Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

REC PLN Laris Manis! Penjualan Tembus 6,43 TWh di 2025, Industri Ramai-Ramai Beralih ke Energi Hijau

Arya Kusuma • Minggu, 25 Januari 2026 | 15:51 WIB

Tampilan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu di Lampung dengan kapasitas 110 megawatt (MW), yang menjadi salah satu pembangkit PLN pendukung layanan REC PLN.
Tampilan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu di Lampung dengan kapasitas 110 megawatt (MW), yang menjadi salah satu pembangkit PLN pendukung layanan REC PLN.

Ikhtisar: Layanan REC PLN kian diminati sektor industri, penjualan 2025 tembus 6,43 TWh dan mencerminkan transisi energi hijau makin nyata.

Balikpapan TV - Hai Cess! Peralihan ke energi bersih bukan lagi sekadar wacana. Sepanjang 2025, layanan Green as a Service Renewable Energy Certificate atau REC dari PT PLN Persero mencatatkan pertumbuhan signifikan dan menarik minat pelanggan industri serta bisnis.

Penjualan REC mencapai 6,43 terawatt hour dengan pertumbuhan 19,65 persen secara tahunan. Angka ini memperlihatkan kepercayaan pelanggan terhadap listrik hijau makin kuat, sekaligus menandai meningkatnya kesadaran dunia usaha terhadap transisi energi.

Masih penasaran kenapa layanan ini terus diminati dan apa dampaknya bagi sektor industri nasional. Ikuti terus pembahasannya sampai akhir, pahamlah ikam, karena informasinya relevan dan aktual Cess!

Baca Juga: Tambah Daya Listrik Kini Lebih Praktis Lewat Aplikasi PLN Mobile, Begini Caranya

Apa itu layanan REC dan kenapa jadi pilihan industri?

Renewable Energy Certificate merupakan sertifikat penggunaan listrik dari pembangkit energi baru dan terbarukan. Melalui skema ini, pelanggan dapat mendukung pengurangan emisi karbon tanpa perlu mengubah infrastruktur kelistrikan yang sudah berjalan.

REC memberi pengakuan atas pemanfaatan energi terbarukan secara transparan, akuntabel, dan diakui internasional. Bagi sektor industri dan bisnis, skema ini memberi nilai strategis karena mendukung komitmen keberlanjutan dengan proses yang praktis.

PLN menghadirkan layanan ini sebagai bagian dari Green as a Service. Fokusnya sederhana, memudahkan pelanggan memanfaatkan listrik hijau sekaligus tetap menjaga kelancaran operasional, nah’ itu sudah, solusi jalan terus.

Bagaimana capaian penjualan REC PLN sepanjang 2025?

Sepanjang tahun 2025, penjualan REC PLN mencapai 6,43 TWh. Pertumbuhan ini tercatat naik 19,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan tren positif yang konsisten sejak layanan ini diluncurkan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan kepercayaan sektor industri dan bisnis terhadap produk energi hijau PLN.

“Seiring dengan tren transisi energi bersih dan hijau yang kian meningkat di kalangan pelaku industri, PLN mencatatkan pertumbuhan layanan REC yang positif sepanjang tahun 2025 hingga 19,65% dibandingkan periode yang sama,” ujarnya.

Pertumbuhan ini juga menjadi indikator meningkatnya keseriusan pelaku usaha dalam mendukung energi terbarukan demi daya saing jangka panjang.

Siapa saja pelanggan utama yang mendorong pertumbuhan REC?

Penjualan REC masih didominasi pelanggan industri berskala besar. Sektor seperti pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas, hingga industri makanan menjadi kontributor utama.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan bahwa pelanggan industri berat dengan kebutuhan energi tinggi berperan besar terhadap kinerja layanan ini.

“Sebagian besar penjualan REC masih didominasi oleh pelanggan industri berskala besar. Pada Desember 2025 lalu, sekitar 55% dari total penjualan REC berasal dari sepuluh pelanggan dengan volume pembelian terbesar,” jelasnya.

Volume pembelian REC bervariasi, mulai dari 93.966 MWh hingga mencapai 779.000 MWh per pelanggan. Angka ini menunjukkan skala pemanfaatan listrik hijau yang nyata di sektor industri.

Bagaimana komitmen PLN dalam mendukung listrik hijau nasional?

PLN menegaskan komitmennya sebagai penyedia utama energi baru dan terbarukan nasional. Saat ini, PLN mengoperasikan 12 pembangkit EBT yang menyuplai listrik hijau untuk layanan GEAS, baik REC maupun Dedicated Source.

Pembangkit tersebut meliputi PLTP Kamojang, Ulubelu, Lahendong, Ulumbu, Ijen, PLTA Cirata, Bakaru, Orya Genyem, Saguling, Mrica, PLTM Lambur, serta PLTS Cirata. Seluruhnya menjadi tulang punggung pasokan listrik hijau PLN.

“PLN berkomitmen meningkatkan daya saing industri dengan menyediakan layanan listrik hijau yang 100% dipasok oleh pembangkit EBT kami melalui REC,” pungkas Darmawan. Ya’kalo melihat ini, pahamlah ikam, kesiapannya nyata.

Tampak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica berkapasitas 180 megawatt (MW) di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang beroperasi sejak 1988 dan menjadi penopang sistem kelistrikan Jawa–Bali.
Tampak Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Mrica berkapasitas 180 megawatt (MW) di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, yang beroperasi sejak 1988 dan menjadi penopang sistem kelistrikan Jawa–Bali.

Insight: Pertumbuhan layanan REC menunjukkan transisi energi bukan sekadar target, melainkan proses yang sudah berjalan. Bagi sektor industri, REC memberi jalan praktis untuk berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sekaligus menjaga keberlanjutan usaha. Sementara bagi PLN, layanan ini menjadi bukti peran aktif dalam memperkuat ekosistem energi hijau nasional.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham peran REC dalam transisi energi bersih Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

1. Apa fungsi utama Renewable Energy Certificate PLN?

REC menjadi bukti penggunaan listrik dari pembangkit energi terbarukan yang diakui secara internasional.

2. Mengapa sektor industri paling banyak menggunakan REC?

Karena kebutuhan energi tinggi dan komitmen keberlanjutan menjadi faktor penting dalam operasional industri.

3. Apakah REC memerlukan perubahan infrastruktur listrik pelanggan?

Tidak. REC dapat digunakan tanpa mengubah infrastruktur kelistrikan yang sudah ada.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#energi bersih #Energi hijau #Renewable Energy Certificate #REC #pln