Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Mengapa Rumah Era 90-an Kembali Diburu? Ini Keunggulan yang Masih Relevan

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Rabu, 8 Juli 2026 | 13:43 WIB
Gaya rumah era 1990-an kembali populer karena mudah direnovasi dan tetap nyaman dihuni keluarga [BTV:AI]
Gaya rumah era 1990-an kembali populer karena mudah direnovasi dan tetap nyaman dihuni keluarga [BTV:AI]

Durasi Baca: 8 Menit

Topik: Alasan desain rumah era 1990-an tetap diminati karena fungsional, nyaman, dan bernilai investasi tinggi.

Ikhtisar: Artikel ini membahas karakteristik rumah era 90-an, alasan popularitasnya bertahan, keunggulan desain, perkembangan tren renovasi, serta inspirasi penerapannya pada hunian masa kini.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Arsitektur rumah era 1990-an masih menjadi pilihan banyak keluarga di Indonesia karena menawarkan keseimbangan antara kenyamanan, kualitas bangunan, serta desain yang mudah menyesuaikan perkembangan zaman. Gaya ini banyak dijumpai pada kawasan perumahan lama hingga proyek renovasi hunian modern.

Masih penasaran kenapa desain lawas justru kembali naik daun? Simak sampai akhir, ada banyak inspirasi menarik yang bisa diterapkan di rumah sendiri, Ces!

Apa Saja Ciri Khas Arsitektur Rumah Era 90-an yang Masih Relevan?

Rumah era 90-an memiliki karakter yang sederhana, tetapi sangat memperhatikan fungsi setiap ruang. Inilah yang membuat desainnya tetap nyaman digunakan hingga sekarang.

1. Tata ruang luas dan mudah disesuaikan

Rumah-rumah yang dibangun pada dekade 1990-an umumnya memiliki ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang makan yang terhubung tanpa banyak sekat permanen. Konsep ini membuat sirkulasi udara menjadi lebih baik sekaligus memberi kesan lega.

Model tersebut juga memudahkan pemilik rumah melakukan renovasi tanpa harus mengubah struktur utama bangunan secara besar-besaran. Fleksibilitas inilah yang masih menjadi daya tarik hingga saat ini.

2. Bukaan jendela berukuran besar

Salah satu ciri paling mudah dikenali adalah penggunaan jendela lebar pada bagian depan maupun samping rumah. Cahaya alami dapat masuk lebih banyak sehingga ruangan terasa terang sepanjang hari.

Menurut Le Corbusier, arsitek modern asal Swiss-Prancis, pencahayaan alami merupakan salah satu elemen penting dalam menciptakan ruang yang sehat dan nyaman untuk dihuni.

3. Struktur bangunan yang kokoh

Banyak rumah era 90-an dibangun menggunakan material berkualitas dengan struktur beton bertulang yang masih bertahan hingga puluhan tahun.

Di sejumlah kota di Indonesia, rumah-rumah yang dibangun lebih dari tiga dekade lalu masih memiliki kondisi struktur yang sangat baik karena proses pembangunannya mengutamakan ketahanan jangka panjang.

4. Atap tinggi untuk sirkulasi udara

Plafon yang relatif tinggi membuat udara panas lebih mudah bergerak ke bagian atas ruangan sehingga suhu di dalam rumah terasa lebih sejuk.

Konsep sederhana ini kini kembali diterapkan pada berbagai desain rumah tropis modern karena mampu mengurangi ketergantungan terhadap pendingin ruangan.

5. Halaman depan dan belakang yang cukup luas

Hunian era 90-an umumnya masih menyediakan ruang terbuka untuk taman maupun area bermain keluarga.

Selain mempercantik tampilan rumah, keberadaan halaman juga membantu meningkatkan kualitas udara sekaligus menjadi daerah resapan air hujan.

6. Desain fasad sederhana tetapi elegan

Rumah era tersebut tidak banyak menggunakan ornamen berlebihan. Garis bangunan dibuat tegas dengan perpaduan warna netral sehingga tampilannya tetap menarik meski telah melewati puluhan tahun.

Kesederhanaan inilah yang membuat desain rumah era 90-an mudah dipadukan dengan berbagai gaya arsitektur modern.

Mengapa Rumah Era 90-an Kembali Menjadi Pilihan Banyak Orang?

Popularitas rumah era 90-an bukan sekadar dipengaruhi rasa nostalgia. Banyak calon pemilik rumah mulai menyadari bahwa desain lama justru menawarkan kenyamanan yang sulit ditemukan pada sebagian hunian baru berukuran kompak.

Di berbagai kota besar, rumah yang dibangun pada dekade 1990-an masih menjadi incaran karena memiliki lahan lebih luas. Ruang terbuka tersebut memberi keleluasaan untuk menambah taman, ruang kerja, atau area berkumpul keluarga.

Arsitek asal Denmark, Jan Gehl, yang dikenal melalui konsep kota dan ruang hidup manusia, menekankan bahwa lingkungan tempat tinggal yang baik harus mampu mendukung aktivitas sehari-hari secara nyaman. Prinsip tersebut sejalan dengan banyak rumah era 90-an yang dirancang mengutamakan kebutuhan penghuni, bukan sekadar tampilan.

Selain itu, kualitas konstruksi pada masa tersebut umumnya masih menggunakan material dengan spesifikasi tinggi. Selama mendapatkan perawatan yang baik, banyak bangunan mampu bertahan puluhan tahun tanpa mengalami kerusakan struktural yang berarti.

Bagaimana Memadukan Desain Rumah Era 90-an dengan Gaya Modern?

Rumah lama tidak harus kehilangan identitasnya ketika direnovasi. Justru perpaduan elemen klasik dan sentuhan modern sering menghasilkan tampilan yang lebih menarik dibanding membangun rumah baru dari awal.

Mengganti warna dinding menggunakan palet netral seperti putih, krem, atau abu muda mampu memberikan kesan lebih segar tanpa menghilangkan karakter asli bangunan. Pintu dan kusen kayu tetap dapat dipertahankan apabila kondisinya masih baik. Finishing ulang menggunakan pelapis khusus akan membuat tampilannya kembali elegan sekaligus memperpanjang usia material.

Lantai keramik lama juga tidak selalu perlu diganti. Apabila motifnya masih serasi, cukup dilakukan pemolesan agar kembali mengilap dan memberikan nuansa vintage yang kini kembali populer.

Bagian taman menjadi elemen yang semakin penting. Penambahan tanaman rindang, rumput hijau, dan pencahayaan taman sederhana mampu menghidupkan suasana rumah ketika sore hingga malam hari.

Desain rumah era 90-an menghadirkan ruang lega, material berkualitas, serta nilai investasi menjanjikan [BTV:AI]Desain rumah era 90-an menghadirkan ruang lega, material berkualitas, serta nilai investasi menjanjikan [BTV:AI]

Baca Juga: Mau Bangun Rumah? Kenali 5 Tips Membangun Arsitektur Rumah Modern yang Diprediksi Menjadi Tren 2026 dan Bertahan Lama

Berapa Estimasi Renovasi Rumah Era 90-an pada Tahun 2026?

Biaya renovasi sangat bergantung pada kondisi bangunan, luas rumah, dan material yang dipilih. Namun, berdasarkan kisaran harga jasa konstruksi di Indonesia pada 2026, renovasi ringan umumnya berada pada rentang Rp2,5 juta hingga Rp4 juta per meter persegi.

Apabila renovasi mencakup perubahan struktur utama, penggantian atap, instalasi listrik, serta sistem perpipaan, anggarannya dapat mencapai sekitar Rp5 juta hingga Rp8 juta per meter persegi.

Bagi rumah dengan luas bangunan sekitar 120 meter persegi, renovasi ringan dapat membutuhkan dana sekitar Rp300 juta hingga Rp480 juta. Sementara renovasi menyeluruh berpotensi mencapai lebih dari Rp600 juta, tergantung spesifikasi material.

Karena itu, pemeriksaan kondisi pondasi, kolom, dan balok bangunan sebaiknya dilakukan lebih dahulu sebelum menentukan desain renovasi agar anggaran tetap efisien.

Kesalahan Apa yang Sering Terjadi Saat Merenovasi Rumah Lama?

Banyak pemilik rumah terlalu fokus mengejar tampilan modern hingga menghilangkan identitas bangunan yang sebenarnya menjadi nilai utama.

Kesalahan berikut juga cukup sering ditemukan.

1. Menghapus seluruh ventilasi alami.

Ventilasi besar justru menjadi salah satu alasan rumah lama terasa sejuk. Menutupnya dapat meningkatkan suhu ruangan.

2. Mengganti semua material tanpa evaluasi.

Kayu berkualitas, kusen, maupun pintu lama sering kali masih sangat layak digunakan setelah diperbaiki.

3. Mengubah struktur tanpa perhitungan.

Perubahan posisi kolom atau dinding penyangga harus melalui perhitungan tenaga profesional agar keamanan bangunan tetap terjaga.

4. Mengabaikan pencahayaan alami.

Menambah banyak sekat justru membuat rumah terasa lebih sempit dan membutuhkan penerangan buatan sepanjang hari.

5. Tidak membuat perencanaan anggaran.

Renovasi tanpa perhitungan rinci sering menyebabkan biaya membengkak di tengah proses pembangunan.

Mengapa Nilai Investasi Rumah Era 90-an Masih Tinggi?

Selain kualitas bangunan, faktor lokasi menjadi alasan utama. Banyak kawasan perumahan yang berkembang pada era 1990-an kini berada di pusat aktivitas kota sehingga akses menuju sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga kawasan bisnis menjadi lebih mudah.

Luas tanah yang relatif besar juga menjadi aset berharga. Ketika harga lahan terus meningkat, rumah-rumah tersebut memiliki potensi nilai jual yang ikut bertambah dari tahun ke tahun.

Hunian seperti ini juga diminati karena menawarkan fleksibilitas renovasi. Pemilik dapat memperbarui tampilan sesuai kebutuhan tanpa harus membangun ulang seluruh bangunan.

Kombinasi antara kualitas konstruksi, kenyamanan ruang, dan lokasi strategis membuat rumah era 90-an masih memiliki daya tarik yang kuat di pasar properti Indonesia.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Rumah era 90-an menunjukkan bahwa hunian yang baik tidak selalu ditentukan oleh desain paling baru. Banyak bangunan lama justru mampu menjawab kebutuhan keluarga masa kini berkat tata ruang yang lega dan konstruksi yang matang. Bagi masyarakat Balikpapan, tren ini menjadi pengingat bahwa menjaga kualitas rumah lama sering kali jauh lebih bernilai dibanding mengejar desain yang cepat berganti. Lihat potensi bangunannya dulu. Baru menentukan renovasi. Kada semua rumah lama harus diubah total, Ces. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mendapat inspirasi. Ikuti terus informasi menarik dan inspiratif hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa rumah era 90-an masih diminati?
Karena memiliki tata ruang luas, struktur kokoh, ventilasi baik, dan mudah direnovasi.

2. Apa ciri khas rumah era 90-an?
Plafon tinggi, jendela besar, halaman luas, serta desain fasad yang sederhana dan elegan.

3. Apakah rumah era 90-an cocok dipadukan dengan desain modern?
Sangat cocok, selama karakter utama bangunan tetap dipertahankan.

4. Berapa kisaran biaya renovasi rumah lama pada 2026?
Sekitar Rp2,5 juta hingga Rp8 juta per meter persegi, tergantung tingkat renovasi.

5. Apa keunggulan investasi rumah era 90-an?
Lokasi strategis, luas tanah lebih besar, dan kualitas bangunan yang masih baik meningkatkan nilai jualnya.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Arsitektur rumah era 90-an #Jan Gehl #indonesia