijau yang nyaman.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Arsitektur rumah Belgia menawarkan perpaduan bata, atap pelana, bukaan besar, dan bentuk sederhana yang menghasilkan hunian berkarakter.

Menariknya, rumah di Belgia tidak memiliki satu tampilan yang seragam. Perkembangan hunian di sana memperlihatkan perpaduan rumah tradisional, townhouse, rumah bata kontemporer, hingga desain eksperimental. Kalau Ces sedang mencari inspirasi rumah yang tidak terlalu ramai tetapi tetap punya karakter kuat, gaya Belgia bisa jadi pilihan yang menarik, nih!

Apa yang Membuat Arsitektur Rumah Belgia Terlihat Khas?

Salah satu elemen yang paling mudah dikenali adalah penggunaan bata pada fasad. Di Flanders, bata bahkan disebut memiliki posisi penting dalam karakter arsitektur lokal, termasuk pada bangunan hunian. Pada rumah tradisional, karakter tersebut sering bertemu dengan atap pelana, komposisi fasad yang sederhana, serta detail jendela dan batu alam. Di Brussels, arsitektur tradisional juga memperlihatkan penggunaan bata dan batu sebagai kombinasi material utama. Namun, rumah Belgia modern tidak sekadar mempertahankan bentuk lama. Arsitek masa kini mengolah bata menjadi fasad yang lebih minimalis, kemudian memadukannya dengan kaca, kayu, beton, atau bukaan berukuran besar.

Arsitek dan dosen Université Saint-Louis Brussels, Anders Böhlke, menjelaskan bahwa perumahan Belgia memiliki variasi gaya yang besar. “You have a big variety of architectural styles,” katanya saat membahas karakter hunian Belgia. Jadi, Ces, inspirasi rumah Belgia tidak harus berarti meniru rumah tua Eropa secara mentah. Justru karakter material dan komposisinya bisa diterjemahkan menjadi hunian yang lebih sesuai dengan kebutuhan sekarang.

1. Fasad Bata Merah dengan Atap Pelana untuk Karakter Belgia Klasik

Rumah Belgia klasik dengan fasad bata merah, atap pelana, jendela besar, dan tanaman hijau menghadirkan karakter hangat alami (BTV/AI)
Rumah Belgia klasik dengan fasad bata merah, atap pelana, jendela besar, dan tanaman hijau menghadirkan karakter hangat alami (BTV/AI)

Kalau ingin tampilan yang paling mudah dikenali, gunakan bata merah atau bata cokelat kemerahan sebagai material utama fasad. Padukan dengan atap pelana berkemiringan cukup tegas. Bentuk atap seperti ini memberikan siluet yang kuat sekaligus mengingatkan pada banyak hunian tradisional di kawasan Belgia.

Jendela dapat dibuat tinggi dengan bingkai berwarna hitam, putih, atau cokelat gelap. Hindari terlalu banyak ornamen agar fasad tetap terlihat bersih. Pintu utama dapat ditempatkan sedikit menjorok ke dalam dengan kanopi kecil. Tambahkan jalur masuk dari batu atau beton dan tanaman rendah di sepanjang sisi rumah.

Untuk versi yang lebih modern, gunakan bata dengan pola pemasangan sederhana dan bukaan kaca berukuran besar. Konsep seperti ini masih dapat ditemukan pada hunian Belgia kontemporer. Salah satu proyek rumah di Hamont-Achel, misalnya, menggunakan arsitektur bata merah-cokelat untuk menyatu dengan bangunan di sekitarnya, tetapi diberi detail pemasangan bata yang lebih modern.

2. Rumah Belgia Minimalis dengan Bata Gelap dan Kaca Besar

Rumah Belgia memadukan bata gelap, kaca besar, dan fasad modern untuk menghadirkan privasi sekaligus cahaya alami. (BTV/AI)
Rumah Belgia memadukan bata gelap, kaca besar, dan fasad modern untuk menghadirkan privasi sekaligus cahaya alami. (BTV/AI)

Ces yang suka rumah minimalis bisa mengambil karakter Belgia melalui material, bukan ornamen. Gunakan bata berwarna cokelat tua, abu-abu, atau hitam sebagai kulit utama bangunan. Setelah itu, masukkan kaca berukuran besar pada area ruang keluarga dan ruang makan.

Komposisinya dapat dibuat sederhana: massa bangunan terlihat padat dari luar, tetapi bagian belakang rumah dibuat lebih terbuka terhadap taman. Pendekatan ini membuat rumah memiliki dua karakter sekaligus. Bagian depan terasa privat dan kokoh, sedangkan bagian belakang terasa terang dan terbuka.

Contoh kontemporer dapat dilihat pada Glass Brick House di Gent. Rumah tersebut menggunakan fasad yang merujuk pada bahasa rumah deret tradisional, tetapi dipadukan dengan strategi fasad ganda untuk memasukkan cahaya alami sekaligus menjaga privasi. Konsep tersebut dapat diterjemahkan di Indonesia dengan mengganti detail konstruksi sesuai iklim setempat. Bukaan besar tetap perlu dilengkapi perlindungan terhadap panas dan hujan.

Baca Juga: Tangga Rumah Bukan Cuma Penghubung Lantai, Kesalahan Desain Ini Ganggu Kenyamanan

3. Rumah Belgia dengan Material Bata, Kayu, dan Taman yang Menyatu

Rumah Belgia memadukan bata, kayu, taman, dan teras sebagai ruang hangat bernuansa alami yang menyatu (BTV/AI)
Rumah Belgia memadukan bata, kayu, taman, dan teras sebagai ruang hangat bernuansa alami yang menyatu (BTV/AI)

Kalau ingin rumah terasa lebih hangat, jangan berhenti pada bata. Tambahkan kayu pada pintu, kusen, plafon teras, atau bagian interior yang terlihat dari luar. Kombinasi bata dan kayu menghasilkan kontras material tanpa membutuhkan warna mencolok.

Area taman juga dapat dibuat sebagai bagian dari komposisi arsitektur. Misalnya, ruang keluarga menghadap taman belakang dengan pintu kaca lebar. Teras menggunakan material batu atau kayu, kemudian diberi tanaman yang tidak terlalu tinggi agar pandangan tetap terbuka.

Pendekatan serupa terlihat pada sejumlah rumah Belgia kontemporer. Proyek Tomas & Katrien House di Belgia menggunakan bata dan kayu serta menghubungkan rumah dengan area taman melalui bangunan tambahan dan teras beratap transparan. Bagi rumah tropis, ide ini cukup mudah diterapkan. Yang perlu disesuaikan adalah jenis kayu, sistem pelindung hujan, ventilasi, dan pemilihan tanaman.

4. Rumah Bergaya Belgia dengan Fasad Tertutup dan Interior Terang

Fasad bata tertutup House BVA menjaga privasi, sementara bukaan taman menghadirkan cahaya alami dan suasana hijau nyaman. (BTV/AI)
Fasad bata tertutup House BVA menjaga privasi, sementara bukaan taman menghadirkan cahaya alami dan suasana hijau nyaman. (BTV/AI)

Bagaimana kalau Ces ingin privasi lebih tinggi? Gunakan pendekatan fasad depan yang lebih tertutup, kemudian buat bukaan lebih banyak mengarah ke taman atau halaman dalam. Konsep tersebut bukan sekadar membuat rumah terlihat misterius. Fasad yang lebih tertutup dapat membantu membatasi pandangan dari jalan, sementara ruang keluarga tetap mendapatkan cahaya dari sisi rumah yang lebih privat. 

House BVA karya dmvA di Turnhout, Belgia, menjadi contoh menarik. Fasad bata di sisi jalan dibuat relatif tertutup untuk menjaga privasi, sedangkan sisi taman jauh lebih transparan. Bata juga digunakan sebagai elemen penyaring cahaya di depan jendela.

Untuk rumah di Indonesia, pendekatan ini dapat dipadukan dengan taman kecil, inner courtyard, atau area hijau di belakang rumah. Dengan begitu, cahaya dan udara tetap memiliki jalur masuk tanpa membuat seluruh aktivitas keluarga terlihat dari jalan.

5. Rumah Belgia Modern dengan Bentuk Geometris dan Bata Ekspos

Rumah Belgia modern memadukan bata ekspos, bentuk geometris, kaca, dan kayu untuk hunian berkarakter. (BTV/AI)
Rumah Belgia modern memadukan bata ekspos, bentuk geometris, kaca, dan kayu untuk hunian berkarakter. (BTV/AI)

Gaya Belgia juga bisa tampil lebih berani. Gunakan bentuk geometris sederhana, seperti massa kotak yang disusun bertingkat atau saling bergeser. Bata tetap menjadi material utama, tetapi dipadukan dengan beton, kaca, atau panel kayu.

Atap tidak harus selalu berbentuk pelana. Arsitektur hunian Belgia kontemporer menunjukkan bahwa material tradisional dapat diterapkan pada bentuk yang lebih modern. Salah satu contohnya adalah rumah DSA karya MarS Architecten. Bangunan tersebut mempertahankan struktur bata dan karakter atap pelana lama, tetapi interiornya diolah untuk kebutuhan hunian modern dan efisiensi bangunan.

Pendekatan seperti ini cocok untuk Ces yang ingin mendapatkan nuansa Belgia tanpa membuat rumah terasa seperti bangunan bersejarah. Kuncinya adalah mempertahankan material dan proporsi yang kuat, kemudian menyederhanakan ornamen.

Baca Juga: Kenapa Rumah Bali Punya Banyak Bangunan Terpisah? Ini Filosofi dan Fungsi Setiap Ruangnya

Bagaimana Menyesuaikan Rumah Belgia dengan Iklim Indonesia?

Bagian ini penting sebelum langsung meniru bentuk rumah Eropa. Belgia memiliki kondisi iklim yang berbeda dengan Indonesia. Karena itu, desain yang sama tidak bisa begitu saja dipindahkan tanpa penyesuaian. Rumah tropis membutuhkan perhatian lebih terhadap panas matahari, curah hujan, kelembapan, dan sirkulasi udara.

Bukaan besar dapat tetap digunakan, tetapi sebaiknya dilengkapi overhang, kisi-kisi, tirai, atau secondary skin sesuai orientasi bangunan. Atap juga perlu dirancang dengan mempertimbangkan hujan tropis. Talang dan sistem pembuangan air harus diperhitungkan sejak awal.

Material bata dapat dipertahankan sebagai karakter visual, tetapi lapisan dinding, ventilasi, waterproofing, dan detail sambungan perlu mengikuti kebutuhan konstruksi lokal. Jadi, yang diambil dari gaya Belgia adalah bahasa desainnya, bukan seluruh sistem bangunannya.

Rumah Belgia menampilkan bata, atap pelana, jendela besar, material alami, dan taman hijau nyaman (BTV/AI):
Rumah Belgia menampilkan bata, atap pelana, jendela besar, material alami, dan taman hijau nyaman (BTV/AI)

Berapa Perkiraan Biaya Membuat Rumah Bergaya Belgia?

Biaya pembangunan rumah sangat bergantung pada luas bangunan, lokasi, struktur, kualitas material, desain, tenaga kerja, dan spesifikasi interior. Sebagai simulasi awal, misalnya rumah 100 m² dengan karakter fasad bata, atap pelana, jendela besar, serta taman sederhana.

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Total
Fasad bata ekspos ±80 m² Rp300–700 ribu/m² Rp24–56 juta
Kusen dan kaca ±25 m² Rp2–5 juta/m² Rp50–125 juta
Atap pelana ±120 m² Rp700 ribu–1,5 juta/m² Rp84–180 juta
Pintu utama 1 unit Rp5–15 juta Rp5–15 juta
Teras dan jalur masuk ±20 m² Rp500 ribu–1,5 juta/m² Rp10–30 juta
Taman sederhana 1 area Rp5–20 juta Rp5–20 juta

Simulasi kebutuhan elemen gaya: sekitar Rp178–426 juta.

Angka tersebut bukan biaya total membangun rumah 100 m². Tabel hanya menggambarkan kisaran kebutuhan beberapa elemen yang membentuk karakter arsitektur Belgia. Struktur utama, instalasi listrik, plumbing, lantai, plafon, sanitasi, interior, jasa arsitek, dan pekerjaan lainnya belum termasuk. Untuk anggaran lebih terbatas, karakter Belgia dapat dimulai dari fasad. Rumah yang sudah ada pun bisa mendapatkan nuansa serupa melalui pergantian warna, pintu, material teras, pencahayaan, dan lanskap.

Baca Juga: Teras Teduh di Balikpapan Bukan Sekadar Estetika, Teras dan Overhang Punya Peran Penting

Apa Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari?

Jangan menempelkan bata ekspos ke seluruh permukaan rumah hanya karena ingin mendapatkan kesan Belgia. Terlalu banyak bata dapat membuat bangunan terasa berat. Gunakan material tersebut pada bidang yang memang ingin ditonjolkan. Hindari pula jendela besar tanpa perhitungan orientasi matahari. Di Indonesia, kaca yang terlalu luas dapat meningkatkan beban panas jika tidak diberi perlindungan yang sesuai.

Atap juga jangan hanya dipilih berdasarkan tampilan. Kemiringan, material penutup, talang, insulasi, dan detail pembuangan air harus disesuaikan dengan kondisi setempat. Satu lagi, jangan membuat ornamen Eropa secara berlebihan. Rumah Belgia justru menarik karena memiliki hubungan kuat antara material, bentuk, fungsi, dan lingkungan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Yang menarik dari rumah Belgia bukan sekadar bata merah atau bentuk atap pelananya. Ada keberanian untuk membuat rumah memiliki karakter sendiri, sekaligus tetap memperhatikan hubungan bangunan dengan jalan, tetangga, taman, cahaya, dan kebutuhan penghuni. Bubuhan yang suka rumah dengan tampilan sederhana tetapi kada mau terasa biasa, karakter ini bisa menjadi inspirasi yang menarik. Tidak perlu menyalin rumah Belgia secara utuh. Ambil unsur yang paling cocok, lalu sesuaikan dengan iklim dan kehidupan di Indonesia. Untuk rumah di Balikpapan, misalnya, bukaan, teras, ventilasi silang, perlindungan matahari, serta material yang tahan lembap tetap harus menjadi pertimbangan utama. Karena rumah yang bagus bukan cuma enak dipandang dari luar, tetapi juga nyaman ketika dipakai setiap hari.

Kalau Ces sedang merancang rumah impian, coba mulai dari satu elemen: bata, atap, jendela, atau taman. Dari sana, karakter rumah bisa dibangun perlahan tanpa harus memaksakan semuanya sekaligus. Bagikan artikel ini ke kawalan yang sedang mencari inspirasi arsitektur rumah dengan karakter Eropa yang tetap bisa disesuaikan dengan kebutuhan tropis. Masih banyak gaya arsitektur dunia yang bisa diterjemahkan menjadi inspirasi hunian di Indonesia. Balikpapantv.id teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa ciri utama rumah bergaya Belgia?

Ciri yang sering muncul antara lain penggunaan bata, atap pelana, komposisi fasad yang kuat, bukaan yang terukur, material alami, serta hubungan antara rumah dan ruang luar.

2. Apakah rumah Belgia cocok diterapkan di Indonesia?

Bisa sebagai inspirasi desain, tetapi sistem bangunan perlu disesuaikan dengan iklim tropis, terutama terkait panas matahari, hujan, kelembapan, ventilasi, dan perlindungan bukaan.

3. Apakah harus menggunakan bata merah?

Tidak. Bata cokelat, abu-abu, putih, atau warna lain dapat digunakan selama komposisinya tetap selaras dengan konsep keseluruhan.

4. Apakah rumah Belgia harus memiliki atap pelana?

Tidak selalu. Atap pelana kuat pada karakter tradisional Belgia, tetapi rumah kontemporer di Belgia juga menggunakan berbagai bentuk geometris dan pendekatan modern.

5. Bagaimana cara membuat rumah lama terasa bergaya Belgia?

Mulai dari elemen yang paling mudah diubah, seperti fasad, warna, pintu, material teras, pencahayaan eksterior, jendela, dan lanskap.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Arsitektur Belgia Rumah Bergaya Belgia Desain rumah inspirasi rumah