Ukuran Pijakan Tangga Rumah Jangan Asal, 25 Cm Belum Tentu Cocok

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:28 WIB
Pijakan tangga 25 sentimeter membantu memberi ruang kaki proporsional, nyaman, aman, dan mendukung langkah stabil. (BTV/AI)
Pijakan tangga 25 sentimeter membantu memberi ruang kaki proporsional, nyaman, aman, dan mendukung langkah stabil. (BTV/AI)
Durasi Baca: 8 Menit

Ikhtisar: Kedalaman pijakan tangga memengaruhi ruang telapak kaki, ritme langkah, dan kenyamanan saat naik-turun. Angka 25 cm dapat menjadi acuan minimum pada standar tertentu, tetapi desain tangga tidak cukup dinilai dari satu ukuran saja.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ukuran pijakan tangga menentukan ruang kaki saat naik dan turun, sehingga desain yang terlalu sempit dapat mengurangi kenyamanan serta meningkatkan risiko salah langkah.

Tangga memang kelihatan sederhana, tetapi sedikit salah hitung bisa terasa setiap hari. Yuk, pahami hubungan pijakan, tinggi anak tangga, kemiringan, dan keselamatan sebelum membangunnya.

25 Cm Itu Lebar Tangga atau Kedalaman Pijakan?

Istilahnya perlu dibedakan supaya tidak salah saat membaca gambar kerja. Lebar tangga adalah jarak melintang dari satu sisi tangga ke sisi lainnya, sedangkan 25 cm pada pembahasan ini merujuk pada kedalaman pijakan atau injakan.

Dalam dokumen teknis Ditjen Cipta Karya, ukuran pijakan atau antride disebut paling sedikit 30 cm dengan tinggi anak tangga 15–17 cm. Artinya, angka 25 cm tidak tepat disebut sebagai satu-satunya standar minimum untuk semua jenis tangga.

Sebaliknya, ketentuan bangunan di sejumlah yurisdiksi lain menggunakan minimum 25,4 cm atau 10 inci untuk kedalaman pijakan tangga rumah tinggal. Ini menunjukkan bahwa angka minimum bergantung pada standar dan jenis bangunan yang digunakan.

Kedalaman pijakan tangga 25 cm memengaruhi ruang telapak kaki, ritme langkah, serta kenyamanan saat naik turun tangga. (BTV/AI)
Kedalaman pijakan tangga 25 cm memengaruhi ruang telapak kaki, ritme langkah, serta kenyamanan saat naik turun tangga. (BTV/AI)

Kenapa pijakan tidak boleh asal sempit?

Telapak kaki membutuhkan bidang pijakan yang cukup ketika seseorang memindahkan berat badan dari satu anak tangga ke anak tangga berikutnya. Pijakan yang terlalu pendek membuat sebagian telapak kaki kehilangan bidang tumpu.

Masalahnya bukan sekadar terasa sempit. Saat turun, posisi tubuh bergerak ke depan dan kontrol kaki menjadi semakin penting. Penelitian mengenai perilaku manusia di tangga menunjukkan bahwa perubahan dimensi pijakan dapat memengaruhi pola gerak saat menaiki dan menuruni tangga.

Karena itu, ukuran pijakan sebaiknya dilihat bersama tinggi anak tangga. Tangga aman bukan hasil mengejar satu angka, melainkan kombinasi dimensi yang konsisten.

Tinggi Anak Tangga Sama Pentingnya dengan Pijakan

Bayangkan dua tangga dengan pijakan sama-sama 25 cm. Tangga pertama memiliki anak tangga rendah dan tangga kedua jauh lebih tinggi. Sensasi saat digunakan tentu tidak sama.

Dokumen teknis Ditjen Cipta Karya mencantumkan tinggi anak tangga 15–17 cm dan pijakan 30 cm untuk standar yang ditampilkan dalam materi tersebut.

Sementara itu, salah satu penelitian ergonomi menemukan dimensi yang paling disukai responden berada sekitar riser 18,3 cm dan tread 27,9–30 cm. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa dimensi yang terlalu kecil atau terlalu besar tidak selalu disukai semua pengguna.

Ini memperlihatkan satu hal penting: kenyamanan tangga dipengaruhi hubungan antarukuran, bukan pijakan secara terpisah.

Tinggi anak tangga dan kedalaman pijakan perlu seimbang agar langkah terasa nyaman, aman, dan natural saat digunakan. (BTV/AI)
Tinggi anak tangga dan kedalaman pijakan perlu seimbang agar langkah terasa nyaman, aman, dan natural saat digunakan. (BTV/AI)

Rumus Sederhana Membantu Menjaga Proporsi

Salah satu prinsip yang sering digunakan dalam perancangan tangga adalah hubungan antara tinggi anak tangga dan kedalaman pijakan. Dalam dokumen teknis Kementerian Pekerjaan Umum yang tersedia, hubungan tersebut ditampilkan melalui parameter 2R + G, dengan R sebagai tanjakan dan G sebagai injakan.

Untuk tangga umum pada dokumen tersebut, nilai 2R + G berada antara 550 mm hingga 700 mm, dengan tanjakan 115–190 mm dan injakan 250–355 mm. Angka tersebut merupakan ketentuan pada dokumen yang dirujuk, sehingga tidak boleh otomatis diterapkan pada seluruh jenis bangunan.

Contohnya, jika sebuah tangga dirancang dengan pijakan 25 cm, tinggi anak tangganya tetap harus dihitung. Jangan sekadar mengejar pijakan minimum lalu membuat tanjakan setinggi mungkin demi menghemat ruang.

Ruang hemat memang penting, tetapi langkah manusia juga harus dihitung.

Konsistensi Ukuran Membuat Langkah Lebih Mudah Diprediksi

Kesalahan yang sering luput adalah membuat satu anak tangga sedikit berbeda dari lainnya. Selisih beberapa milimeter mungkin terlihat kecil ketika tangga belum digunakan, tetapi kaki manusia terbiasa mengantisipasi pola langkah yang konsisten.

Penelitian biomekanika menemukan bahwa ketidakkonsistenan tinggi riser dapat mengubah pola gerak kaki dan mengurangi jarak bebas kaki pada langkah tertentu.

Penelitian lain mengenai ketidakkonsistenan kedalaman pijakan juga menyoroti kemungkinan perubahan lintasan kaki ketika pengguna menghadapi ukuran injakan yang berbeda.

Karena itu, tukang atau kontraktor tidak cukup hanya memastikan ukuran rata-rata sudah benar. Setiap anak tangga perlu memiliki dimensi yang konsisten sesuai rancangan.

Ukuran pijakan tangga konsisten membantu langkah lebih mudah diprediksi dan meningkatkan kenyamanan saat naik turun. (BTV/AI)
Ukuran pijakan tangga konsisten membantu langkah lebih mudah diprediksi dan meningkatkan kenyamanan saat naik turun. (BTV/AI)

Jangan Lupakan Permukaan dan Tepi Anak Tangga

Ukuran yang tepat belum otomatis membuat tangga aman. Permukaan pijakan juga perlu memiliki karakter yang membantu kaki mendapatkan cengkeraman.

Materi teknis Ditjen Cipta Karya mencantumkan penggunaan material yang tidak licin serta step nosing atau pelindung tepi pada bagian depan pijakan. Materi tersebut juga menyebut perlunya bordes setelah sejumlah anak tangga dalam konteks desain yang dibahas.

Pada rumah di wilayah tropis seperti Balikpapan, pemilihan material juga perlu memperhatikan kondisi penggunaan. Tangga yang berada dekat area masuk, balkon, atau ruang yang mudah terkena air membutuhkan perhatian khusus terhadap permukaan licin.

Material cantik boleh saja. Tapi kalau licin, desainnya perlu dievaluasi lagi.

Tabel Ukuran yang Perlu Dicek Sebelum Tangga Dibangun

Komponen Angka acuan yang ditemukan Catatan
Kedalaman pijakan 25 cm pada standar tertentu Bukan angka universal
Pijakan pada materi Ditjen Cipta Karya ≥30 cm Konteks teknis tertentu
Tinggi anak tangga pada materi Ditjen Cipta Karya 15–17 cm Perlu konsisten
Pijakan pada IRC rumah tinggal tertentu ≥25,4 cm Berlaku pada standar tersebut
Toleransi dimensi pada IRC ≤9,5 mm Untuk konsistensi dalam satu lintasan
Material permukaan Tidak licin Perhatikan kondisi penggunaan

Standar internasional juga menunjukkan bahwa dimensi tangga dapat berbeda berdasarkan jenis hunian dan fungsi bangunan. International Building Code 2024, misalnya, menetapkan kedalaman pijakan 27,9 cm untuk ketentuan umum tertentu dan memberikan pengecualian 25,4 cm untuk hunian tertentu.

Jadi, angka 25 cm sebaiknya dipahami sebagai salah satu batas acuan pada standar tertentu, bukan klaim bahwa semua tangga rumah wajib tepat 25 cm.

Bagaimana Menghitung Tangga Rumah agar Tidak Terasa Terlalu Curam?

Mulailah dari tinggi lantai ke lantai, bukan dari ukuran panjang tangga yang tersedia. Setelah itu, tentukan jumlah anak tangga berdasarkan tinggi riser yang sesuai.

Misalnya tinggi lantai ke lantai adalah 280 cm dan perencana memilih 16 tanjakan. Tinggi setiap tanjakan sekitar 17,5 cm. Angka ini kemudian perlu diperiksa kembali terhadap standar yang berlaku dan hubungan dengan kedalaman pijakan.

Jika menggunakan pijakan 28 cm, panjang horizontal teoritis untuk 15 pijakan sekitar 420 cm, sebelum memperhitungkan konfigurasi, bordes, nosing, dan detail konstruksi lainnya.

Perhitungan seperti ini menunjukkan mengapa tangga tidak bisa dirancang hanya dengan kalimat “buat pijakannya 25 cm”. Setiap perubahan ukuran akan memengaruhi kebutuhan ruang dan kemiringan keseluruhan.

Lebar Tangga Juga Jangan Disamakan dengan Pijakan

Ini bagian yang sering bikin rancu. Pijakan 25 atau 30 cm berbicara tentang kedalaman setiap anak tangga, sedangkan lebar tangga berbicara tentang ruang berjalan dari kiri ke kanan.

Keduanya mempunyai fungsi berbeda. Pijakan memberi ruang untuk langkah, sedangkan lebar menentukan seberapa nyaman seseorang bergerak melintasi tangga dan seberapa banyak ruang tersedia untuk pengguna.

Untuk tangga eksit pada bangunan, persyaratan lebarnya dapat jauh berbeda karena dipengaruhi kapasitas penghuni dan fungsi bangunan. Materi Kementerian PUPR yang mengacu pada Permen PUPR Nomor 14/PRT/M/2017, misalnya, mencantumkan lebar tangga eksit minimal 90 cm untuk kapasitas sampai 50 orang dan 112 cm untuk kapasitas lebih dari 50 orang.

Artinya, 25 cm bukan ukuran lebar tangga. Jika yang dimaksud adalah lebar keseluruhan tangga, angkanya harus dihitung berdasarkan fungsi dan kapasitas pengguna.

Baca Juga: Ruang Tengah 4×4 Meter Bisa Jadi Pusat Sirkulasi Udara Rumah yang Nyaman

Kesalahan Desain yang Sering Membuat Tangga Tidak Nyaman

1. Mengejar Tangga Pendek

Memendekkan tangga dengan memperkecil pijakan memang menghemat ruang. Namun, konsekuensinya adalah langkah menjadi lebih terbatas dan kemiringan tangga dapat meningkat.

Untuk rumah kecil, solusi yang lebih masuk akal bisa berupa perubahan konfigurasi menjadi tangga berbentuk L atau U. Dengan begitu, kebutuhan ruang horizontal dapat diatur tanpa mengorbankan seluruh proporsi anak tangga.

2. Membuat Riser Berbeda-beda

Riser yang tidak seragam membuat pola langkah sulit diprediksi. Studi eksperimental menunjukkan perubahan ukuran riser dapat memengaruhi gerakan kaki ketika pengguna menaiki dan menuruni tangga.

Karena itu, pengukuran harus dilakukan setelah pekerjaan konstruksi selesai, bukan hanya ketika gambar kerja dibuat.

3. Mengabaikan Permukaan Licin

Pijakan dengan ukuran ideal tetap bermasalah jika permukaannya licin. Air, debu, atau finishing tertentu dapat mengurangi rasa aman ketika kaki berpijak.

Gunakan material dan finishing yang sesuai dengan lokasi tangga. Area yang mudah terkena air membutuhkan perhatian lebih terhadap daya cengkeram permukaan.

4. Tidak Menyediakan Pegangan

Pegangan tangan membantu pengguna menjaga keseimbangan, terutama ketika naik atau turun sambil membawa barang. Desain handrail juga perlu mengikuti fungsi dan ketentuan bangunan yang berlaku.

Untuk tangga yang digunakan banyak orang, persyaratan pegangan dan lebar tangga dapat lebih ketat dibanding tangga privat di dalam rumah.

Estimasi Biaya: Mengapa Ukuran Tangga Berpengaruh pada Anggaran?

Ukuran tangga memengaruhi panjang lintasan, jumlah material, pekerjaan struktur, finishing, serta kebutuhan ruang. Semakin panjang lintasan, kebutuhan material dan pekerjaan dapat ikut berubah.

Sebagai gambaran lokal, salah satu daftar harga material Balikpapan 2026 mencantumkan semen 50 kg sekitar Rp75.000–Rp85.000 per sak, pasir beton sekitar Rp350.000 per meter kubik, dan besi ulir diameter 10 mm sekitar Rp105.000 per batang 12 meter. Harga tersebut merupakan estimasi pasar dan bukan penawaran resmi untuk pekerjaan tangga.

Untuk beton siap pakai, daftar harga lokal yang dipublikasikan pada 2026 mencantumkan beberapa mutu beton dalam kisaran sekitar Rp700.000–Rp980.000 per meter kubik, tergantung mutu dan spesifikasi.

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Total
Semen 50 kg 5 sak Rp75.000–Rp85.000 Rp375.000–Rp425.000
Pasir beton 1 m³ Rp350.000 Rp350.000
Besi ulir Ø10 mm 5 batang Rp105.000 Rp525.000
Subtotal contoh material Rp1.250.000–Rp1.300.000

Catatan: tabel tersebut bukan estimasi harga satu tangga jadi. Jumlah material sebenarnya harus dihitung dari gambar struktur, volume beton, tulangan, bekisting, finishing, tenaga kerja, transportasi, dan kondisi proyek. BTV-EOS juga mengharuskan angka perkiraan dibedakan dari fakta dan disebut sebagai estimasi.

Apa yang Sebaiknya Dicek Sebelum Tangga Rumah Dikerjakan?

Gunakan pengukuran sebagai titik awal. Jangan hanya memberikan angka pijakan kepada tukang tanpa menjelaskan tinggi lantai, jumlah tanjakan, konfigurasi, dan detail keseluruhan.

Checklist sederhana:

  1. Ukur tinggi lantai ke lantai secara akurat.
  2. Tentukan jumlah tanjakan.
  3. Hitung tinggi setiap anak tangga.
  4. Tentukan kedalaman pijakan.
  5. Pastikan seluruh pijakan konsisten.
  6. Cek kemiringan keseluruhan.
  7. Pastikan permukaan tidak licin.
  8. Rencanakan handrail.
  9. Periksa kebutuhan bordes.
  10. Cocokkan rancangan dengan standar bangunan yang berlaku.

Untuk proyek baru atau renovasi struktural, ukuran akhir sebaiknya diperiksa tenaga profesional karena kondisi bangunan, fungsi ruang, dan aturan setempat dapat mengubah kebutuhan teknis.

Poin Penting

Insight Redaksi

Angka 25 cm terdengar sederhana, tetapi tangga sebenarnya bekerja sebagai satu sistem ergonomi. Untuk rumah di Balikpapan, jangan mengejar hemat ruang dengan memangkas pijakan tanpa menghitung riser dan kemiringan. Tangga yang nyaman bukan yang paling ringkas, tetapi yang paling mudah diprediksi langkahnya.

Kalau ruang rumah mepet, mending atur ulang bentuk tangga daripada memaksa ukuran anak tangga sampai terasa janggal saat dipakai sehari-hari.

Kalau artikel ini berguna, bagikan ke keluarga atau teman yang lagi renovasi rumah supaya ukuran tangganya tidak asal pasang.

Mau rumah terasa nyaman dari bawah sampai lantai atas? Selalu update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah pijakan tangga 25 cm sudah pasti aman?

Belum tentu. Angka tersebut merupakan acuan pada standar tertentu, sedangkan standar lain dapat mensyaratkan ukuran berbeda.

2. Berapa ukuran pijakan yang tercantum dalam materi Ditjen Cipta Karya?

Materi teknis tersebut mencantumkan pijakan paling sedikit 30 cm dengan tinggi anak tangga 15–17 cm untuk konteks desain yang dibahas.

3. Apakah lebar tangga sama dengan kedalaman pijakan?

Tidak. Lebar tangga diukur melintang dari sisi kiri ke kanan, sedangkan kedalaman pijakan diukur dari depan ke belakang setiap anak tangga.

4. Kenapa semua anak tangga harus dibuat sama?

Karena perubahan dimensi dapat mengganggu pola langkah yang sudah diprediksi pengguna dan memengaruhi gerakan kaki.

5. Apakah tangga kecil boleh dibuat lebih sempit?

Rancangan harus mengikuti standar yang berlaku dan mempertimbangkan fungsi bangunan. Mengurangi ukuran hanya demi menghemat ruang tidak otomatis menghasilkan tangga yang nyaman.

6. Apakah tangga rumah perlu handrail?

Handrail sangat membantu menjaga keseimbangan, tetapi kebutuhan dan spesifikasinya mengikuti jenis serta fungsi tangga dan ketentuan bangunan yang berlaku.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Home & Living arsitektur Tangga rumah