Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

6 Ide Keramik Artistik Snøhetta yang Cocok untuk Rumah Tropis Modern

AdminBTV • Sabtu, 30 Mei 2026 | 06:30 WIB
Interior rumah modern tampil hangat dengan keramik textured earthy dan pencahayaan alami yang lembut dan menenangkan. (BTV/AI)
Interior rumah modern tampil hangat dengan keramik textured earthy dan pencahayaan alami yang lembut dan menenangkan. (BTV/AI)

Durasi Baca: 9 Menit

Topik: Instalasi keramik modern di Milan Design Week 2026 menghadirkan eksplorasi cahaya alami dan ruang artistik yang relevan untuk arsitektur tropis masa kini.

Ikhtisar: Instalasi “Ceramics Forged in Light” karya Snøhetta memperlihatkan bagaimana material keramik modern kini dipakai bukan sekadar pelapis bangunan, tetapi juga pengatur cahaya, suhu, dan pengalaman ruang yang terasa lebih manusiawi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Material keramik yang dulu identik dengan lantai dapur atau kamar mandi sekarang berubah fungsi jadi elemen arsitektur artistik yang bisa mengatur cahaya alami sekaligus membentuk suasana ruang. Instalasi terbaru Snøhetta di Milan Design Week 2026 jadi salah satu contoh paling menarik tahun ini.

Banyak arsitek mulai melirik keramik bukan cuma karena tampilannya estetik, tapi karena performanya juga masuk akal untuk iklim panas dan bangunan modern. Penasaran kenapa desain seperti ini mulai ramai dibahas dunia arsitektur internasional? Simak sampai habis nah, banyak ide yang bisa diterapkan juga buat rumah tropis di Indonesia Ces!

Baca Juga: Inspirasi Kamar Mandi Estetik Sederhana yang Nyaman Dipakai dan Fungsional

Bagaimana instalasi keramik modern mulai mengubah cara orang menikmati ruang?

Instalasi “Ceramics Forged in Light” menunjukkan satu hal penting: pencahayaan alami sekarang diperlakukan sebagai bagian dari desain utama, bukan elemen tambahan. Snøhetta memanfaatkan tekstur dan bentuk keramik untuk memantulkan cahaya secara berbeda di setiap sudut ruang.

Hasilnya bukan sekadar cantik dilihat. Pengunjung bisa merasakan perubahan atmosfer hanya dari arah cahaya dan permukaan material. Efek seperti ini mulai dipakai di hotel, galeri seni, sampai ruang publik modern di Eropa dan Asia.

Kjetil Trædal Thorsen, pendiri Snøhetta sekaligus arsitek asal Norwegia, pernah menjelaskan bahwa arsitektur modern harus mampu “membuat manusia merasakan ruang secara emosional, bukan hanya visual.” Pendekatan itu terlihat jelas dalam instalasi Milan Design Week 2026.

Banyak desainer interior sekarang juga mulai meninggalkan pencahayaan berlebihan. Ruang yang terlalu terang ternyata cepat membuat mata lelah dan suhu ruangan meningkat, terutama di kawasan tropis.

1. Keramik bertekstur untuk memecah cahaya keras

Permukaan keramik yang memiliki relief kecil mampu menyebarkan cahaya matahari agar terasa lebih lembut. Teknik ini mulai populer di area kafe modern dan ruang kerja kreatif.

Efek pantulan cahaya menjadi tidak menyilaukan. Selain nyaman di mata, ruangan terasa lebih hangat tanpa harus menambah lampu dekoratif berlebihan.

Di beberapa proyek arsitektur Eropa 2025–2026, keramik matte dengan tekstur mikro dipakai untuk area dekat jendela besar. Tujuannya sederhana: mengurangi panas sekaligus menjaga pencahayaan alami tetap maksimal.

Untuk rumah tropis Indonesia, konsep ini cocok diterapkan di ruang tamu yang menghadap barat. Cahaya sore tetap masuk, tetapi ruangan kada terasa panas berlebihan pang.

Keramik bertekstur membantu memecah cahaya matahari sehingga ruangan terasa lebih lembut, nyaman, dan tidak menyilaukan. (BTV/AI)
Keramik bertekstur membantu memecah cahaya matahari sehingga ruangan terasa lebih lembut, nyaman, dan tidak menyilaukan. (BTV/AI)

2. Panel keramik berlubang sebagai ventilasi alami

Keramik modern sekarang banyak diproduksi dengan pola berlubang geometris. Bentuk ini memungkinkan udara bergerak tanpa mengorbankan privasi ruang.

Instalasi seperti ini sering dipakai pada pavilion dan bangunan semi terbuka karena membantu sirkulasi udara alami bekerja lebih efektif.

Menurut laporan material arsitektur dari beberapa produsen Eropa 2026, penggunaan panel berongga dapat membantu mengurangi kebutuhan pendingin ruangan pada area tertentu hingga sekitar 15–20 persen tergantung orientasi bangunan.

Konsep serupa sebenarnya sudah lama ditemukan pada rumah tropis Asia Tenggara. Bedanya, kini tampilannya dibuat jauh lebih modern dan artistik.

Panel keramik berlubang geometris membantu sirkulasi udara alami sekaligus menjaga privasi ruang tetap nyaman dan teduh. (BTV/AI)
Panel keramik berlubang geometris membantu sirkulasi udara alami sekaligus menjaga privasi ruang tetap nyaman dan teduh. (BTV/AI)

3. Keramik reflektif untuk mengurangi kebutuhan lampu siang hari

Permukaan keramik dengan kandungan mineral tertentu mampu memantulkan cahaya lebih baik dibanding cat dinding biasa. Efeknya membuat ruang tampak terang walau tanpa banyak lampu.

Desain seperti ini mulai dipakai pada ruang galeri dan retail premium karena membantu menciptakan suasana bersih sekaligus hemat energi.

Patricia Urquiola, desainer dan arsitek internasional asal Spanyol, pernah menyebut material masa depan harus memiliki “fungsi emosional dan efisiensi sekaligus.” Itu sebabnya material reflektif sekarang semakin diminati.

Di lapangan, banyak pemilik rumah sering salah memilih warna keramik terlalu gelap untuk ruang kecil. Akibatnya cahaya alami sulit menyebar dan ruangan terasa sempit.

Keramik reflektif membantu memantulkan cahaya alami sehingga ruangan tetap terang tanpa banyak penggunaan lampu siang hari. (BTV/AI)
Keramik reflektif membantu memantulkan cahaya alami sehingga ruangan tetap terang tanpa banyak penggunaan lampu siang hari. (BTV/AI)

Baca Juga: 6 Ide Teras Rumah Kampung Bergaya Villa yang Adem, Estetik dan Hemat Biaya

4. Permainan bayangan sebagai elemen desain utama

Dulu bayangan dianggap efek samping pencahayaan. Sekarang justru dijadikan elemen visual utama.

Snøhetta memanfaatkan bentuk keramik bertingkat untuk menghasilkan pola bayangan yang berubah sepanjang hari. Pengunjung mendapat pengalaman ruang yang terus bergerak walau instalasinya diam.

Konsep ini relevan untuk bangunan tropis yang punya intensitas matahari tinggi hampir sepanjang tahun. Bayangan alami bisa membantu menciptakan ruang lebih nyaman tanpa terlalu bergantung pada tirai tebal.

Rumah modern Indonesia mulai banyak memakai secondary skin berbahan keramik untuk efek serupa. Selain artistik, tampilannya juga tahan cuaca.

5. Keramik besar minim nat untuk kesan ruang lega

Ukuran keramik modern kini semakin besar. Ada panel yang mencapai panjang lebih dari 1,2 meter sehingga sambungan nat menjadi lebih sedikit.

Secara visual ruangan terasa lebih bersih dan luas. Efek ini sering dipakai pada lobby hotel dan hunian minimalis premium.

Namun pemasangannya kada bisa asal. Permukaan dinding harus benar-benar rata karena ukuran besar mudah retak jika pemasangan kurang presisi.

Di Balikpapan sendiri, beberapa kontraktor interior mulai memakai slab keramik besar untuk dapur dan fasad rumah modern karena perawatannya relatif mudah dibanding batu alam asli.

Keramik berukuran besar dengan sambungan nat minimal membuat ruangan terasa lebih luas, rapi, dan modern. (BTV/AI)
Keramik berukuran besar dengan sambungan nat minimal membuat ruangan terasa lebih luas, rapi, dan modern. (BTV/AI)

6. Warna tanah dan mineral kembali diminati

Palet warna keramik 2026 didominasi nuansa tanah, pasir, abu mineral, dan putih hangat. Tren ini muncul karena banyak orang mulai mencari ruang yang terasa tenang dan tidak terlalu “ramai”.

Warna natural juga membantu cahaya alami memantul lebih lembut. Efek psikologisnya cukup terasa terutama pada ruang kerja atau area istirahat.

Leatrice Eiseman, Executive Director Pantone Color Institute, menjelaskan bahwa warna berbasis alam membantu menciptakan rasa stabil dan nyaman pada lingkungan modern yang serba cepat.

Makanya sekarang banyak kafe dan showroom memilih warna earthy daripada warna mencolok. Mata terasa lebih rileks saat berada di dalam ruang cukup lama.

Warna tanah, pasir, dan abu mineral kembali populer karena menghadirkan suasana ruang yang hangat dan menenangkan. (BTV/AI)
Warna tanah, pasir, dan abu mineral kembali populer karena menghadirkan suasana ruang yang hangat dan menenangkan. (BTV/AI)

Kenapa konsep pencahayaan alami makin penting untuk rumah modern?

Biaya energi yang terus naik membuat banyak arsitek mulai mengutamakan strategi pencahayaan pasif. Cahaya alami dianggap salah satu solusi paling realistis untuk mengurangi konsumsi listrik siang hari.

Selain efisiensi energi, pencahayaan alami juga berpengaruh pada kesehatan. Penelitian berbagai universitas arsitektur dan kesehatan lingkungan menunjukkan paparan cahaya alami membantu menjaga ritme biologis tubuh dan kualitas fokus manusia di dalam ruang.

Sayangnya, banyak rumah modern tropis masih terlalu bergantung pada lampu siang hari. Padahal intensitas matahari Indonesia sangat tinggi hampir sepanjang tahun.

Kesalahan paling umum ada pada orientasi jendela dan pemilihan material interior. Permukaan terlalu gelap membuat cahaya sulit tersebar merata.

Tips singkat agar cahaya alami bekerja maksimal di rumah modern:

1. Gunakan warna dinding terang tetapi tidak terlalu putih menyilaukan
2. Pilih keramik matte untuk mengurangi pantulan panas berlebihan
3. Kombinasikan ventilasi silang dan secondary skin
4. Hindari furnitur tinggi menutup sumber cahaya utama
5. Manfaatkan area semi terbuka untuk transisi suhu ruang

Apa risiko jika desain artistik hanya mengejar tampilan visual?

Banyak instalasi modern terlihat menarik di foto media sosial, tetapi kurang nyaman saat dipakai sehari-hari. Ini yang sering dikritik praktisi arsitektur berkelanjutan beberapa tahun terakhir.

Material yang terlalu reflektif bisa meningkatkan suhu ruang. Sementara pola keramik terlalu rumit kadang menyulitkan perawatan dan pembersihan rutin.

Arsitek asal Jepang, Kengo Kuma, beberapa kali menekankan pentingnya material yang “bernapas” dan berinteraksi alami dengan lingkungan sekitar. Pendekatan itu relevan untuk negara tropis dengan kelembapan tinggi seperti Indonesia.

Di lapangan, penghuni rumah sering baru menyadari masalah setelah bangunan selesai. Ruang terasa panas, silau, atau terlalu gelap pada jam tertentu.

Rina Maharani, 34 tahun, pemilik rumah modern di Balikpapan Selatan, mengaku awalnya memilih dinding keramik hitam glossy karena terlihat mewah di internet. “Setelah dipakai beberapa bulan, ruangan jadi cepat panas siang hari dan sidik jari mudah terlihat,” ujarnya.

Karena itu desain artistik tetap perlu diuji dari sisi fungsi harian. Estetika penting, tapi kenyamanan ruang tetap prioritas utama.

Bagaimana ide Milan Design Week 2026 bisa diterapkan secara realistis di Indonesia?

Tidak semua rumah perlu instalasi artistik mahal seperti pavilion internasional. Yang paling penting justru memahami prinsip dasarnya.

Permainan cahaya, ventilasi alami, dan material reflektif sebenarnya bisa diterapkan secara sederhana. Misalnya menggunakan panel roster keramik modern pada area tangga atau teras rumah.

Untuk renovasi rumah ukuran sedang tahun 2026, penggunaan keramik textured premium biasanya berada di kisaran Rp250 ribu hingga Rp700 ribu per meter persegi tergantung impor dan ukuran material.

Secondary skin keramik custom bisa mencapai Rp1,5 juta–Rp3 juta per meter persegi termasuk rangka dan pemasangan. Karena itu pemilihannya harus disesuaikan kebutuhan ruang, bukan sekadar ikut tren.

Yang menarik, konsep ruang artistik sekarang tidak selalu identik dengan rumah mahal. Banyak desainer justru mulai fokus pada pengalaman ruang sederhana yang nyaman dipakai sehari-hari.

Nah, itu yang mulai dicari generasi muda perkotaan. Rumah tidak cuma bagus difoto, tapi juga adem, terang, dan bikin betah lama-lama di dalamnya.

Baca Juga: Desain Interior Multifungsi untuk Hunian Modern Efisien dan Adaptif Tahun 2026

Poin Penting:

Insight redaksi: Tren material arsitektur 2026 menunjukkan perubahan cara orang memandang rumah. Fokusnya bukan lagi sekadar bentuk unik atau tampilan mahal, tetapi bagaimana ruang terasa lebih nyaman dipakai hidup sehari-hari. Instalasi Snøhetta memperlihatkan bahwa cahaya alami ternyata bisa menjadi “material kedua” dalam desain modern. Buat kawasan panas seperti Balikpapan, pendekatan ini menarik pang karena relevan dengan kebutuhan rumah tropis yang hemat energi sekaligus nyaman ditempati lama-lama.

Kalau lagi renovasi rumah atau bikin ruang kerja kecil, kada harus langsung ikut desain mahal luar negeri pang. Mulai dulu dari pengaturan cahaya dan material yang tepat. Kadang perubahan kecil justru paling terasa hasilnya nah.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam yang lagi cari inspirasi desain rumah modern supaya makin banyak yang paham fungsi material, bukan cuma tampilannya pang Ces!

Mau ruang rumah terasa adem, terang, dan estetik tanpa banyak lampu siang hari? Ikuti terus update desain modern cuma di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu konsep “Ceramics Forged in Light”?
Instalasi arsitektur Snøhetta di Milan Design Week 2026 yang mengeksplorasi hubungan keramik dan pencahayaan alami.

2. Kenapa keramik modern mulai populer di arsitektur?
Karena mampu membantu pencahayaan, mengurangi panas, dan memberi efek visual artistik sekaligus fungsional.

3. Apakah konsep ini cocok untuk rumah tropis Indonesia?
Cocok, terutama untuk membantu ventilasi alami dan mengurangi silau matahari berlebihan.

4. Apa kesalahan paling sering saat memakai keramik modern?
Memilih warna terlalu gelap atau permukaan terlalu glossy sehingga ruang terasa panas dan silau.

5. Berapa kisaran biaya secondary skin keramik tahun 2026?
Sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per meter persegi tergantung material dan sistem pemasangan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Milan Design Week 2026 #Snøhetta #keramik modern