Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Rahasia Rumah Bergerak Suku Arktik yang Kini Menginspirasi Dunia Modern

istikhomah • Kamis, 9 Juli 2026 | 05:17 WIB
Rumah chum tradisional masyarakat Nenets berdiri di tengah tundra Arktik bersama kawanan rusa kutub. (BTV/AI)
Rumah chum tradisional masyarakat Nenets berdiri di tengah tundra Arktik bersama kawanan rusa kutub. (BTV/AI)
Durasi Baca: 8 Menit

Topik: Inspirasi hunian portabel masyarakat penggembala Arktik untuk kebutuhan mobilitas dan efisiensi ruang modern.

Ikhtisar: Artikel ini membahas cara kerja rumah bergerak masyarakat nomaden Kutub, prinsip desainnya, serta peluang penerapannya pada kebutuhan hunian masa kini.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Di kawasan Arktik, kelompok penggembala rusa kutub seperti masyarakat Nenets dan Sami telah menggunakan rumah portabel selama ratusan tahun untuk mengikuti perpindahan ternak melintasi tundra bersalju. Hunian tersebut dirancang agar mudah dibongkar, dipindahkan, lalu dipasang kembali dalam waktu singkat tanpa kehilangan fungsi perlindungan dari cuaca ekstrem.

Menariknya, konsep yang lahir dari kebutuhan bertahan hidup itu justru mulai dilirik dunia modern sebagai inspirasi arsitektur fleksibel dan hemat sumber daya. Ada banyak ide yang bisa dipetik dari sana, Ces!

Bagaimana rumah bergerak masyarakat Arktik mampu bertahan di suhu ekstrem?

Rumah bergerak milik masyarakat nomaden Kutub dikenal dalam beberapa bentuk, seperti chum milik masyarakat Nenets di Siberia dan lavvu milik masyarakat Sami di kawasan Skandinavia Utara. Keduanya menggunakan prinsip konstruksi sederhana namun sangat efektif menghadapi angin dan salju Arktik.

Rangka utamanya menggunakan batang kayu panjang yang disusun membentuk kerucut. Bagian luar kemudian dilapisi kulit rusa atau bahan penutup yang berfungsi menahan angin dingin sekaligus menjaga suhu di dalam ruangan tetap stabil.

Desain kerucut ternyata bukan sekadar pilihan estetika. Bentuk tersebut membantu angin bergerak mengitari bangunan tanpa menciptakan tekanan berlebihan pada satu sisi tertentu.

Bahkan dalam kondisi badai tundra, struktur seperti lavvu dikenal jauh lebih stabil dibanding banyak tenda modern karena posisinya rendah dan memiliki titik berat yang dekat dengan tanah.

Baca Juga: Kenapa Makam Tionghoa Banyak Dibangun di Lereng Bukit? Ternyata Ada Penjelasan Arsitekturnya

Proses pembongkaran rumah portabel oleh keluarga penggembala sebelum berpindah lokasi migrasi. (BTV/AI)
Proses pembongkaran rumah portabel oleh keluarga penggembala sebelum berpindah lokasi migrasi. (BTV/AI)

Pelajaran apa yang bisa dipelajari manusia modern dari rumah nomaden Kutub?

Ada beberapa prinsip desain yang membuat rumah bergerak ini relevan untuk kebutuhan masa kini.

1. Prioritas pada fungsi utama

Setiap bagian rumah memiliki tujuan jelas. Tidak ada ruang yang terbuang sia-sia.

Area memasak berada di tengah agar panas dapat menyebar merata. Tempat tidur ditempatkan mengelilingi sumber panas sehingga efisiensi energi meningkat secara alami.

Pendekatan ini mulai diterapkan kembali pada desain rumah mungil atau micro housing di berbagai negara.

2. Mudah dipindahkan

Keluarga penggembala dapat membongkar seluruh rumah hanya dalam hitungan jam sebelum melanjutkan perjalanan mengikuti migrasi rusa kutub.

Konsep modular seperti ini kini digunakan pada bangunan darurat pascabencana hingga kantor lapangan di daerah terpencil.

3. Memanfaatkan material lokal

Kulit rusa, kayu ringan, hingga serat alami digunakan sesuai kondisi lingkungan sekitar.

Prinsip tersebut mengurangi kebutuhan transportasi material jarak jauh dan menekan jejak karbon pembangunan.

4. Perawatan sederhana

Komponen yang rusak dapat diganti sebagian tanpa membongkar keseluruhan struktur.

Pendekatan modular seperti ini mulai banyak diterapkan pada industri konstruksi modern untuk menekan biaya pemeliharaan.

5. Adaptif terhadap perubahan lingkungan

Rumah tidak memaksa lingkungan menyesuaikan kebutuhan manusia.

Sebaliknya, manusialah yang menyesuaikan tempat tinggalnya mengikuti kondisi alam. Prinsip ini menjadi salah satu fondasi penting arsitektur berkelanjutan masa depan.

Baca Juga: Rumah Gelap Jadi Terang Benderang Tanpa Bongkar Dinding, Ini Trik Rahasia Para Arsitek!

Mengapa konsep rumah bergerak mulai kembali diminati pada 2025-2026?

Kenaikan harga lahan di kota besar membuat banyak negara mulai melirik kembali konsep hunian modular dan portabel.

Rumah prefabrikasi yang dapat dipindahkan kini berkembang pesat di kawasan Eropa, Amerika Utara, hingga Jepang karena menawarkan biaya pembangunan yang relatif rendah dan waktu konstruksi singkat.

Menurut banyak perancang arsitektur berkelanjutan, masa depan perumahan kemungkinan akan bergerak menuju model yang lebih fleksibel dibanding rumah permanen tradisional.

Arsitek terkenal Bjarke Ingels beberapa kali menyoroti pentingnya desain yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan pola hidup manusia yang semakin dinamis.

Fenomena kerja jarak jauh juga ikut mendorong perubahan tersebut. Banyak pekerja kini tidak lagi terikat pada satu kota tertentu sehingga kebutuhan akan hunian fleksibel terus meningkat.

Apakah konsep ini cocok diterapkan di Indonesia?

Indonesia tentu memiliki iklim yang berbeda jauh dari Arktik. Namun prinsip dasarnya tetap relevan.

Hunian modular yang mudah dipindahkan dapat menjadi solusi untuk daerah rawan banjir, wilayah pertambangan sementara, kawasan wisata alam, hingga lokasi penelitian terpencil.

Di beberapa wilayah pesisir dan pedalaman Kalimantan, konsep bangunan semi permanen sebenarnya telah lama dikenal masyarakat lokal dengan pendekatan yang mirip, yakni memanfaatkan material sekitar dan membangun sesuai kebutuhan mobilitas.

Pendekatan ini juga dapat membantu mengurangi limbah konstruksi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar sektor pembangunan.

Profesor arsitektur berkelanjutan Alejandro Aravena pernah menekankan bahwa rumah masa depan tidak selalu harus besar, melainkan harus mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan penghuninya.

Baca Juga: 5 Prinsip Arsitektur Tropis yang Membuat Rumah Terasa Sejuk

Bagaimana bentuk rumah bergerak masa depan terinspirasi dari masyarakat Arktik?

Banyak perusahaan teknologi konstruksi kini mulai mengembangkan rumah lipat, kabin modular, hingga unit prefabrikasi yang dapat dirakit hanya dalam beberapa hari.

Meski teknologinya jauh berbeda, prinsip dasarnya tetap sama dengan yang dilakukan para penggembala rusa Kutub selama ratusan tahun.

Bangunan dibuat ringan.

Komponen dibuat mudah diganti.

Energi digunakan seefisien mungkin.

Hubungan dengan lingkungan menjadi prioritas utama.

Masyarakat Nenets diketahui dapat menempuh perjalanan ratusan hingga ribuan kilometer setiap tahun bersama kawanan rusa mereka sambil membawa seluruh kebutuhan hidup menggunakan kereta luncur tradisional.

Di tengah perubahan iklim global dan meningkatnya mobilitas manusia, mungkin justru masyarakat Arktik telah menemukan sebagian jawaban jauh sebelum teknologi modern berkembang.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Masyarakat modern sering menghubungkan kemajuan dengan bangunan permanen yang besar dan kompleks. Padahal masyarakat nomaden Kutub menunjukkan pendekatan berbeda: rumah cukup memenuhi kebutuhan, mudah dirawat, dan mampu bergerak mengikuti perubahan. Ada pelajaran menarik untuk kota-kota berkembang seperti Balikpapan yang terus bertumbuh cepat. Kadang solusi masa depan justru datang dari pengetahuan lama yang sempat terlupakan, Ces.

FAQ

1. Apa nama rumah bergerak milik masyarakat nomaden Kutub?
Rumah tersebut dikenal sebagai chum pada masyarakat Nenets dan lavvu pada masyarakat Sami.

2. Mengapa rumah tersebut berbentuk kerucut?
Bentuk kerucut membantu menahan angin kencang dan meningkatkan stabilitas bangunan.

3. Material apa yang digunakan untuk membangunnya?
Umumnya menggunakan kayu, kulit rusa, dan bahan lokal yang tersedia di sekitar tundra.

4. Apakah rumah ini masih digunakan saat ini?
Ya, beberapa komunitas penggembala rusa di Arktik masih menggunakannya hingga sekarang.

5. Apa manfaat konsep ini bagi manusia modern?
Konsepnya menginspirasi pengembangan rumah modular, portabel, dan hemat energi.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#rumah unik #rumah berjalan #arsitektur