Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Dari Tambang Ilegal ke Desa Hijau, Warga Pongkor Bangun Harapan Baru Bersama Antam, Yuk Simak Ceritanya

Arya Kusuma • Minggu, 1 Maret 2026 | 22:44 WIB

Transformasi Pongkor dari aktivitas PETI menuju desa hijau lewat program konservasi dan peternakan
Transformasi Pongkor dari aktivitas PETI menuju desa hijau lewat program konservasi dan peternakan

Ikhtisar: Perubahan di Pongkor menunjukkan mantan penambang tanpa izin beralih ke konservasi dan peternakan lewat program Antam, menghadirkan penghidupan lebih aman, stabil, dan berkelanjutan bagi desa.

Balikpapan TV - Hai Cess! Isu Penambang Tanpa Izin atau PETI sudah lama jadi cerita panjang di banyak wilayah tambang, termasuk Pongkor, Kabupaten Bogor. Aktivitas ilegal ini bukan cuma bikin lingkungan tertekan, tapi juga menyimpan risiko besar bagi keselamatan dan kehidupan sosial warga. Di balik tanah yang digali, ada rasa khawatir yang terus membayangi.

Nah, di tengah kondisi itu, muncul cerita perubahan yang layak dikawal sampai habis. Dari hutan yang dulu rentan, kini tumbuh harapan baru. Penasaran bagaimana warga beralih dari aktivitas berisiko menuju penghidupan yang lebih aman? Baca terus sampai tuntas Cess!

Mengapa praktik PETI di Pongkor jadi persoalan serius bagi warga dan lingkungan?

PETI di Pongkor sudah lama bergulir dan dianggap sebagai pilihan hidup sebagian warga. Aktivitas ini tidak hanya memicu keresahan sosial, tetapi juga mengancam lingkungan dan keselamatan. Risiko besar dan hasil yang tidak pasti menjadi bayangan harian para pelakunya.

Di Kampung Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, tekanan sosial ekonomi pernah terasa kuat. Kawasan yang masuk bentang Taman Nasional Gunung Halimun Salak itu sempat bersinggungan dengan pembalakan liar dan penambangan ilegal. Hutan menjadi ruang yang rentan, sementara masyarakat berada dalam situasi terbatas.

Hendrik, salah satu warga, menggambarkan situasi itu apa adanya. “Di Pongkor dulu isu penambang liar itu seperti hal yang biasa terdengar. Banyak orang melihatnya sebagai pilihan hidup, tapi semakin dijalani, saya merasa itu bukan sesuatu yang baik untuk jangka panjang. Risiko besar, hasil tidak pasti, hidup juga penuh rasa khawatir,” ujarnya. Kalimat itu jadi titik balik perubahan.

Baca Juga: Dari Tambang ke Desa, ANTAM Perkuat Kesejahteraan Sosial dan Ekonomi Pongkor Lewat Inovasi Berkelanjutan

Bagaimana Kampung Cisangku bertransformasi dari eksploitasi ke konservasi?

Perubahan di Cisangku berangkat dari kesadaran kolektif. Bersama warga, Hendrik terlibat dalam penguatan Kelompok Model Kampung Konservasi Cisangku. Orientasi perlahan bergeser. Dari menggali menjadi menanam. Dari mengambil menjadi merawat.

Momentum perubahan makin terasa lewat kolaborasi berbagai pihak, termasuk program pemberdayaan masyarakat dari PT Antam (Persero) Tbk UBPE Pongkor. Melalui Program Pepeling Cisangku, warga dikenalkan pada alternatif mata pencaharian berbasis konservasi dan pemulihan lingkungan.

Kini, lahan yang dulu menyimpan jejak PETI berubah wajah. Persemaian bibit tanaman endemik tertata rapi dalam polybag. Ada pengembangan pupuk bokashi dan inovasi pupuk hayati mikoriza. “Sekarang kami belajar melihat alam dengan cara yang berbeda. Dulu mungkin orang berpikir bagaimana mengambil dari hutan. Sekarang kami justru merawat dan menanam. Ada rasa bangga ketika melihat pohon tumbuh di tempat yang dulu rusak,” lanjut Hendrik. Pahamlah ikam, rasa bangga itu bukan main Cess.

Apa dampak sosial ekonomi setelah warga beralih ke kegiatan konservasi?

Transformasi ini bukan cuma soal lanskap hijau. Struktur sosial dan ekonomi warga ikut berubah. Kegiatan produktif kini melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, mulai dari kelompok ibu ibu hingga pemuda desa.

Potensi alam berkembang menjadi ruang eduekowisata. Aktivitas konservasi menciptakan sumber penghidupan alternatif yang lebih stabil. Ada stabilitas baru yang dulu jarang dirasakan saat aktivitas PETI masih marak.

Perubahan itu menghadirkan rasa aman. Aktivitas bukan lagi menggali dengan risiko tinggi, melainkan menanam dan merawat. Stabilitas ekonomi perlahan tumbuh. Nah, itu sudah, hidup terasa lebih terarah Cess.

Siapa Kang Gemer dan bagaimana kisahnya beralih dari gurandil ke peternak?

Cerita serupa muncul dari Desa Cisarua. Sudin, yang dikenal sebagai Kang Gemer, pernah menjalani kehidupan sebagai gurandil dalam waktu panjang. PETI menjadi bagian dari realitas hidupnya bertahun tahun.

Namun refleksi datang. “Dulu saya berpikir yang penting bisa bekerja dan ada penghasilan, Tapi lama lama terasa, pekerjaan itu penuh risiko. Bukan cuma soal keselamatan, tapi juga kesehatan dan keluarga. Ada rasa khawatir yang terus mengikuti,” ujarnya.

Lewat Program Sistem Pengembangan Usaha dan Perlindungan Lingkungan Cisarua atau Sundung Cisarua dari Antam UBPE Pongkor, Kang Gemer mengenal dunia peternakan. Ia mulai budidaya domba. Dari pelatihan dan pendampingan, usaha itu berkembang. “Beternak domba memberi saya rasa yang berbeda, Ada kepastian yang dulu tidak saya rasakan. Kami bisa merencanakan, bisa mengembangkan. Hidup terasa lebih tenang.” Kini ia dikenal sebagai mantri domba dan aktif berbagi pengetahuan. Dari satu orang, dampaknya meluas ke warga lain.

Bagaimana komitmen Antam mendorong desa mandiri dan hijau di Pongkor?

Perubahan di Cisangku dan Cisarua tidak berdiri sendiri. Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto, menegaskan pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi adalah bagian integral dari bisnis Antam.

“Melalui berbagai program inovasi sosial yang dilakukan UBPE Pongkor, kami bersama masyarakat termasuk para mantan PETI berjalan bersama untuk membangun Pongkor menjadi desa yang mandiri dan hijau,” kata Wisnu.

Ia juga menegaskan komitmen mantan PETI sangat penting demi keberlanjutan. “Kami sangat bersyukur tidak sedikit mantan PETI yang sudah bergerak bersama untuk membangun Pongkor. Kami berkomitmen untuk terus bersama-sama memajukan perekonomian wilayah sejalan dengan pengelolaan lingkungan yang baik demi masa depan yang lebih baik,” tutup Wisnu. Sinergi ini menunjukkan ketika kesadaran bertemu dukungan, arah hidup bisa berubah.

Insight: Perubahan di Pongkor menunjukkan pendekatan kolaboratif lebih efektif dibanding sekadar penindakan. Ada proses, ada pendampingan, ada ruang belajar. Mantan PETI diberi alternatif nyata, bukan hanya larangan. Model ini relevan untuk wilayah tambang lain. Risiko tinggi diganti stabilitas ekonomi berbasis lingkungan. Pilihan hidup memang tidak instan, tapi ketika ada kepastian usaha dan dukungan berkelanjutan, arah baru terasa lebih rasional. Begini nah mestinya, pembangunan jalan beriringan dengan alam Cess.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham pentingnya penghidupan selaras lingkungan. Kawal terus cerita perubahan seperti ini.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

Apa itu PETI di Pongkor?
PETI adalah Penambang Tanpa Izin, praktik penambangan ilegal yang berdampak pada lingkungan, sosial, dan keselamatan warga di wilayah Pongkor.

Program apa yang membantu mantan PETI beralih profesi?
Program Pepeling Cisangku dan Sundung Cisarua dari Antam UBPE Pongkor yang fokus pada konservasi dan pengembangan usaha seperti peternakan domba.

Apa hasil nyata dari perubahan ini?
Lahan bekas tambang kini jadi area persemaian dan konservasi, serta muncul usaha peternakan yang memberi penghidupan lebih stabil bagi warga.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Penambang Tanpa Izin #Kampung Cisangku #ANTAM UBPE Pongkor #Pongkor