Mengapa Void Tidak Selalu Cocok untuk Semua Rumah? Ini Hal yang Sering Terlewat Saat Membangun Hunian

istikhomah • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 20:30 WIB
Rumah dua lantai modern dengan area void di ruang keluarga yang menghadirkan pencahayaan alami dan kesan lapang. (BTV/AI)
Rumah dua lantai modern dengan area void di ruang keluarga yang menghadirkan pencahayaan alami dan kesan lapang. (BTV/AI)
Durasi Baca: 8 Menit

Topik: Pertimbangan teknis penggunaan void agar selaras dengan fungsi, kenyamanan, dan efisiensi ruang hunian.

Ikhtisar: Void dapat meningkatkan kualitas ruang, tetapi penerapannya harus disesuaikan dengan kondisi rumah, iklim, kebutuhan penghuni, serta efisiensi bangunan agar manfaatnya benar-benar terasa.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Void sering menjadi elemen favorit pada rumah modern bertingkat karena mampu menghadirkan kesan luas, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara yang lebih baik. Namun, penerapannya tidak selalu menjadi pilihan tepat untuk setiap jenis rumah, terutama pada lahan terbatas maupun hunian dengan kebutuhan ruang yang sangat tinggi.

Banyak orang terpikat tampilannya tanpa menghitung konsekuensi jangka panjang. Padahal, keputusan ini memengaruhi kenyamanan harian. Simak sampai selesai, Ces!

Baca Juga: Rumah Menghadap Angin Ternyata Bisa Bikin Hunian Lebih Nyaman, Begini Cara Arsitek Merancangnya

Perbandingan denah rumah dengan dan tanpa void untuk menunjukkan perbedaan luas ruang fungsional. (BTV/AI)
Perbandingan denah rumah dengan dan tanpa void untuk menunjukkan perbedaan luas ruang fungsional. (BTV/AI)

Mengapa banyak orang tertarik membuat void di rumah?

Void memang menawarkan nilai visual yang sulit diabaikan. Ruangan terasa lega, plafon tampak tinggi, dan cahaya matahari dapat masuk lebih dalam ke area rumah.

Namun, fungsi void sebenarnya jauh melampaui estetika. Jika dirancang dengan benar, area kosong antar lantai ini membantu memperlancar ventilasi alami melalui efek cerobong (stack effect), terutama pada bangunan di wilayah tropis. Efektivitasnya tetap dipengaruhi ukuran, posisi, serta proporsi void terhadap bangunan.

1. Membuat rumah terasa lebih lapang

Kesan luas muncul karena batas visual antara lantai satu dan dua menjadi terbuka. Ruang keluarga biasanya menjadi lokasi favorit untuk penerapan konsep ini.

Efek psikologis tersebut membuat penghuni merasa ruangan tidak sesak meskipun luas bangunan sebenarnya tidak berubah.

2. Membantu pencahayaan alami

Apabila dipadukan dengan skylight atau jendela tinggi, cahaya dapat menjangkau area yang sebelumnya gelap sehingga kebutuhan lampu pada siang hari berkurang.

Selain menghemat energi, pencahayaan alami juga membantu menciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat.

3. Mendukung sirkulasi udara

Udara panas cenderung bergerak ke atas. Dengan jalur yang tepat, udara tersebut dapat keluar melalui ventilasi sehingga ruangan bawah terasa lebih nyaman.

Namun manfaat ini baru optimal apabila dikombinasikan dengan ventilasi silang (cross ventilation), bukan hanya mengandalkan void semata.

4. Memberikan nilai estetika

Rumah dengan void sering terlihat lebih mewah karena menghadirkan ruang vertikal yang dramatis.

Tak heran banyak desain rumah modern maupun tropis memanfaatkan area ini sebagai titik fokus interior.

5. Mempermudah interaksi antar lantai

Suara dan aktivitas penghuni masih dapat terhubung tanpa harus turun atau naik tangga.

Meski demikian, kondisi tersebut juga memiliki sisi lain yang sering terlupakan.

Kapan justru void menjadi keputusan yang kurang tepat?

Tidak semua rumah membutuhkan void. Bahkan dalam beberapa kondisi, keberadaannya dapat mengurangi fungsi ruang secara signifikan.

Rumah di atas lahan kecil merupakan contoh paling umum. Mengorbankan sebagian luas lantai demi menciptakan ruang kosong kadang membuat jumlah ruang yang tersedia menjadi terbatas.

Menurut arsitek, keputusan membuat void sebaiknya didasarkan pada kebutuhan penghuni, bukan sekadar mengikuti tren desain. Void merupakan elemen arsitektur yang memiliki fungsi tertentu sehingga harus direncanakan sejak awal desain bangunan.

Beberapa kondisi yang patut dipertimbangkan antara lain:

Pada rumah mungil, area kosong seluas beberapa meter persegi bisa berarti hilangnya satu kamar kerja, ruang belajar, atau area penyimpanan.

Selain itu, suara televisi, percakapan, hingga aktivitas dapur lebih mudah terdengar ke lantai atas karena tidak ada pembatas plafon.

Masalah lain adalah distribusi suhu. Udara dingin dari pendingin ruangan cenderung naik menuju lantai atas sehingga konsumsi energi pendingin dapat meningkat apabila sistem tata udara tidak dirancang dengan baik.

Apa saja biaya tambahan yang sering tidak diperhitungkan?

Banyak pemilik rumah hanya menghitung biaya struktur awal. Padahal, keberadaan void juga memunculkan biaya operasional maupun perawatan dalam jangka panjang.

Misalnya pemasangan railing pengaman, pencahayaan gantung berukuran besar, hingga proses pengecatan dinding tinggi yang membutuhkan peralatan khusus.

Pembersihan kaca tinggi atau lampu gantung juga memerlukan tenaga tambahan. Hal sederhana seperti mengganti bohlam dapat menjadi pekerjaan yang tidak mudah.

Pada 2026, biaya pemasangan railing kaca tempered berkualitas untuk area void umumnya berada pada kisaran Rp1,8 juta hingga Rp3,5 juta per meter, tergantung ketebalan material dan sistem pemasangan. Biaya lampu gantung dekoratif juga dapat mencapai jutaan rupiah apabila menggunakan model bertingkat.

Belum termasuk apabila penghuni ingin memasang skylight dengan kaca berlapis penahan panas agar suhu dalam rumah tetap nyaman.

Bagaimana menentukan apakah rumah memang membutuhkan void?

Keputusan membuat void sebaiknya dimulai dari cara rumah akan digunakan setiap hari, bukan dari tampilan fasad atau tren media sosial. Rumah yang dihuni keluarga besar tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan pasangan muda atau penghuni yang bekerja dari rumah.

Arsitek Le Corbusier pernah menekankan bahwa rumah merupakan mesin untuk ditinggali. Gagasan tersebut mengingatkan bahwa setiap elemen bangunan harus memiliki fungsi nyata bagi penghuninya, termasuk void.

Beberapa pertimbangan berikut dapat membantu sebelum memutuskan membuat void.

1. Hitung kebutuhan ruang terlebih dahulu

Daftar ruang yang benar-benar dibutuhkan sebaiknya disusun sebelum menggambar denah. Jika seluruh kebutuhan ruang sudah sangat padat, mengurangi luas lantai demi membuat void justru berpotensi mengurangi kenyamanan jangka panjang.

Sebaliknya, apabila masih tersedia ruang yang cukup, keberadaan void dapat menjadi nilai tambah tanpa mengorbankan fungsi utama rumah.

2. Perhatikan iklim di lokasi rumah

Indonesia beriklim tropis dengan suhu dan kelembapan yang relatif tinggi. Karena itu, void akan bekerja lebih baik bila dipadukan dengan orientasi bangunan, ventilasi silang, dan perlindungan dari panas matahari langsung.

Tanpa ketiga faktor tersebut, udara panas justru dapat berkumpul pada bagian atas rumah sehingga ruangan terasa lebih gerah pada siang hari.

3. Sesuaikan dengan gaya hidup penghuni

Keluarga yang sering berkumpul di ruang keluarga biasanya memperoleh manfaat komunikasi yang lebih baik melalui void.

Sebaliknya, penghuni yang membutuhkan ruang kerja tenang atau anggota keluarga dengan jadwal aktivitas berbeda mungkin memerlukan pembatas suara yang lebih baik dibanding ruang terbuka antar lantai.

4. Siapkan anggaran hingga tahap perawatan

Biaya pembangunan bukan satu-satunya pertimbangan. Pengeluaran untuk perawatan, kebersihan, pencahayaan, dan sistem pendingin juga perlu masuk dalam perencanaan agar tidak menjadi beban setelah rumah selesai dibangun.

Seorang warga Balikpapan, Rudi Hartono (39), mengaku sempat mempertimbangkan membuat void saat membangun rumah dua lantai. Setelah berdiskusi dengan arsitek, ia memilih memanfaatkan area tersebut sebagai ruang kerja keluarga.

"Awalnya tertarik karena tampilannya menarik. Setelah dihitung lagi, ruang kerja ternyata lebih dibutuhkan dibanding ruang kosong di tengah rumah," ujarnya.

Baca Juga: Mengapa Sebuah Kota Bisa Terasa Melelahkan untuk Dijalani? Ternyata Ritme Arsitekturnya Ikut Berpengaruh

Arsitek menjelaskan rancangan ventilasi silang dan pencahayaan alami sebagai alternatif penggunaan void. (BTV/AI)
Arsitek menjelaskan rancangan ventilasi silang dan pencahayaan alami sebagai alternatif penggunaan void. (BTV/AI)

Apakah ada alternatif selain membuat void?

Void bukan satu-satunya cara menciptakan rumah yang terasa terang dan lega. Banyak solusi lain yang bahkan lebih sesuai untuk rumah di lahan terbatas.

Jendela berukuran besar dengan posisi yang tepat sering kali sudah mampu menghadirkan pencahayaan alami yang baik tanpa mengurangi luas lantai.

Ventilasi silang juga terbukti membantu memperlancar pergerakan udara apabila posisi pintu dan jendela dirancang saling berhadapan.

Selain itu, penggunaan plafon sedikit lebih tinggi, warna interior terang, serta tata letak furnitur yang sederhana dapat memberikan kesan lapang tanpa harus membuat ruang kosong antar lantai.

Menurut Ken Yeang, desain bangunan tropis sebaiknya mengoptimalkan hubungan antara bangunan dan lingkungan agar kenyamanan termal tercapai secara alami. Prinsip tersebut menunjukkan bahwa kenyamanan rumah berasal dari perpaduan berbagai elemen desain, bukan hanya satu fitur tertentu.

Dengan kata lain, rumah nyaman tidak selalu identik dengan adanya void.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Melihat karakter hunian di Balikpapan yang didominasi iklim panas dan lembap, void memang menarik apabila dirancang matang bersama sistem ventilasi yang baik. Namun mengejar tampilan tanpa menghitung fungsi justru sering mengurangi kenyamanan rumah. Rumah yang efektif bukan selalu yang paling megah, melainkan yang benar-benar menjawab kebutuhan penghuninya. Hitung matang sejak awal. Kada perlu mengikuti tren bila manfaatnya belum tentu sesuai. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang merencanakan rumah secara bijak.

Masih banyak inspirasi hunian yang bisa membantu merancang rumah lebih nyaman dan efisien. Ikuti terus update hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah semua rumah dua lantai perlu menggunakan void?
Tidak. Void hanya tepat apabila kebutuhan ruang, pencahayaan, dan sirkulasi memang mendukung penerapannya.

2. Apa kekurangan utama void?
Mengurangi luas lantai, meningkatkan biaya pembangunan serta perawatan, dan dapat menurunkan privasi antar lantai.

3. Apakah void membuat rumah lebih sejuk?
Bisa, apabila dipadukan dengan ventilasi silang dan desain yang sesuai dengan iklim setempat.

4. Apakah rumah kecil cocok memakai void?
Belum tentu. Pada banyak kasus, ruang tersebut lebih bermanfaat digunakan sebagai ruang fungsional.

5. Apa alternatif selain membuat void?
Ventilasi silang, jendela besar, plafon lebih tinggi, serta tata ruang yang efisien dapat memberikan efek nyaman tanpa mengurangi luas lantai.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
arsitektur rumah minimalis Void rumah Desain rumah