Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Desain Teras Kini Berubah Fungsi, Bukan Hanya Tempat Bersantai tetapi Ruang Multifungsi

Nasya Syafira • Selasa, 7 Juli 2026 | 20:46 WIB
Teras rumah modern dimanfaatkan sebagai ruang multifungsi dengan furnitur sederhana dan suasana nyaman. (BTV/AI)
Teras rumah modern dimanfaatkan sebagai ruang multifungsi dengan furnitur sederhana dan suasana nyaman. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Transformasi fungsi teras menjadi ruang multifungsi yang nyaman, efisien, dan adaptif bagi hunian modern.

Ikhtisar: Artikel membahas perubahan fungsi teras, inspirasi pemanfaatannya, faktor pendukung desain, serta cara menyesuaikannya dengan kebutuhan keluarga masa kini.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Teras rumah kini berkembang menjadi ruang multifungsi yang dimanfaatkan untuk bekerja, menerima tamu, hingga berkumpul bersama keluarga. Perubahan gaya hidup, ukuran rumah, dan kebutuhan ruang yang fleksibel membuat area depan hunian memiliki peran jauh lebih penting dibanding beberapa tahun lalu.

Penasaran bagaimana teras sederhana dapat memberikan manfaat besar tanpa renovasi mahal? Simak pembahasannya sampai selesai, siapa tahu cocok diterapkan di rumah. Semangat terus, Ces!

Apakah teras masih sekadar tempat duduk di sore hari?

Dulu, teras identik dengan kursi santai dan beberapa pot tanaman. Kini konsep tersebut berkembang mengikuti kebutuhan penghuni rumah yang menginginkan setiap meter persegi dimanfaatkan secara maksimal.

Arsitek mulai merancang teras sebagai ruang transisi yang nyaman antara area luar dan dalam rumah. Konsep ini juga banyak diterapkan pada hunian berukuran kompak karena mampu menambah fungsi tanpa memperluas bangunan.

1. Area bekerja yang lebih nyaman

Meja kecil, kursi ergonomis, dan pencahayaan alami mampu mengubah teras menjadi tempat bekerja yang menyegarkan.

Sirkulasi udara alami membantu menciptakan suasana berbeda dibanding bekerja sepanjang hari di dalam ruangan.

2. Sudut membaca keluarga

Rak buku berukuran ramping dipadukan dengan kursi santai menciptakan ruang membaca yang sederhana.

Cahaya alami pada pagi dan sore hari membuat aktivitas membaca terasa lebih nyaman tanpa bergantung penuh pada lampu.

3. Ruang menerima tamu santai

Tidak semua tamu harus langsung memasuki ruang keluarga.

Teras dapat menjadi area menerima tamu singkat sehingga privasi penghuni rumah tetap terjaga.

4. Tempat bermain anak

Permainan edukatif, meja gambar, hingga aktivitas kerajinan dapat dilakukan di teras yang aman.

Area semi terbuka juga membuat anak memperoleh pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang baik.

5. Area makan ringan

Meja lipat berukuran kecil sudah cukup digunakan menikmati sarapan atau minum kopi bersama keluarga.

Suasana luar ruangan sering memberikan pengalaman yang berbeda dibanding ruang makan utama.

6. Sudut hobi

Teras dapat dimanfaatkan untuk merawat tanaman, melukis, merangkai bunga, atau aktivitas kreatif lainnya.

Pemanfaatan ruang seperti ini membantu rumah terasa lebih hidup tanpa memerlukan ruangan tambahan.

Menurut Sarah Susanka, arsitek sekaligus penulis The Not So Big House, rumah yang nyaman bukan ditentukan oleh ukurannya, melainkan kemampuan setiap ruang memenuhi kebutuhan penghuninya secara efisien.

Berikan gambar arsitektur Area teras digunakan sebagai ruang kerja dengan pencahayaan alami dan tanaman hijau yang menyegarkan. (BTV/AI)
Berikan gambar arsitektur Area teras digunakan sebagai ruang kerja dengan pencahayaan alami dan tanaman hijau yang menyegarkan. (BTV/AI)

Baca Juga: Hunian Sehat Berawal dari Desain, Arsitektur Modern Utamakan Cahaya dan Sirkulasi Udara

Mengapa konsep teras multifungsi semakin diminati?

Perubahan pola bekerja menjadi salah satu penyebab utama. Banyak keluarga kini membutuhkan ruang tambahan tanpa harus melakukan renovasi besar.

Selain itu, harga lahan yang terus meningkat membuat rumah baru cenderung memiliki ukuran lebih ringkas. Setiap sudut akhirnya dirancang agar memiliki lebih dari satu fungsi.

Kondisi iklim tropis Indonesia juga mendukung konsep tersebut. Dengan desain atap yang tepat, ventilasi silang, serta tanaman peneduh, teras tetap nyaman digunakan hampir sepanjang hari.

Di berbagai kawasan perkotaan, termasuk Balikpapan, konsep ini mulai terlihat pada rumah minimalis maupun klaster baru yang mengutamakan efisiensi ruang.

Menurut World Green Building Council, pemanfaatan pencahayaan dan ventilasi alami mampu meningkatkan kenyamanan penghuni sekaligus membantu mengurangi kebutuhan energi pada bangunan.

Apa saja elemen penting agar teras benar-benar nyaman digunakan?

Fungsi yang bertambah harus diimbangi dengan desain yang tepat. Teras yang terlalu penuh justru mengurangi kenyamanan.

Material lantai sebaiknya memiliki permukaan yang tidak licin ketika terkena hujan. Keramik bertekstur, batu alam, atau concrete finish menjadi pilihan yang banyak digunakan.

Furniture juga perlu disesuaikan dengan luas area. Model lipat atau modular lebih fleksibel ketika jumlah pengguna berubah.

Pencahayaan menjadi faktor berikutnya. Lampu berwarna hangat mampu menciptakan suasana nyaman pada malam hari tanpa terasa berlebihan.

Tanaman berukuran sedang dapat membantu menurunkan suhu sekitar sekaligus memberikan privasi tambahan.

Seorang warga Balikpapan, Rizky Pratama (34), mengaku memanfaatkan teras rumah sebagai ruang kerja sejak dua tahun terakhir.

"Suasananya lebih nyaman karena mendapatkan udara segar. Saat pekerjaan selesai, ruang yang sama kembali digunakan untuk berkumpul bersama keluarga," ujarnya.

Apa kesalahan yang sering terjadi saat mengubah fungsi teras?

Banyak orang langsung membeli berbagai furnitur tanpa memperhitungkan ukuran ruang.

Akibatnya, sirkulasi menjadi sempit dan aktivitas sehari-hari justru terganggu.

Kesalahan lain adalah memilih material yang hanya mempertimbangkan tampilan visual tanpa memperhatikan ketahanannya terhadap panas dan hujan.

Beberapa pemilik rumah juga kurang memperhatikan posisi stop kontak, pencahayaan, maupun perlindungan terhadap cipratan air.

Tips singkat memaksimalkan teras rumah:

1. Gunakan furnitur multifungsi agar ruang tetap lega.

2. Sisakan jalur sirkulasi minimal 80–90 sentimeter.

3. Pilih tanaman yang sesuai intensitas cahaya.

4. Manfaatkan pencahayaan alami sebanyak mungkin.

5. Gunakan warna netral agar teras terasa lebih luas.

6. Sesuaikan fungsi teras dengan aktivitas keluarga yang paling sering dilakukan.

Berikan gambar arsitektur Keluarga menikmati waktu bersama di teras multifungsi yang rapi, nyaman, dan terasa lebih luas. (BTV/AI)
Berikan gambar arsitektur Keluarga menikmati waktu bersama di teras multifungsi yang rapi, nyaman, dan terasa lebih luas. (BTV/AI)

Baca Juga: Tren Gaya Arsitektur Rumah Terbaru 2026, Pilihan Tepat untuk Hunian Masa Kini

Bagaimana menyesuaikan desain teras dengan anggaran yang tersedia?

Mengubah fungsi teras tidak selalu membutuhkan biaya besar. Banyak perubahan dapat dimulai dari penataan ulang furnitur yang sudah dimiliki, kemudian ditambah perlengkapan secara bertahap sesuai kebutuhan.

Untuk teras berukuran sekitar 6–10 meter persegi, anggaran sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta umumnya cukup untuk menghadirkan meja kecil, dua kursi berkualitas, pencahayaan tambahan, serta beberapa tanaman hias. Jika ingin menambahkan lantai baru, kanopi, atau furnitur custom, biaya dapat meningkat hingga belasan juta rupiah tergantung material dan tingkat kesulitan pengerjaan.

Material menjadi faktor yang menentukan daya tahan. Kayu solid memberikan kesan hangat, tetapi membutuhkan perawatan berkala. Besi berlapis antikarat lebih tahan cuaca, sedangkan aluminium relatif ringan dan minim perawatan. Untuk area lantai, keramik outdoor bertekstur atau batu alam masih menjadi pilihan karena aman saat kondisi basah.

Menurut Francis D. K. Ching, arsitek dan penulis Architecture: Form, Space, and Order, kualitas ruang ditentukan oleh hubungan antara fungsi, proporsi, serta pengalaman pengguna. Artinya, ruang sederhana tetap dapat terasa nyaman apabila dirancang sesuai aktivitas sehari-hari.

Bagaimana tren teras rumah berkembang pada 2026?

Desain rumah masa kini mulai mengurangi batas yang terlalu kaku antara ruang dalam dan ruang luar. Teras menjadi bagian yang menyatu dengan ruang keluarga melalui bukaan kaca lebar, pintu geser, atau taman kecil yang menghadirkan kesan lapang.

Warna-warna netral seperti putih, krem, abu-abu, cokelat muda, dan hijau zaitun masih mendominasi karena mudah dipadukan dengan berbagai material alami. Sentuhan kayu, batu alam, rotan sintetis, hingga tanaman tropis menjadi elemen yang banyak dipilih untuk menciptakan suasana hangat.

Perkembangan furnitur multifungsi juga mendukung perubahan tersebut. Bangku dengan ruang penyimpanan tersembunyi, meja lipat, hingga rak vertikal membuat teras tetap rapi meski digunakan untuk berbagai aktivitas.

Bagi keluarga yang sering bekerja dari rumah, konsep ini memberikan keuntungan tambahan karena satu area mampu menjalankan beberapa fungsi sekaligus tanpa mengurangi kenyamanan ruang utama.

Hunian modern kini tidak lagi mengejar ukuran yang besar, melainkan kemampuan setiap ruang menjawab kebutuhan penghuninya. Teras menjadi contoh nyata bahwa perubahan kecil dapat memberikan manfaat besar apabila dirancang secara tepat.

Teras multifungsi menghadirkan ruang nyaman yang menyatu dengan hunian modern secara efisien untuk keluarga masa (BTV/AI)
Teras multifungsi menghadirkan ruang nyaman yang menyatu dengan hunian modern secara efisien untuk keluarga masa (BTV/AI)

Baca Juga: 5 Prinsip Arsitektur Tropis yang Membuat Rumah Terasa Sejuk

Poin Penting:

  • Teras berkembang menjadi ruang multifungsi yang mendukung berbagai aktivitas keluarga.
  • Furnitur multifungsi membantu memaksimalkan ruang tanpa membuat teras terasa sempit.
  • Material tahan cuaca menjadi investasi penting untuk penggunaan jangka panjang.
  • Pencahayaan alami dan ventilasi silang meningkatkan kenyamanan sekaligus membantu menghemat energi.
  • Penataan ruang harus disesuaikan dengan aktivitas utama penghuni agar fungsi teras benar-benar optimal.

Insight Redaksi: Perubahan fungsi teras menunjukkan bahwa kualitas hunian tidak lagi diukur dari luas bangunan. Yang semakin dicari adalah ruang yang mampu mengikuti kebutuhan keluarga dari waktu ke waktu. Di Balikpapan yang beriklim tropis, memanfaatkan teras secara maksimal menjadi pilihan yang masuk akal. Kada harus renovasi besar. Penataan yang tepat sering kali sudah cukup menghadirkan kenyamanan baru. Bagikan jua artikel ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang mendapat inspirasi membangun rumah nyaman.

Masih banyak inspirasi hunian yang bisa diterapkan tanpa menguras anggaran. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa teras kini banyak dijadikan ruang multifungsi?
Karena kebutuhan ruang di rumah semakin beragam sementara luas bangunan cenderung terbatas.

2. Aktivitas apa saja yang cocok dilakukan di teras?
Bekerja, membaca, menerima tamu, bersantai, makan ringan, hingga menjalankan hobi.

3. Berapa perkiraan biaya menata teras sederhana?
Sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta untuk penataan dasar menggunakan furnitur dan dekorasi sederhana.

4. Material apa yang cocok digunakan pada teras?
Keramik outdoor bertekstur, batu alam, kayu berkualitas, aluminium, atau besi antikarat sesuai kebutuhan.

5. Apa kesalahan yang paling sering terjadi saat menata teras?
Menggunakan furnitur terlalu besar sehingga mengganggu sirkulasi dan mengurangi kenyamanan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Teras multifungsi #Francis D. K. Ching #balikpapan