Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek Mimbar Opini

Mengapa Rumah 2 Lantai Type 36 Semakin Diminati? Simak Inspirasi dan Estimasi Biayanya

Vanessa Erranyta • Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:31 WIB
Rumah 2 lantai type 36 bergaya minimalis modern dengan fasad sederhana, pencahayaan alami, dan tata ruang yang efisien. (BTV/Ai)
Rumah 2 lantai type 36 bergaya minimalis modern dengan fasad sederhana, pencahayaan alami, dan tata ruang yang efisien. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 9 Menit

Topik: Inspirasi perencanaan rumah 2 lantai type 36 yang efisien, nyaman, serta sesuai kebutuhan keluarga modern.

Ikhtisar: Artikel ini membahas inspirasi desain, pemanfaatan ruang, pertimbangan teknis, serta faktor biaya yang perlu diperhatikan agar rumah 2 lantai type 36 nyaman ditempati dan bernilai jangka panjang.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Rumah 2 lantai type 36 kini menjadi pilihan banyak keluarga karena mampu menghadirkan ruang yang lebih fungsional di atas lahan terbatas tanpa harus berpindah ke hunian yang lebih besar.

Masih bingung menentukan desain yang benar-benar cocok? Simak sampai akhir, supaya rencana membangun rumah kada meleset dari kebutuhan keluarga, Ces!

Baca Juga: Ide Membangun Rumah ala Gen Z Berkonsep Tumbuh Modular Solusi Hemat Biaya Properti 2026

Mengapa rumah 2 lantai type 36 semakin diminati keluarga muda?

Rumah dua lantai bukan sekadar mengikuti tren. Pilihan ini muncul karena kebutuhan ruang berkembang lebih cepat dibanding ketersediaan lahan, terutama di kawasan perkotaan yang harga tanahnya terus meningkat.

Alih-alih memperluas bangunan ke samping, banyak pemilik rumah memilih menambah lantai agar ruang tidur, area kerja, atau ruang belajar dapat terakomodasi tanpa mengorbankan halaman depan maupun area resapan.

1. Memisahkan area publik dan privat

Lantai bawah dapat difungsikan sebagai ruang tamu, ruang keluarga, dapur, dan ruang makan. Sementara lantai atas dimanfaatkan sebagai area istirahat sehingga aktivitas keluarga menjadi lebih nyaman.

Pembagian seperti ini juga membantu mengurangi kebisingan ketika ada tamu berkunjung. Penghuni tetap memiliki ruang pribadi yang lebih tenang tanpa perlu memperbesar luas bangunan.

Rumah 2 lantai tipe 36 memisahkan area publik dan privat agar hunian lebih nyaman dan tenang. (BTV/Ai)
Rumah 2 lantai tipe 36 memisahkan area publik dan privat agar hunian lebih nyaman dan tenang. (BTV/Ai)

2. Memanfaatkan lahan secara maksimal

Pada lahan sekitar 72 hingga 90 meter persegi, rumah dua lantai mampu menyediakan luas bangunan hampir dua kali lipat dibanding rumah satu lantai apabila struktur dirancang sejak awal.

Pendekatan ini banyak dipilih pada kawasan perumahan modern yang memiliki batas koefisien dasar bangunan sehingga pengembangan vertikal menjadi pilihan paling rasional.

Rumah 2 lantai tipe 36 memaksimalkan luas bangunan tanpa membutuhkan lahan yang lebih besar. (BTV/Ai)
Rumah 2 lantai tipe 36 memaksimalkan luas bangunan tanpa membutuhkan lahan yang lebih besar. (BTV/Ai)

3. Menambah nilai investasi properti

Rumah dengan ruang yang lebih lengkap umumnya memiliki daya tarik lebih tinggi di pasar dibanding rumah satu lantai dengan luas bangunan serupa.

Meski demikian, peningkatan nilai tersebut tetap dipengaruhi kualitas konstruksi, desain fasad, kondisi lingkungan, serta legalitas bangunan.

Rumah 2 lantai tipe 36 memiliki potensi nilai investasi lebih tinggi berkat ruang yang lebih luas dan fungsional. (BTV/Ai)
Rumah 2 lantai tipe 36 memiliki potensi nilai investasi lebih tinggi berkat ruang yang lebih luas dan fungsional. (BTV/Ai)

Baca Juga: Mengapa Rooftop Garden Jadi Favorit Pemilik Rumah Modern? Ini Faktanya

4. Memberikan fleksibilitas jangka panjang

Kebutuhan ruang keluarga biasanya berubah mengikuti pertambahan anggota keluarga maupun perubahan aktivitas, seperti bekerja dari rumah.

Dengan dua lantai, penyesuaian fungsi ruang menjadi lebih mudah tanpa renovasi besar yang mengganggu aktivitas harian.

Rumah 2 lantai tipe 36 menawarkan fleksibilitas ruang untuk menyesuaikan kebutuhan keluarga di masa depan. (BTV/Ai)
Rumah 2 lantai tipe 36 menawarkan fleksibilitas ruang untuk menyesuaikan kebutuhan keluarga di masa depan. (BTV/Ai)

5. Membuka peluang desain yang lebih menarik

Perbedaan ketinggian bangunan memungkinkan hadirnya area balkon, void, atau jendela berukuran besar yang meningkatkan pencahayaan alami.

Selain membuat rumah terasa lebih luas, sirkulasi udara juga menjadi lebih baik apabila orientasi bangunan diperhitungkan sejak tahap desain.

Desain rumah 2 lantai menghadirkan balkon, void, dan pencahayaan alami yang membuat hunian lebih nyaman. (BTV/Ai)
Desain rumah 2 lantai menghadirkan balkon, void, dan pencahayaan alami yang membuat hunian lebih nyaman. (BTV/Ai)

Bagaimana menyusun ruang agar rumah type 36 tetap terasa lapang?

Kesan luas lahir dari perencanaan ruang yang tepat, bukan semata-mata ukuran bangunan. Bahkan rumah berukuran terbatas dapat terasa lega apabila setiap ruang memiliki fungsi yang jelas.

Salah satu pendekatan yang banyak diterapkan arsitek adalah mengurangi sekat permanen pada area komunal sehingga ruang keluarga, ruang makan, dan dapur saling terhubung secara visual.

Ruang penyimpanan sebaiknya dirancang menyatu dengan dinding atau berada di bawah tangga agar tidak mengurangi area gerak. Cara sederhana ini membuat rumah tetap rapi tanpa membutuhkan furnitur tambahan berukuran besar.

Pemanfaatan cahaya alami juga berperan penting. Bukaan jendela pada dua sisi bangunan mampu menciptakan ventilasi silang sehingga udara mengalir lebih baik dan penggunaan pendingin ruangan dapat dikurangi pada siang hari.

Warna interior bernuansa terang, plafon yang cukup tinggi, serta furnitur multifungsi menjadi kombinasi yang efektif untuk menciptakan kesan lapang pada rumah 2 lantai type 36 tanpa mengurangi kenyamanan aktivitas sehari-hari.

Apa saja yang sering terlewat saat merancang rumah 2 lantai type 36?

Keberhasilan membangun rumah bukan hanya ditentukan tampilan fasad. Banyak proyek justru mengalami pembengkakan biaya karena perencanaan struktur, utilitas, dan kebutuhan ruang kurang diperhitungkan sejak awal.

Menurut Norman Foster, arsitek penerima Pritzker Architecture Prize, "Sebagai arsitek, yang dirancang adalah kualitas hidup." Pernyataan tersebut menegaskan bahwa rumah yang baik bukan sekadar indah dipandang, tetapi mampu mendukung aktivitas penghuninya secara nyaman.

Kesalahan lain yang sering terjadi ialah terlalu banyak membuat sekat ruangan. Akibatnya sirkulasi udara terhambat dan cahaya alami sulit menjangkau bagian tengah rumah. Padahal, ruang yang saling terhubung secara visual dapat membuat rumah type 36 terasa jauh lebih lapang.

Beberapa hal yang layak menjadi perhatian sejak tahap perencanaan:

1. Struktur pondasi disiapkan untuk dua lantai sejak awal.

Perubahan dari satu lantai menjadi dua lantai setelah rumah selesai dibangun umumnya membutuhkan penguatan struktur yang biayanya jauh lebih tinggi dibanding merencanakannya sejak awal.

2. Jalur instalasi listrik dan air dibuat lebih fleksibel.

Penempatan pipa maupun instalasi kabel yang terencana memudahkan perawatan di kemudian hari tanpa perlu membongkar banyak bagian dinding.

3. Tangga dirancang hemat ruang tetapi tetap nyaman.

Lebar pijakan, tinggi anak tangga, dan posisi tangga perlu mempertimbangkan keamanan seluruh anggota keluarga, termasuk anak maupun lansia.

Berapa estimasi biaya membangun rumah 2 lantai type 36 pada 2025–2026?

Besarnya anggaran bergantung pada lokasi pembangunan, kualitas material, desain bangunan, serta biaya tenaga kerja. Namun sebagai gambaran awal, biaya konstruksi rumah standar di Indonesia pada 2025 berada di kisaran Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per meter persegi, sedangkan spesifikasi premium dapat melampaui angka tersebut.

Apabila rumah 2 lantai memiliki luas bangunan sekitar 70–72 meter persegi, maka estimasi konstruksi berkisar Rp245 juta hingga Rp432 juta untuk spesifikasi standar hingga menengah. Nilai tersebut belum termasuk biaya desain, perizinan, pagar, kanopi, furnitur, maupun cadangan biaya tak terduga sekitar 10–15 persen.

Pada praktik di lapangan, komponen struktur—mulai pondasi, kolom, balok, hingga pelat lantai—menjadi penyumbang biaya terbesar. Setelah itu disusul pekerjaan atap, kusen, instalasi mekanikal dan elektrikal, serta tahap akhir seperti keramik, plafon, dan pengecatan.

Mengapa pencahayaan dan ventilasi sama pentingnya dengan desain?

Rumah yang nyaman bukan selalu rumah yang luas. Pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang baik membantu menjaga kualitas ruang sekaligus mengurangi penggunaan lampu maupun pendingin udara pada siang hari.

Arsitek sekaligus penulis Sarah Susanka, melalui konsep The Not So Big House, menekankan bahwa kualitas ruang lebih penting daripada sekadar memperbesar ukuran rumah. Dalam terjemahan bebas, ia menyatakan bahwa rumah seharusnya dirancang agar benar-benar mendukung cara hidup penghuninya, bukan hanya mengejar luas bangunan.

Pendekatan tersebut relevan untuk rumah 2 lantai type 36. Void kecil, jendela pada dua sisi bangunan, ventilasi silang, dan pemanfaatan area bawah tangga sebagai penyimpanan mampu meningkatkan kenyamanan tanpa menambah luas bangunan.

Di sejumlah kawasan perkotaan, penghuni rumah type 36 juga mulai memanfaatkan balkon kecil sebagai area tanaman, ruang santai, atau tempat bekerja sesaat. Solusi sederhana ini membuat rumah terasa lebih hidup sekaligus meningkatkan kualitas udara di sekitar bangunan.

Baca Juga: Mengapa Rumah Mewah dengan Halaman Luas Semakin Diminati pada 2026?

Poin Penting:

Insight Redaksi: Rumah 2 lantai type 36 menarik bukan semata karena tampil modern, melainkan karena mampu memaksimalkan setiap meter persegi lahan. Di Balikpapan, kondisi lahan yang semakin terbatas membuat konsep ini semakin relevan. Yang sering terlewat justru kualitas perencanaan sejak tahap desain. Ruangan yang terasa lega lahir dari penataan yang tepat, bukan hanya dari ukuran bangunan. Nah, itu sudah. Sebelum membangun, bandingkan beberapa konsep desain sekaligus agar hasil akhirnya benar-benar sesuai kebutuhan keluarga.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memperoleh inspirasi merancang rumah yang nyaman, fungsional, dan sesuai kemampuan anggaran, Ces!

Masih banyak inspirasi rumah yang terus diperbarui sesuai kebutuhan keluarga masa kini. Ikuti terus update hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apakah rumah 2 lantai type 36 cocok untuk keluarga kecil?
Ya. Dengan penataan ruang yang tepat, rumah type 36 dua lantai dapat memenuhi kebutuhan keluarga beranggotakan tiga hingga empat orang.

2. Berapa ukuran lahan yang umum digunakan?
Rumah ini umumnya dibangun di atas lahan 60–90 meter persegi, tergantung desain dan ketentuan kawasan perumahan.

3. Apakah biaya membangun dua lantai selalu jauh lebih mahal?
Tidak selalu. Biaya dipengaruhi desain struktur, spesifikasi material, kondisi tanah, serta harga jasa konstruksi di daerah setempat.

4. Apa kesalahan yang paling sering terjadi saat membangun rumah 2 lantai type 36?
Mengubah desain ketika pembangunan berlangsung, mengabaikan perhitungan struktur, serta memilih material hanya berdasarkan harga termurah.

5. Bagaimana agar rumah type 36 dua lantai tetap terasa lega?
Manfaatkan pencahayaan alami, ventilasi silang, plafon yang cukup tinggi, furnitur multifungsi, dan minimalkan sekat yang tidak diperlukan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Desain Rumah Minimalis 2 Lantai #rumah 2 lantai type 36 #estimasi biaya membangun rumah type 36